Pancasila Lahir Untuk Kekuatan Bangsa

Pancasila Lahir Untuk Kekuatan Bangsa 31/05/2024 74 view Hukum tribunnews.com

Dalam pidatonya tanggal 1 Juni 1945 Ir. Soekarno mengusulkan sebuah pemikiran yang merangkum wajah Indonesia secara keseluruhan, dia menyebutnya sebagai Pancasila. Nama ini terdiri atas dua kata dari Sanskerta: पञ्च “pañca” yang berarti lima dan शीला “śīla” yang berarti prinsip atau asas. Jadi, secara harafiah Pancasila diartikan sebagai lima prinsip dasar untuk mendirikan negara Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur.

Dalam pidatonya itu Soekarno mengatakan “Sekarang banyaknya prinsip: kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan ketuhanan, lima bilangannya. Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan ini dengan petunjuk dari seorang teman kita ahli bahasa – namanya ialah Pancasila. Sila artinya asas atau dasar, dan di atas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi.”

Usulan ini banyak diterima oleh berbagai pihak, sehingga sebelum sidang ditutup, dibentuk panitia kecil untuk merumuskan kembali Pancasila sebagai dasar negara Indonesia yang diusulkan oleh bung Karno, tepat saat itulah lahir Pancasila yang saat ini tetap menjadi falsafah hidup bangsa Indonesia. Yang kemudian Pancasila disahkan secara resmi pada Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945, di mana keputusan sidang menyetujui bahwa Pancasila dicantumkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar 1945 sebagai dasar negara Indonesia yang sah.

Pancasila lahir dari keadaan sejarah hidup bangsa Indonesia, terbit dari hidup sehari-hari, apa yang dialami dan yang selalu dilakukan. Melalui hal-hal kecil dan sederhana itu, Soekarno menyebutnya sebagai landasan hidup bangsa Indonesia yaitu Pancasila. Dia tidak mengambil ide pemikiran itu berdasarkan pengalamannya dari luar negeri, tapi dia mengambil pemikiran itu bersama masyarakat Indonesia yang plural dan beragam. Dasarnya pun berasal dari konsensus (kesepakatan masyarakat), bukan dari sebuah kompromi.

Pancasila yang adalah dasar hidup negara Indonesia ini secara otomatis menjadi sebuah ideologi negara, sehingga Indonesia tidak mudah dihancurkan oleh bangsa asing. Ideologi Pancasila merupakan ideologi resmi Negara Kesatuan Republik Indonesia, digali dari akar budaya dan merupakan kristalisasi dari unsur-unsur sosio kultural bangsa Indonesia. Sehingga ideologi Pancasila sangat berbeda dengan ideologi-ideologi lainnya seperti liberalisme, kapitalisme, komunisme, sosialme, dan lain-lain. Ideologi yang dipegang oleh negara Indonesia yaitu ideologi terbuka artinya mampu berkembang dan bertumbuh sesuai dengan perkembangan dan kondisi masyarakat Indonesia.

Saat ini Pancasila sebagai sebuah ideologi negara mulai diabaikan oleh penguasa di pemerintahan maupun oleh masyarakat sendiri. Para pemerintah dengan segala kehormatanya seolah-olah mengangkat nilai dari Pancasila, padahal secara tidak langsung memunculkan nilai diktatorisme yang ingin berkuasa tanpa memperhatikan jeritan masyarakat. Di sisi lain, masyarakat Indonesia pun tidak mengamalkan nilai Pancasila itu, masih banyaknya terjadi diskriminasi agama dan budaya, tidak ada keadilan bagi mereka yang miskin dan kecil. Padahal dalam sila pertama dirumuskan dengan sangat jelas yakni ketuhanan yang maha esa dan dalam sila kelima dibunyikan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pancasila sepertinya hanya sebuah nilai omong kosong, jika yang tertulis tidak bisa diwujudnyatakan dalam kehidupan bermasyarakat. Karena Pancasila tidak lahir untuk tulisan mewah atau gambar indah di gedung-gedung mulia Jakarta. Pancasila lahir untuk memberi dasar dan arah yang baik bagi masyarakat Indonesia, supaya mampu bertumbuh dalam keberagaman yang terjadi. Untuk mewujudkan nilai-nilai Pancasila, memang sangat sulit, perlu perjuangan yang keras dalam menghadirkannya di kehidupan nyata. Sejak lahirnya Pancasila sampai sekarang ini, tidak ada sejarah yang baik selalu terjadi, namun tidak ada juga sejarah yang jahat saja yang selalu terjadi. Ada pembangunan, di sisi lain ada juga keruntuhan. Ada kejayaan, dan ada juga kekelaman. Tidak ada negara yang sempurna, bahkan negara-negara Eropa sekalipun.

Karena itu meski negara Indonesia masih banyak terjadi masalah, entah itu masalah suku, bahasa, agama, tapi yang tetap harus dipegang adalah semangat Pancasila. Karena dengan semangat Pancasila, kita mampu menyatukan negara Indonesia yang beragam ini menjadi satu nasib dan satu rasa. Ada perbedaan, bukanlah suatu masalah, tapi sebuah warna yang mampu memberi keindahan dalam keberagaman. Nilai-nilai Pancasila harus terus digaungkan oleh berbagai pihak, tidak hanya pemerintah, tapi juga masyarakat. Setiap golongan masyarakat: anak-anak, muda dan tua, profesi apapun itu, harus mampu mengamalkan nilai Pancasila dalam kehidupannya. Saling gotong royong, menghargai, memberi keadilan, Bersatu: terlihat sangat sederhana, tapi itulah nilai Pancasila sebenarnya.

Jika anda memiliki tulisan opini atau esai, silahkan dikirim melalui mekanisme di sini. Jika memenuhi standar The Columnist, kami dengan senang hati akan menerbitkannya untuk bertemu dengan para pembaca setia The Columnist.
Artikel Lainnya