Merdeka Belajar dan Keterbaikan Masa Depan Bangsa

Manajer Program Al Wasath Institute
Merdeka Belajar dan Keterbaikan Masa Depan Bangsa 23/03/2024 93 view Pendidikan pixabay.com

Pendidikan menjadi sangat vital dalam kehidupan ini, salah satunya adalah dimana perkembangan kehidupan yang semakin pesat dan kompleks, kebutuhan akan manusia kreatif, cakap skill dan matang secara kompetensi mampu dilalui dengan akses pendidikan. Di banyak negara, di banyak wilayah, pendidikan selalu menjadi dan akan menjadi hal ihwal mendasar yang dikelola dan diselenggarakan keberadaanya. Mustahil rasanya boleh dikatakan jika tidak ada di dunia ini yang tak sadar akan pentingnya pendidikan.

Bahkan kalau kita hendak tarik garis lurus, tentang kemajuan suatu bangsa dan negara misalnya, yang bertumpu pula pada keberadaan dan perkembangan sumber daya manusia mudanya sebagai para generasi penerus, variabel pendidikan adalah hal utama di dalamnya. Secara langsung dapat pula dikatakan bahwa nasib suatu generasi bangsa dan negara adalah merupakan sejauh mana nasib pendidikan di dalamnya mampu diperhatikan.

Pendidikan merupakan aspek inti yang kemudian juga menopang aspek lain dalam kehidupan seperti aspek sosial, ekonomi, politik, sampai agama. Melalui pendidikanlah, setiap generasi penerus bangsa dan negara ditempa sedemikian rupa dengan mekanisme tertentu yang diatur melalui legitimasi hukum dan praktik adaptifnya, Pendidikan memberikan ruang konsepsitas aspek kehidupan. Banyak hal yang dilakukan dalam pendidikan, yang muaranya adalah menelurkan setiap generasi yang unggul dan berkompetensi.

Terobosan Kebijakan Pendidikan

Termasuk di Indonesia, kebutuhan akan penyelenggaraan pendidikan yang aktual dan massif menjadi kebutuhan era kini yang tak terhindarkan. Sebab sebagai sebuah aspek yang menopak aspek lain, pendidikan tak mungkin hanya diam dan tak berkembang jika terus ingin menghendaki pragmastismenya. Tak ayal dengan demikian, keadaan ini kemudian mengahruskan pula adanya aktualisasi penyelenggaraan pendidikan melalui terobosan kebijakan yang mendukung penuh perbaikan pendidikan.

Selain memperbaiki penyelenggaraan pendidikan yang ada, terobosan kebijakan tentu adalah hal yang mensinkronisasi antara proses terselenggaranya pendidikan dengan kebutuhan akan profil lulusan pendidikan yang cakap, kreatif, dan adaptif terhadap kehidupan nyata di Masyarakat. Sebab boleh dikatakan, yang menjadi persoalan utama di dalam pendidikan ini adalah, dalam kenyataanya, proses pendidikan hanya terbatas pada orientasi selesainya formalitas belaka, tanpa menumbuhkan betul profil lulusan yang kreatif, adaptif dan mampu bersaing dengan bekal kompetensi yang mumpuni.

Menjawab tantangan demikian, Merdeka Belajar menjadi salah satu terobosan yang muncul di Indonesia. Melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbusristek) Merdeka Belajar merupakan kebijakan yang diawal kemunculannya menuai banyak atensi publik. Mesti sempat diragukan, Merdeka Belajar kini semakin menguatkan posisinya sebagai reformasi penyelengaraan pendidikan yang merubah betul wajah pendidikan di Indonesia dari segala lininya. Misalnya seperti program Penghapusan Ujian Nasional dan digantikan menjadi assasment nasional, kurikulum Merdeka, kampus Merdeka, transformasi dana BOS, Platfrom Merdeka Mengajar, Guru Penggerak, Perguruan Tinggi Berbadan Hukum, Penanganagan Kekerasan di Lingkungan Sekolah, perluasan beasiswa Pendidikan dan banyak terobosan lainnya adalah beberapa gambaran bahwa Merdeka Belajar ini terus bergerak berusaha memperbaiki proses penyelenggaraan pendidikan di Indonesia.

