Sekolah Tak Sekadar Mencari Ijazah

Mahasiswa UIN SGD Bandung
Sekolah Tak Sekadar Mencari Ijazah 06/05/2021 120 view Pendidikan tweakyourbiz.com

Sekolah dan pendidikan adalah dua hal yang saling berkaitan karena sekolah merupakan bagian dari dunia pendidikan. Namun, pendidikan tidak harus tentang sekolah saja. Mengapa pendidikan bukan perihal sekolah saja? Karena pedidikan bisa didapatkan dari mana saja.

Tidak hanya dari institusi formal seperti sekolah, tetapi juga dari tempat-tempat lain. Sekolah hanya institusi penyedia proses pendidikan. Pendidikan secara luas bisa didapatkan melalui suatu proses pengajaran, pelatihan dan lain sebagainya baik itu secara formal, maupun informal.

Karena pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara merupkan proses pembudayaan. Yakni suatu usaha memberikan nilai-nilai luhur kepada generasi baru dalam masyarakat yang tidak hanya bersifat pemeliharaan tetapi juga dengan maksud memajukan serta memperkembangkan kebudayaan menuju kearah keluhuran hidup kemanusiaan.

Sedangkan didalam UU no 2 tahun 1989 pasal 1 ayat (1) tertulis “Bahwa pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan/atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang”. Diterangkan juga dalam undang-undang no 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional dalam pasal 1 ayat (1) yang menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuaatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara.

Jadi, jika melihat beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan terdiri dari komponen sebagai berikut: (1) Usaha sadar, (2)Proses Pembudayaan nilai kemanusian, (3) Dan dengan tujuan memajukan serta memperkembangkan kebudayaan menuju kearah keluhuran hidup kemanusiaan. Dengan begitu pendidikan adalah proses usaha sadar membudayakan nilai kemanusiaan dengan tujauan menuju ke arah keluhuran hidup kemanusiaan. Bahasa sedehananya yaitu memanusiakan manusia.

“Terbentur dan terbentuk”, tutur Tan Malaka. Bagi saya ungkapan ini relevan untuk menjadi penyemangat dalam proses pendidikan. Karena sejatinya hidup adalah ujian. Karena hidup yang tidak diuji menjadi sebuah masalah bagi perkembangan kepribadian diri. Seseorang tidak akan mampu dan tau kemampuan batas diri ketika tak mau mengujinya.

Ketika sesesorang tak tau batas dirinya sebagai manusia walhasil akan jumawa dan selalu merasa benar. Jadi pendidikan itu memang amat penting untuk membentuk kepribadian seseorang. Tujuannya agar mampu dan tanggap menghadapi kompleksnya tantangan dalam hidup dan lebih pentingnya menjadi manusia yang mampu mengimplementasikan nilai kemanusiaanya.

Seperti apa yang saya sebutkan diatas, pendidikan memiliki tiga poin penting dalam prosesnya. Ketiga poin ini diatas memiliki arti penting sebagai berikut.

Pertama, usaha sadar. Menurut KBBI usaha adalah kegiatan dengan mengerahkah tenaga, pikiran, atau badan untuk mencapai suatu maksud. Sedangkan sadar sendiri menurut KBBI berarti mengerti, tahu (mengetahui). Berarti usaha sadar adalah posisi dimana seseorang berkegiatan dengan mengerahkan tenaga, pikiran secara sungguh-sungguh dengan didasari kesadaran bahwa dia sedang dalam proses belajar. Karena selama ini banyak siswa yang hilang kesadaran atau tidak tahu terhadap posisinya sebagai pelajar.

Kedua, proses pembudayaan nilai kemanusiaan. Artinya adalah proses atau cara menanamkan nilai-nilai kemanusiaan supaya menghasilkan kebudayaan yang beradab dan manusiawi.

Ketiga, dengan tujuan memajukan serta memperkembangkan kebudayaan menuju kearah keluhuran hidup kemanusiaan. Maksudnya hasil daripada pendidikan itu sendiri harus berkembang, inovatif, tidak monoton tapi dengan kaidah dan nilai-nilai kemanusiaan.

Dengan begitu urgensi dari pendidikan itu amatlah penting bagi kehidupan suatu bangsa. Karena pendidikan adalah alat untuk menyadarkan manusia dengan perannya sebagai manusia. Namun di sisi lain, pendidikan juga dapat menjadi alat pelanggeng suatu penguasa.

Setelah mengetahui urgensi pendidikan yang begitu esensial dalam kehidupan, lantas seberapa pentingkah sekolah? Karena pendidikan mudah didapatkan di mana saja tanpa harus bersekolah.

Jika melihat realitas sekarang, sekolah menjadi penting karena kita butuh kertas yang bernama ijazah. Pikiran seperti inilah yang merusak sekolah dan pendidikan itu sendiri.

Memang hal seperti ini bukan hal kebetulan. Tetapi didorong oleh konstelasi budaya dan sistem yang ada. Tak perlu dipungkiri perubahan ini terjadi atas modernitas itu sendiri. Modernitas mampu mengubah kita dari segala aspek, mulai dari cara berpikir, hingga mampu mengubah cara kita menjadi manusia.

Jika anda memiliki tulisan opini atau esai, silahkan dikirim melalui mekanisme di sini. Jika memenuhi standar The Columnist, kami dengan senang hati akan menerbitkannya untuk bertemu dengan para pembaca setia The Columnist.
Artikel Lainnya