Momentum Perubahan Pendidikan Virtual Pasca Pandemi

Admin The Columnist
Momentum Perubahan Pendidikan Virtual Pasca Pandemi 15/11/2020 205 view Lomba Esai Thestatesman

Artikel berikut merupakan artikel terpilih Terbaik Kedua karya Andreas Roni dalam lomba esai dan opini kerjasama PPI Tainan dan The Columnist.id dengan tema "Optimalisasi Generasi Emas Indonesia Pasca Pandemi". 

Lomba diselenggarakan sejak Juli 2020-November 2020 dan telah melewati dua tahap penilaian yaitu penjurian tahap pertama oleh The Columnist dan tim ahli, dan penjurian tahap kedua yaitu penilaian publik melalui voting pada instagram PPI Tainan. 

Kepada pemenang, kami ucapkan selamat! Dan kepada pembaca, kami sampaikan 'Selamat Membaca!'

Saat ini negara-negara di dunia masih menghadapi pandemi virus corona varian baru atau yang sering disebut dengan istilah COVID-19. Pandemi ini menjadi ancaman bagi kesehatan manusia secara global. Menurut data dari laman resmi dari organisasi kesehatan dunia, World Health Organisation (WHO), sampai akhir September ini (29/09/2020), sebaran virus corona telah menjangkau ke lebih dari 250 negara di dunia, termasuk Indonesia. Angka infeksi dari virus corona mencapai lebih dari 33 juta orang di dunia, dengan angka kematian mencapai satu juta jiwa.

Beberapa negara saat ini sudah berhasil terlepas dari pandemi corona ini, dan beberapa lainnya sudah mulai berkurang kasusnya. Sedangkan Indonesia jika dilihat dari kurvanya masih belum memasuki puncak dari pandemi ini, masih jauh dari tanda-tanda akan mereda, dan ribuan kasus terus bertambah setiap harinya.

Pademi virus ini berdampak ke berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari kesehatan, ekonomi, bisnis, ketahanan pangan, pendidikan, hingga sosial masyarakat. Aspek yang paling kelihatan adalah ekonomi. Banyak terjadi pemutusan hubungan kerja, banyak usaha yang bangkrut, membuat masyarakat mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan kehidupan sehari-harinya. Dikutip dari Kompas (05/08/2020), perekonomian Indonesia pun saat ini pada kuartal II/2020 mengalami pertumbuhan -5.32 persen. Sementara itu, jika dilihat dari sektor pendidikan. Saat ini siswa sekolah maupun mahasiswa masih belajar secara daring, tidak tatap muka secara langsung.  

Sejatinya di samping dampak negatif tersebut, banyak momentum selama masa pandemi ini yang digunakan untuk membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Banyak sekali hal baru dijadikan peluang yang dapat dimanfaatkan setelah keluar dari masa pandemi ini. Banyak hal yang belum pernah ada di sejarah Indonesia maupun di dunia terjadi di masa pandemi ini.

Pandemi covid-19 ini membuat ide-ide dan inovasi baru bermunculan. Tentunya yang paling kentara adalah di bidang pemanfaatan teknologi. Selama pandemi ini teknologi memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat di masa tatanan normal baru. 

Pada industri perdagangan, para pelaku ekonomi melakukan konversi dari offline ke online. Dengan adanya bisnis secara online, maka imbasnya dapat meningkatkan juga penggunaan pembayaran secara digital. Teknologi juga tentunya sangat berguna pada kesehatan baik yang berhubungan dengan korban pandemi maupun pasien lainnya. Baik pada sistem maupun pada hal teknis.

Disamping itu, di bidang pendidikan yang selama pandemi ini tidak ada pengajaran tatap muka, peran teknologi sangat vital dalam belajar secara daring. Para siswa sekolah dan mahasiswa menggunakan perangkat mereka masing-masing untuk belajar secara daring. Awalnya memang banyak kendala yang muncul dari sistem belajar secara daring ini. Mulai dari ketidaksiapan sumber daya pengajar, bahkan juga pada kemampuan siswa beradaptasi dalam belajar secara daring ini.

Namun lama kelamaan permasalahan tersebut mulai teratasi. Para pengajar sudah terbiasa menggunakan media pembelajaran daring. Institusi pendidikan juga mulai menyediakan fasilitas pendukung pembelajaran daring ini. Bahkan malah muncul banyak inovasi mengenai pengajaran dengan sistem daring. Lalu bagaimana jika pandemi ini berakhir? Kira-kira hal apa sajakah yang dapat dipertahankan dan dioptimalkan ?

Dibalik pandemi ini, akan tercipta banyak peluang untuk terus membenahi sistem pendidikan di Indonesia. Pada pembelajaran jarak jauh (PJJ) ini muncul inovasi-inovasi baru mengenai pembelajaran sistem daring ini. Mahasiswa dan dosen juga mulai terbiasa menggunakan perangkat pembelajaran semacam Zoom, Google Meet, Skype, dan media lainnya. Disamping untuk kegiatan pengajaran reguler, saat ini banyak program baru yang ditawarkan buah dari pandemi ini. Contoh programnya adalah virtual exchange, virtual short course, dosen tamu, webinar dan kursus daring, serta kuliah umum. Program-program tersebut sejatinya cukup baik untuk dilanjutkan di masa setelah pandemi ini berakhir.

