Segala Sesuatu Berubah Pada Waktunya

mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat Teologi widya sasana Malang
Segala Sesuatu Berubah Pada Waktunya 24/09/2021 502 view Lainnya mediaindonesia.com

Semua perjalanan dan kehidupan yang ada di dalam dunia ini merupakan proses menemukan makna terdalam dari arti menjadi sesungguhnya. Dalam progres menjadi tersebut tentu banyak hal dan banyak rintangan yang harus dihadapi. Sesudah proses menjadi itu selesai kita pun akhirnya menemukan siapa kita sebenarnya. Akan tetapi semua itu tidak mudah untuk dilakukan telebih lagi keadaan manusia dan sekitarnya selalu berubah.

Dari pernyataan-peryataan tersebut muncul berbagai macam pertanyaan seperti; apa itu perubahan? Apa makna kehidupan? Siapa mansia? dan lain sebagainya. Semua itu tertuang dalam pemikiran dan refleksi dari pengalaman-pengalaman yang ada di kehidupan sehari-hari.

Dari pencarian makna akan kehidupan itu manusia diharapkan semakin bijaksana atau semakin “menjadi” manusia yang memiliki hati untuk mencintai.

Dalam refleksi akan pengalamannya, Herraklitos seorang filsuf Yunani sebelum Sokrates pernah mengatakan bahwa di dalam dunia ini tidak pernah ada suatu hal pun bersifat tetap, stabil dan tidak bergeming. Semuanya terus menerus berubah, bergerak dan berganti tanpa henti. Siapa yang terjun ke sungai, tidak pernah terjun ke sungai yang sama karena sungai itu selalu dialiri oleh air yang baru. Atau lebih tepatnya tidak ada seorangpun yang terjun ke sungai yang sama karena airnya selalu berganti. Dalam hal ini pendapat Heraklitos dapat kita kenal sebagai moblitas abadi.

Pernyataan Heraklitos ini jelas membuat kita mengerti bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini selalu berubah dan tidak ada yang tetap akan tetapi ada dalam perubahan tersebut. Kita sebagai mahluk berakal budi diharapkan dapat beradaptasi dengan segala perubahan yang ada sehingga kita mampu bertahan.

Pada tahun 2020 dunia mengalami suatu krisis besar yang terjadi akibat pandemi covid 19. Banyak korban yang berjatuhan dalam peristiwa pandemi covid ini. Anak kehilangan orang tuanya, orang tua kehilangan anaknya, suami kehilangan istrinya, istri kehilangan suaminya. Semua orang di dunia kehilangan akibat ketidaktahuan akan wabah yang terjadi ini.

Dari permasalahan tersebut, kita dihantarkan untuk mencoba memahami makna dari semua perubahan yang terjadi di dunia ini. Kegagalan kita dalam beradaptasi dengan virus corona ini juga menjadi penyebab utama akan permasalahan yang kita alami saat ini. Atau jika boleh saya pinjam pernyataan Socrates tentang hal ini adalah dosa kita yang terbesar saat ini adalah ketidaktahuan dan dalam ketidaktahuan akan wabah ini terjadi perubahan yang akhirnya menyebabkan kita gugur dalam seleksi alam yang sedang terjadi.

Pada tahun 2021 keadaan mulai membaik, sektor-sektor yang ada dalam semua bidang yang terdapat di sebuah negara mulai berjalan. Ekonomi, Pendidikan, kesehatan sosial dan budaya semuanya mulai berjalan kembali walapun tidak berjalan seperti dulu. Istilah normal barupun muncul atau yang lebih dikenal dengan new normal.

Dalam keadaan itu masker, gadget dan paket internet seakan menjadi kebutuhan pokok yang tidak dapat dilupakan dalam proses adaptasi melawan pandemi covid ini. Selain itu dengan ditemukannya vaksin yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh terhadap covid membuat manusia merasa menang atas pademi yang terjadi. Akan tetapi di saat manusia merasa menang atas covid, bahaya yang sebenarnyapun tejadi yaitu dosa ketidaktahuan.

Bulan Maret 2021 menteri kesehatan india mengumumkan bahwa india terlepas dari pandemi covid, masker dilepas dan kegiatan-kegiatan sehari-hari dapat dilakukan seperti biasa. Namun apa yang terjadi? India mengalami tsunami covid yang menyebabkan jutaan orang kehilangan nyawanya.

Belajar dari pengalaman tersebut pemerintah Indonesia tidak mau kecolongan. Berbagai aturanpun ditetapkan guna mencegah penularan covid 19. Kegiatan masyarakat dibatasi, prokes semakin ketat, lockdown di mana-mana dan masih banyak lagi aturan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Dampak dari keadaan ini pun beragam mulai dirasakan dari menurunnya angka penyebaran covid 19 hingga menurunya perekonomian masyarakat.

Dalam krisis tersebut kita seharusnya beradaptasi dan berubah menjadi manusia-manusia yang lebih baik dengan saling mengerti akan tetapi yang terjadi malah sebaliknya keadaan di negara semakin parah dengan kasus korupsi yang semakin menjadi-jadi yang dilakukan oknum-oknum tertentu, masalah KKB di papua dan masih banyak lagi masalah yang memperparah keadaan negeri ini.

Keadaan-keadaan tersebut membuat kita bertanya-tanya, akankah Indonesia dapat bertahan dari semua masalah yang sedang terjadi ini? Jawabanya hanya ada satu yaitu menjalani proses menjadi dan menghilangkan ketidaktahuan atau lebih tepatnya ketidakmautahuan akan apa yang sedang terjadi. Dengan begitu keadaan di negeri ini dapat kita perbaiki bersama-sama. Untuk itu kita harus berubah dan berubah menjadi pribadi yang mau mencintai satu sama lain sebagai perwujudan dari Pancasila sebagai jiwa bangsa kita.

Jika anda memiliki tulisan opini atau esai, silahkan dikirim melalui mekanisme di sini. Jika memenuhi standar The Columnist, kami dengan senang hati akan menerbitkannya untuk bertemu dengan para pembaca setia The Columnist.
Artikel Lainnya