Tentang The Columnist

The Columnist hadir untuk ikut menjaga pertumbuhan demokrasi agar tetap baik. Yaitu dengan menjadi situs tempat menawarkan dan menemukan beragam gagasan terkait persoalan publik. Bagi kami, semakin banyak dan beragam gagasan yang ditawarkan, semakin banyak dan beragam cara pandang yang bisa dinikmati pembaca, semakin tinggi intensitas perdebatan publik, maka semakin sehat pertumbuhan demokrasi.

Kami mewujudkan hal tersebut dengan cara mempertemukan kebutuhan intermediate writer dan critical reader.

Pada satu sisi kami sepenuhnya memahami kebutuhan intermediate writer. Yaitu penulis yang telah lama menempa diri di kepenulisan artikel dan esai populer tapi sulit mendapat tempat di sejumlah media mainstream. Tak melulu karena mutu tulisan yang buruk. Bukan pula karena teknik penulisan yang cacat. Melainkan karena jumlah tempat yang terbatas atau konten tulisan yang barangkali tidak sewarna dengan ideologi redaksi.

Ketika tulisan-tulisan itu gagal terlahir dan menemui pembacanya, gagasan yang ada di dunia maya didominasi oleh satu atau dua jenis cara pandang. Yaitu sesuai dengan yang dimiliki oleh para penulis ternama dan/ warna ideologi media mainstream.

Pada sisi yang lain, ini merugikan pembaca. Pembaca tak punya banyak pilihan. Padahal sebaiknya segala macam gagasan dapat diakses. Tak peduli apa dan bagaimana warnanya. Karena pembaca mampu menguji kesahihan alasan yang ditawarkan oleh setiap tulisan. Untuk kemudian memutuskan, kepada gagasan mana mereka yakin dan percaya.

Kami menghadirkan The Columnist untuk mempertautkan dua kebutuhan tersebut. Merawat perdebatan publik melalui pemenuhan kebutuhan intermediate writer dan pembaca kritis. Artikel dan esai populer milik intermediate writer yang dirangkai dengan sungguh-sungguh namun ditolak terbit oleh media mainstream, sangat kami hargai. Apapun warna ideologinya.

Lalu, apa yang menarik dari The Columnist?

Redaksi The Columnist diisi oleh orang-orang berpengalaman di kepenulisan dan menggunakan tingkat standar kurasi menengah. Kami memiliki latar belakang akademisi, peneliti, aktivis, kolumnis, hingga birokrat. Dalam menyeleksi tulisan, penekanan ada pada kejelasan gagasan yang disampaikan secara ringan dan mengalir. Sehingga sebagian besar tulisan yang masuk ke redaksi dijamin akan terbit, sedangkan yang lain akan dikembalikan dengan disertai catatan untuk perbaikan.

The Columnist juga memiliki rubrik Opini Mingguan yang memberi kesempatan bagi Intermediate Writer untuk merespon isu yang dilemparkan oleh Pemred. Dua tulisan terpilih berhak untuk ditampilkan pada slide artikel unggulan sekaligus honorarium yang besarannya terus bertambah seiiring dengan berkembangnya situs ini.

Ada pula Public Discourse di mana isu terhangat akan diperdebatkan. Dua perspektif berbeda dari rubrik Opini Mingguan akan diperdebatkan pada halaman ini. Meski tidak tertutup kemungkinan isu-isu aktual dan penting lain diluar rubrik Opini Mingguan juga bisa diperdebatkan.

Terakhir, The Columnist punya Sapa Penulis. Sebuah rubrik khusus yang menyediakan informasi lengkap tentang sosok penulis potensial, berintegritas dan progresif namun belum dikenal luas oleh publik. Kami menggunakan strandar yang cukup ketat untuk menentukan dan meliput sosok penulis.

Hasil akhir dari The Columnist adalah kebaikan. Menawarkan gagasan secara periodik akan membuat banyak intermediate writer menjadi rujukan pembaca Indonesia. Pembaca yang menikmati dan memperdebatkan beragam gagasan akan menjadi lebih bijak dalam bersikap. Dan yang terpenting, kualitas pertumbuhan demokrasi akan membaik.

Jadi, selamat datang di The Columnist. Situs bersama tempat beragam gagasan terkait persoalan publik bisa ditemukan dan diperdebatkan.

 

Tim The Columnist

CEO: Yuli Isnadi

Pemimpin Redaksi: Asmarawati Handoyo

Editor: Fajar Ruddin, Supriyadi (Volunteer)

Media Sosial: Happy Aprillia

Litbang & Digital Marketing: Yuli Isnadi

 

Alamat Email:

Redaksi: [email protected]

Digital Marketing: [email protected]