Kesejahteraan Guru bawa Pendidikan Lebih Maju

Manajer Program Al Wasath Institute
Kesejahteraan Guru bawa Pendidikan Lebih Maju 06/04/2023 271 view Pendidikan pexels.com

Pendidikan merupakan pilar utama yang hampir menopang semua aspek kehidupan kita, beragamnya persoalan seputar pendidikan rasanya tak pernah lepas dari perbincangan masyarakat kita. Perbincangan soal pendidikan adalah bagaimana berbicara soal cita-cita juga tujuan negara dan bangsa kita. Kita semua sepakat, bahwa hanya lewat pendidikan inilah, sebuah peradaban negara dan bangsa mampu dibangun dan bergerak menuju sebuah kemajuan. Sebab melalui sektor pendidikan inilah, kehidupan masyarakat warga negara bisa berjalan dengan tertib dan penuh keteraturan.

Pendidikan merupakan dimensi sektoral yang mengemban misi untuk menjadikan gerakan pengembangan sumber daya insani kita terus berjalan, melalui pendidikan ini, kita semua sebagai warga negara bakal mampu mendapati ilmu pengetahuan lewat proses di dalamnya. Setiap materi, metodologi maupun kultur positif yang terbangun dalam pendidikan adalah bekal yang kita gunakan dalam menjalankan kehidupan nyata di lapangan.

Lebih luas lagi dalam menjalani praktik kehidupan berbangsa dan bernegara lewat pendidikan inilah kematangan pribadi bisa kita dapati. Namun, di sebelah lainnya, semakin pentingnya pendidikan masih saja menyisakan persoalan di dalamnya. Keluaran peserta didik yang belum optimal dari kebutuhan yang dirumuskan, target pembelajaran yang masih belum tercapai, atau sekedar pemenuhan sarana dan prasarana demi menunjang keberlangsungan pendidikan menjadi sebagian dari masalah yang terjadi dalam penyelenggaraan pendidikan kita. Ini semua mungkin bisa di wajarkan, karena dalam membangun ranah pendidikan yang baik itu sejatinya memerlukan waktu dan tenaga yang besar, namun memakluminya dengan membiarkan semua persoalan ini dengan tanpa bergerak merumuskan solusi dari masalah adalah hal yang tidak boleh jadi dibenarkan.

Mengenai persoalan yang begitu dinamis ini, salah satu yang bisa di lakukan dalam membenahi persoalan pendidikan ini adalah menyiapkan aspek tenaga pendidik yang semakin baik dan kompeten. Hal ini selain mampu mengoptimalkan setiap proses penyelenggaraan pendidikan yang ada, tenaga pendidik yang berkualitas dan kompeten akan mampu memandu setiap potensi besar yang ada di dalam setiap insan peserta didik kita.
Mereka sebagai generasi yang akan meneruskan proses berbangsa dan bernegara kita, perlu betul-betul disiapkan sedemikian rupa dengan sebaik-baiknya. Tentunya, selain fokus sumber daya insani ini, menyeimbangkannya dengan instrumen lain yang menunjang sangat penting berjalan secara sejajar.

Raut Kusam Nasib Guru

Namun kita perlu melihat secara jujur, bahwa peningkatan kualitas tenaga pendidik kita yang menjadi pokok dalam menyiapkan penyelenggaraan pendidikan masih belum mampu kita lakukan secara penuh, muara masalahnya justru dimulai dari rendahnya kesadaran kita akan betapa pentingnya apresiasi terhadap guru. Jarak garis kelayakan hidup yang sejahtera nan makmur masih jauh dari nasib di banyak guru kita. Padahal dengan segudang geliat kemuliaan yang ada dalam pekerjaan guru, sudah sangat seharusnya bahwa perhatian terhadap kehidupan guru yang lebih baik harus dipenuhi, bahkan dilebihkan dari segi moril dan materil adalah hal pertama yang wajib dilakukan.

Kita memang harus introspeksi lebih jauh, yang masing-masing kita memiliki tanggung jawab sesuai porsi dan proporsi kita masing-masing pula, bahwa raut kusam nasib guru kita sudah harus dipudarkan. Setiap stakeholder utama sang pemangku kebijakan harus lebih serius menggarap ini semua. Kebijakan yang ada harus kemudian mengentaskan betul soal kesejahteraan guru yang lebih nyata. Hal ini dilakukan agar tidak ada lagi cerita yang mengundang nelangsa bahwa nasib guru kita yang melakukan tugas begitu mulia malah demi sekedar menjalakan kehidupan saja begitu kesusahan. Dan setiap program yang ada serta berjalan, perlu kemudian dievaluasi dan dioptimalkan agar semakin tepat sasaran.

Menjadi sebuah keniscayaan ketika pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas guru. Melalui sertifikasi guru bagi guru-guru misalnya, kualitas guru coba diditingkatkan. Selanjutnya, lewat sertifikasi guru ini juga, tunjangan yang didapat guru inilah akan coba mengupayakan kesejahteraan yang ada. Program alih status guru honorer menjadi guru ASN PPPK yang sudah dilakukan pemerintah juga menjadi hal yang perlu disebarluaskan lagi. Kita tentu bisa melihat, bahwa melalui alih status inilah nasib yang jauh lebih baik bagi guru kita bakal bisa terwujud dan tak sekedar menjadi gantungan harapan belaka. Rekam jenjang karir yang dibawa, gaji pokok yang jauh lebih layak, sampai kedudukan yang jauh lebih jelas akan semakin mencerahkan masa depan guru-guru kita.

Upaya dalam mensejahterakan guru juga harus dilakukan dengan pemerataan kemapanan keterampilan yang dimiliki setiap tenaga pendidikan kita, jangan hanya berfokus pada alih status saja, sebab mau bagaimanapun, persoalan pemerataan ini sejatinya hanya bisa dilakukan oleh pemerintah yang memiliki kewenanangan. Teknisnya mungkin bisa berbeda di satu daerah ke daerah lain yang disesuaikan dengan kebutuhan yang ada, namun tujuan utamanya adalah memastikan bahwa semua daerah di Indonesia , di mana pun berada, guru-guru kita ini memiliki kompetensi yang memadai, yang terus dilatihkembangkan lewat beragam platfrom pelatihan yang pemerintah sediakan.

Pada akhrinya, dengan adanya setiap program peningkatan kualitas guru-guru kita dan perhatian pemerintah secara khusus beserta setiap pemangku kepentingan yang terlibat dalam mengentaskan persoalan kesejahteraan guru ini membawa kabar baik yang penuh dengan energi opitimisme bersama. Bahwa melalui kesejahteraan guru ini, perbaikan pendidikan dilakukan secara mendasar dan strategis. Harapan kemajuan pendidikan kita ke arah yang jauh lebih baik lagi pun mampu kita gapai dengan sinergi yang terus dilakukan secara konsiten. Semoga optimisme yang ada terus menyebar dan meluas demi bangsa dan negara kita.

Jika anda memiliki tulisan opini atau esai, silahkan dikirim melalui mekanisme di sini. Jika memenuhi standar The Columnist, kami dengan senang hati akan menerbitkannya untuk bertemu dengan para pembaca setia The Columnist.
Artikel Lainnya