Memahami Bahwa Introvert Bukan Keanehan

mahasiswa
Memahami Bahwa Introvert Bukan Keanehan 10/11/2023 183 view Lainnya ofkells.blogspot.com

Kebanyakan orang menyalahartikan introvert. "Dia sendirian mulu gak sih, gue jarang lihat dia bergaul sama yang lain, dia pemalu ya" begitu miskonsepsi yang mungkin pernah kamu dengar terhadap orang introvert. Stereotip yang telah melekat pada masyarakat membuat seolah introvert itu suatu keanehan. Menjadi aneh karena kebanyakan mereka tidak tahu, apa itu introvert sebenarnya?

Ada seorang Psikolog terkenal bernama Carl Gustav Jung, yang pada tahun 1920-an membedakan kepribadian menjadi introversion dan extroversion dengan bagaimana proses mereka mendapatkan atau menghabiskan energinya.

Menurut Jung (1921), mereka yang memiliki sikap ekstrovert itu lebih terlibat dengan rangsangan atau stimulus dari luar dirinya, dengan kata lain para ekstrovert lebih banyak dipengaruhi oleh lingkungan luar mereka dari pada oleh dunia batinnya sendiri. Mereka senang dengan perkumpulan dimana dapat bertemu dan berinteraksi bersama orang.

Berlawanan dengan hal itu, introvert yang dikatakan oleh Jung (1921) adalah orang yang memfokuskan energi mereka ke "dalam", menuju pada aktivitas dengan diri sendiri atau yang disebut dengan thoughtful activities. Energi psikisnya hanya berputar di dalam diri sendiri, lalu berorientasi ke subjektif atau terkesan sibuk dengan biasnya sendiri, fantasi, imajinasi, dan persepsi sendiri yang ramai di kepala. Maka bukan tanpa alasan jika mereka lebih senang untuk menyendiri, karena itu memang cara mereka untuk mengembalikan energi.

Introvert suka menyendiri bukan berarti mereka tidak memahami dunia di luar diri mereka. Introvert hanya lebih selektif dan cenderung berada di zona nyamannya. Miskonsepsi bahwa introvert susah berinteraksi dengan orang karena pemalu itu harus dipatahkan! Mereka yang ekstrovert pasti juga ada yang pemalu. Orang yang pemalu umumnya merasa khawatir dengan penilaian negatif jika mereka melakukan sikap yang salah atau keliru dalam situasi sosial di mana orang-orangnya asing dan membuatnya menjadi malu.

Namun, menjadi introvert tidak ada hubungannya dengan kurangnya rasa percaya diri. Mereka mengurangi interaksi dengan banyak orang karena untuk orang introvert bersosialisasi berarti memberikan energinya, maka ketika energinya terkuras mereka harus mengembalikan energinya sendiri. Melelahkan bukan? Untuk itu mereka pikir lebih baik menghemat energi dengan menyendiri. Jadi, bukan berarti mereka pemalu dan enggan berinteraksi dalam situasi sosial ya!

Jika temanmu tiba-tiba diam atau menyendiri di saat kalian sedang berkumpul bersama, bukan berarti dia marah atau tidak senang dengan topik yang sedang kalian bahas, bisa jadi pasokan energinya telah terkuras habis. Kamu bisa tanyakan apakah dia ingin waktu sendiri? Masing-masing dari kita tentu memiliki batasannya sendiri, jika dia membutuhkan ruang untuk memulihkan energinya, kamu harus mengerti berada di tengah keramaian adalah hal sulit untuk orang introvert.

Tidak perlu memandang hal tersebut sebagai sebuah keanehan, atau hal yang harus dikasihani. Introvert bukanlah penyakit, mereka hanya butuh waktu sendiri untuk dapat kembali beraktivitas dengan penuh energi. Dan cara orang introvert yang mengembalikan energinya dengan menjadi diam dan menyendiri bukan berarti dia tengah menyesali interaksi yang telah menguras energinya. Ingat bahwa diam bukanlah hal buruk.

Menghabiskan waktu sendiri dengan hal-hal yang disenangi seperti membaca buku, mendengarkan musik, atau sekedar terhanyut dengan imajinasi di kepala itu bagi orang introvert adalah cara terbaik untuk mendapatkan energi. Lagi pula mereka tidak akan terus-menerus menyendiri kok, karena pada dasarnya kita mahkluk sosial yang mana juga membutuhkan interaksi.

Jangan anggap bahwa orang introvert selalu sibuk dengan diri sendiri, sombong, dan cuek dengan lingkungannya. Sama halnya dengan ekstrovert yang memenuhi energinya dengan menghabiskan waktu berinteraksi bersama banyak orang, jangan anggap bahwa mereka sok asik, si paling bersosialisasi, ataupun pandangan negatif lain.

Karena seorang introvert bukan berarti pemalu dan tidak mampu bersosialisasi atau menunjukan eksistensinya di depan umum. Begitu pun ekstrovert yang mendapatkan energi dari orang lain bukan berarti mereka tidak butuh waktu untuk dirinya sendiri.

Masing-masing dari kita tentu punya caranya sendiri untuk mengetahui apa yang dibutuhkan. Ketika kamu tahu bahwa seseorang membutuhkan ruang untuk memulihkan energinya, maka hargai itu.

Jika anda memiliki tulisan opini atau esai, silahkan dikirim melalui mekanisme di sini. Jika memenuhi standar The Columnist, kami dengan senang hati akan menerbitkannya untuk bertemu dengan para pembaca setia The Columnist.
Artikel Lainnya