Pendidikan Karakter dalam Merdeka Belajar

Melihat kebijakan yang ada, dalam Merdeka belajar, yang menjadi salah satu fokus utamanya adalah dimana, setiap peserta didik tidak hanya mampu memahami setiap mata pelajaran saja secara materi, tapi juga menciptakan generasi peserta didik yang baik secara karakternya. Hal ini selaras misalnya dengan apa yang disampakan oleh Dela Khoirul Ainia dalam Jurnal Filsafat Indonesia yang berjudul “Merdeka Belajar Dalam Pandangan Ki Hadjar Dewantara Dan Relevansinya Bagi Pengembanagan Pendidikan Karakter”, Vol.3 No.3 (2020). Bahwa “Merdeka belajar juga sebagai salah satu strategi dalam pengembangan pendidikan karakter. Melalui merdeka belajar, peserta didik diharapkan lebih banyak praktik implementasi nilai-nilai karakter bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari dan lingkungan sekitar.”

Kemudian mengutip Buku Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka Fridiyanto, dkk, dari segi esensinya, Merdeka Belajar juga selaras dengan gagasan pendidikan Ki Hadjar Dewantara semakin menegaskan bahwa kebijakan yang dalam konteks merdeka belajar tidak menyimpang dari semangat pendidikan nasional, sebagaimana disampaikan Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hadjar Dewantara. Manfaat Merdeka Belajar yaitu dapat mempersiapkan manusia yang memiliki akhlak, berkarakter, dan siap menghadapi perkembangan zaman. Hingga akhirnya generasi Indonesia merupakan manusia pada zamannya, bukan hanya menjadi penonton dari kemajuan zaman.

Menuju Keterbaikan Bangsa

Salah satu tantangan yang semakin nyata adalah pesatnya perkembangan teknologi, Merdeka Belajar juga berupaya mengimbangi perkembangan ini, apalagi dengan kenyataan bahwa di beberapa tahun lalu yang mana pandemi meluluhlantakan prosesi pendidikan kita menjadikan betul bahwa akselarasi pemnafaatan teknologi dalam pendidikan utamanya adalah hal yang tak boleh bisa terhindari.
Sebab dalam dunia pendidikan era kini, kebiasaan baru saat e learning online begitu pesat, banyak hal baru yang dilakukan dengan memanfaatkan perangkat teknoligi dan jaringan internet jika hendak melangsungkan proses pendidikan. Barangkali ini hal yang sebelumnya dirasa agak sulit pun kini bisa dilalui dengan beragam strateginya. Merdeka belajar pun mencoba terus bergerak mengisi berbagai terobosan pemanfaatan akses teknologi.

Platfrom Merdeka Mengajar dan Kanal Indoesiana sebagai salah dua garapan Merdeka Belajar mengambarkan bagaimana keseriusan akan kebutuhan pemanfaatan teknologi menunjang penuh sektor pendidikan kita. Tak hanya di situ, kebutuhan akan penyerdehanaan persoalan adminintrasi kependidikan bagi sekolah, fleksibilitas penggunaan dana bos agar bisa jauh lebih tepat sasaran atau program guru penggerak, perluasaan rekuitmen guru ASN PPPK dilakukan demi menujang peningkatakan kapasitas guru dan kesejahteraannya adalah upaya konstruktif yang terus bergulir dan berdampak positif.

Selain itu, mengenai tantangan zaman modern dan era revolusi industri 4.0 memiliki kebutuhan utama yakni mencapai penguasaan terhadap materi literasi terpadu dan numerasi. Dalam memaksimalkan penguasaan tersebut perlu dibuat sebuah terobosan dalam bidang pendidikan, salah satunya program Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi lulusan secara soft skills maupun hard skills agar lebih siap dan relevan dengan kebutuhan zaman, serta menyiapkan lulusan sebagai pemimpin masa depan bangsa.

Pada akhirnya, semoga Merdeka Belajar menjadi program yang memacu betul keterbaikan bangsa dan negara melalui pendidikan. Tak berhenti begitu saja, semoga segala upaya evaluasi dan masukan serta kritik dan saran menjadi hal terus beriringan.

Jika anda memiliki tulisan opini atau esai, silahkan dikirim melalui mekanisme di sini. Jika memenuhi standar The Columnist, kami dengan senang hati akan menerbitkannya untuk bertemu dengan para pembaca setia The Columnist.
Artikel Lainnya