Sejuta Cinta untuk Palestina: Momentum Membangkitkan Persatuan Ummat

Direction of Insan Madani Library and Staff Centre of Research Civilization and Islamic Literature
Sejuta Cinta untuk Palestina: Momentum Membangkitkan Persatuan Ummat 28/06/2024 77 view Agama ydsfpeduli.org

Baru-baru ini, Israel kembali melululantahkan tempat pengungsian terakhir warga sipil Palestina di Rafah, pada tanggal 26 Mei 2024 lalu. Kejadian yang sungguh menyedihkan jika melihat kondisi negara Palestina saat ini. Semenjak awal bulan oktober 2023 tahun lalu, ummat Islam kembali digencarkan dengan hebohnya berita mengenai pengepungan Palestina oleh Israel. Hal ini tentu saja memicu reaksi ummat Islam se-seluruh antero dunia untuk mengutuk keras Israel agar berhenti melakukan aksi genosida mereka yang sangat brutal itu kepada masyarakat Palestina. Masyarakat, khususnya ummat Islam juga berbondong-bondong menuntut kebebasan hak Palestina segera sebagai negara merdeka dan terhindar dari penjajahan yang keji.

Seperti yang bisa kita lihat bersama, hari demi hari pasukan Israel mengepung dan menghancurkan setiap daerah di kawasan Palestina, bahkan tempat pengungsian terakhir warga Palestina di daerah Rafa juga ikut dihancurkan oleh tentara Israel. Menurut laporan dari CNBC Indonesia yang dirilis pada tanggal 28 Mei 2024, secara mengejutkan Perdana Menteri Israel Netanyahu menyatakan bahwa akan terus melanjutkan peperangan melawan pasukan Palestina yakni Hamas.

Dimanakah Posisi PBB?

Sudah lebih dari 100 tahun konflik Palestina dengan Israel sejak 2 november 1917 belum juga berakhir, sudah banyak warga Palestina yang berjatuhan akibat invasi besar-besaran yang dilakukan oleh Israel. Lantas, dimanakah seharusnya peran PBB sebagai organisasi tinggi lintas negara? Padahal, salah satu peran dan fungsi dibentuknya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) adalah untuk menjaga perdamaian dan keamanan Internasional dari setiap anggotanya, termasuk negara Palestina yang telah resmi menjadi anggota ke-194 PBB.

Posisi PBB memiliki peran sentral terhadap konflik dari kedua negara ini, dalam upaya mendamaikan kedua belah pihak, PBB berperan sebagai jembatan untuk bersama-sama menemukan solusi yang bisa disepakati oleh kedua belah pihak tanpa harus melalui penumpahan darah. PBB dalam posisi ini sebenarnya telah melakukan mediasi berupa usaha diplomatik terhadap kedua negara untuk bisa menyelesaikan berbagai jenis perselisihan, baik dari sisi wilayah, politik, agama dan sebagainya kurang lebih 100 tahun ini, dimulai dari Keterlibatan PBB sudah terjadi sejak 1947, yakni pemisahan tanah Palestina menjadi negara Yahudi, Arab, dan Yerusalem melalui dikeluarkannya Resolusi 181.

Di samping itu, PBB sebagai organisasi tingkat Internasional yang memiliki kewajiban melindungi setiap hak anggotanya, seharusnya bisa melihat bagaimana tindakan memalukan yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina buntut kejadian pasca Hamas menyerang para tentara Israel pada tanggal 07 Oktober 2023 lalu, dan Palestina bersedia melakukan gencatan senjata dengan Israel. Namun, pada kenyataannya justru Israel menyerang secara besar-besaran pengungsian Palestina di Rafah. Tapi sepertinya PBB belum juga bisa berbuat lebih dari hanya sekedar pemberitahuan gencatan senjata dan mediasi terhadap kedua negara tersebut. Seharusnya, jika memang penyelesaian konflik tidak bisa dilakukan dengan cara persuasif, PBB harus memiliki ketegasan terhadap negara yang bertindak di luar batas kewajaran.