Salah satu yang bisa dimanfaatkan adalah dengan melakukan kerja sama dengan universitas-universitas di luar negeri untuk melakukan exchange student program atau program pertukaran pelajar. Jika biasanya dilakukan secara langsung dengan mendatangi universitas terkait, maka di masa pandemi ini program dapat dijalankan dengan sistem daring.

Program pertukaran pelajar sendiri merupakan suatu program yang memberikan kesempatan kepada pelajar untuk merasakan pembelajaran di sekolah/kampus lain, biasanya di luar negeri. Namun pada masa pandemi seperti ini, tentunya bukan lah merupakan waktu yang tepat untuk melakukan program pertukaran pelajar secara langsung.

Saat ini banyak universitas yang menyediakan kuliah secara daring. Hal ini dapat dimanfaatkan oleh kampus-kampus di Indonesia untuk menjalin kerja sama dengan kampus di luar negeri untuk mengadakan program pertukaran pelajar secara virtual.

Konsepnya adalah dengan mencari universitas yang menawarkan mata kuliah yang sesuai dengan mata kuliah yang ada dalam kurikulum dalam kampus. Kemudian menawarkan kepada mahasiswa masing-masing bagi yang berminat untuk mengambil mata kuliah yang ditawarkan dalam program Virtual Exchange Student Program. Sehingga nanti bisa digunakan untuk mewakili mata kuliah tersebut.

Selain dengan mengikuti kursus di kampus lain untuk mendapat ilmu, juga dapat dilakukan dengan mengundang dosen dari universitas lain, baik dalam maupun luar negeri, untuk mengajar di salah satu mata kuliah. Sistem yang digunakan adalah secara daring melalui video conference. Tetapi tetap ada satu dosen dari universitas yang bersangkutan untuk memberikan penjelasan tambahan kepada para mahasiswa. Jadi kedua dosen berkolaborasi dalam memberikan materi perkuliahan. Hal ini bermanfaat dalam memberikan insight baru bagi para pelajar. 

Pada masa pandemi seperti ini, banyak kursus-kursus yang dilakukan secara daring. Kursus itu dapat berasal dari suatu lembaga ataupun dari institusi pendidikan. Contohnya adalah Coursera, Datacamp, dan Duolingo, sementara universitas yang memberikan pembelajaran mata kuliah secara daring yang bisa diakses oleh umum diantaranya adalah University of Leeds dan University of California.mengenai manajemen bisnis, Massachussets Institute of Technology (MIT) mengenai kewirausahaan, University of Florida mengenai perencanaan keuangan, dan kursus-kursus dari universitas terkemuka dunia lainnya yang bisa dicek di masing-masing laman resmi universitas.

Keuntungan dari mengikuti program kursus daring adalah bisa mendapat wawasan ilmu baru yang diperoleh secara mudah dan bahkan gratis. Selain itu, banyak program yang memberikan setifikat penilaian ketika peserta program telah menyelesaikan semua agenda dalam program terkait.

Begitupula dengan sistem perkuliahan. Kuliah umum pada situasi normal dilakukan dengan mengundang dosen-dosen atau profesor dari kampus di negara lain di dunia. Tentunya biaya yang tidak sedikit yang harus dikeluarkan, terkhusus untuk akomodasinya. Pada situasi pandemi seperti ini, kegiatan kuliah umum sangat memungkinkan untuk dilakukan secara daring.

Bekerja sama dengan kampus lain, mengundang seorang profesor atau profesional yang ahli di bidangnya untuk mengisi di virtual kuliah umum tersebut. Terntunya hal ini akan menjadi lebih mudah, dan akan menekan biaya yang akan dikeluarkan, bahkan bisa nol rupiah.

Jadi dibalik dampak negatif dari pandemi ini, sejatinya ada sisi baik yang dapat dipertahankan seusai pandemi ini. Semua ini adalah realisasi positif yang diciptakan oleh pandemi ini sebagai momentum untuk menciptakan sebuah transformasi atau perubahan, khususnya di bidang pendidikan. 

Program-program virtual seperti virtual exchange, virtual short course, dosen tamu, webinar dan kursus daring, serta kuliah umum, bermanfaat jika dapat dilanjutkan setelah masa pandemi ini usai. Perubahan positif ini yang diharapkan nantinya akan mampu mengakselerasi pendidikan Indonesia menjadi jauh lebih baik lagi selaras dengan perkembangan teknologi informasi yang pesat. Semoga pandemi ini segera berakhir, dan pendidikan Indonesia kembali bergeliat.

Jika anda memiliki tulisan opini atau esai, silahkan dikirim melalui mekanisme di sini. Jika memenuhi standar The Columnist, kami dengan senang hati akan menerbitkannya untuk bertemu dengan para pembaca setia The Columnist.
Artikel Lainnya