Ajakan Masyarakat untuk Palestina

Pada serangan terbaru yang dilakukan oleh Israel pada 26 Mei 2024 lalu, terdapat kurang lebih 36 ribu masyarakat telah meninggal di wilayah Rafah. Setidaknya 81.420 orang terluka di Jalur Gaza di waktu yang sama. Lebih lanjut, tidak kurang dari 1 juta orang telah meninggalkan Rafah sejak 6 Mei. Seperti yang diketahui bersama, wilayah Palestina semakin surut hingga mencapai perbatasan wilayah Mesir, yaitu di Rafah. Dan yang lebih memprihatinkan lagi, tempat untuk menyalurkan bantuan dari negara lain juga telah diblokade oleh Israel.

Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Luar Negeri yang langsung diwakili oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi secara terang-terangan mendukung penuh kemerdekaan Palestina. Hal ini tentu saja perlu diapresiasi karena Indonesia dan negara OKI lainnya masih memiliki hutang, yaitu dengan ikut serta memerdekakan Palestina. Perwakilan DPR-RI dari Fraksi PKS Jazuli Juwaini juga menegaskan bahwa akan turut serta menyerukan kemerdekaan Palestina dari penjajahan dan Invasi Israel.

Keadaan masyarakat Palestina yang saat ini menjadi perhatian hampir di seluruh dunia, masyarakat di seluruh dunia ikut merasakan kesedihan yang mendalam ini, karena tidak seharusnya negara yang masih memiliki hak untuk bermasyarakat dijarah dan dijajah seperti demikian. Masyarakat Palestina memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk menikmati keamanan dunia, baik itu masyarakat sipil, pengusaha, para pejabat, bahkan instansi militer pun. Namun, sayangnya itu semua belum bisa didapat karena invasi yang terus dilakukan oleh Israel.

Melihat keadaan yang dialami masyarakat Palestina saat ini membuat kaum muslimin di seluruh dunia ikut berbondong-bondong melakukan aksi kemanusiaan dan melakukan penggalangan dana untuk membela hak-hak masyarakat Palestina agar memperoleh kemerdekaan, bahkan di negara yang minoritas muslim pun juga ikut melakukan aksi bela Palestina, seperti di Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat. Di samping itu, kaum muslimin di seluruh dunia, tidak hanya di Indonesia, mereka juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk memboikot produk-produk yang secara terang-terangan mendukung Israel. Inilah bentuk solidaritas yang dilakukan oleh kaum muslimin untuk mendukung secara utuh kemerdekaan Palestina.

Momentum Persatuan Ummat Islam

Peristiwa yang saat ini terjadi di Palestina, seharusnya menjadi pukulan telak bagi kita kaum muslimin, khususnya di Indonesia. Dimana keadaan mereka sangat sulit, tapi masyarakat Palestina masih bisa bersatu untuk melawan penindasan terhadap Israel. Sayangnya, masyarakat kita di Indonesia masih suka berdebat dengan hal-hal kecil, bahkan dari mereka saling menyindir di media sosial, hal ini sangat sungguh disayangkan karena bisa timbul deskontruksi moral.

Seharusnya kejadian ini menjadi momentum bagi kita sesama muslim untuk bersatu secara universal melindungi hak-hak Palestina dengan cara kita mengirimkan bantuan terbaik kita, baik itu berupa doa, dana bahkan sandang-pangan. Kita harus membuktikan kepada publik dunia, sebagai salah satu negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia kita mampu untuk berjuang demi kemerdekaan Palestina. Indonesia dengan masyarakat harus menjadi role model bagi negara muslim lainnya bahwa Indonesia layak menjadi teladan percontohan dalam upayanya membela hak-hak Palestina.

Oleh karena itu, kita sebagai masyarakat yang sudah tidak lagi awam seyogyanya harus bisa bersikap lebih bijaksana dan tidak saling melempar batu sesama muslim. Saat ini, masyarakat Palestina membutuhkan uluran bantuan dari kaum muslimin di seluruh dunia, melihat hal itu seharusnya bisa menjadi bentuk evaluasi terhadap diri kita sendiri, apakah kita sudah memberikan yang terbaik terhadap saudara-saudari kita yang berada di Palestina. Masyarakat muslim harus bisa bersatu dan menjalin erat persaudaraan antar sesama agar tercipta suasana kondusif dan keadaan moralitas dari masyarakat bisa terbangun dengan baik.

Jika anda memiliki tulisan opini atau esai, silahkan dikirim melalui mekanisme di sini. Jika memenuhi standar The Columnist, kami dengan senang hati akan menerbitkannya untuk bertemu dengan para pembaca setia The Columnist.
Artikel Lainnya