SUMBANGSIH AGAMA DAN FILSAFAT PADA SAINS

SUMBANGSIH AGAMA DAN FILSAFAT PADA SAINS 24/12/2021 208 view Budaya https://id.pinterest.com/pin/758997343432388682/

Ilmu pengetahuan ada untuk membantu perkembangan umat manusia, mulai dari hal paling sederhana seperti membangunkan kita saat tidur hingga mengkonstruksi sebuah bangunan. Perkembangan teknologi tidak hanya berjalan sesingkat kita menggosok gigi, perkembangan sains hingga bisa berkembang seperti sekarang mengalami perjalanan yang sangat panjang.

Perjalanan perkembangan sains hingga bisa secanggih pada saat ini dipengaruhi banyak faktor, salah satunya adalah agama dan filsafat. Agama dan filsafat berpengaruh besar dalam keberadaan ilmu pengetahuan. Bisa dikatakan sains akan pincang tanpa adanya filsafat dan agama.

Pekembangan peradaban besar diawali di masa Yunani kuno. Pada masa itu kebanyakan masyrakat Yunani adalah seorang paganisme, namun tidak semua dari mereka adalah seorang pagan. Ada beberapa dari mereka yang menolak doktrin kepercayaan yang telah ada, lalu mereka mempertanyakan segala sesuatu dan menyelidikinya secara logis.

Filsafat lahir dari segelintir orang yang mempertanyakan apa inti penyusun kehidupan yang ada di bumi hingga berkembang mempertanyakan siapa yang menciptakan mereka. Dari pertanyaan-pertanyaan tersebutlah memuncul sebuah pengetahuan empiris yang sangat kompleks dan kita kenal pada saat ini bernama sains.

Filsafat memiliki dua cabang besar yaitu agama dan sains. Filsfat yang beraklturasi dengan agama dan menjadikanya sebuah aliran bernama tasawuf, yang ada dalam kebudayaan Islam. Lalu filsafat yang berkembang dalam penelitian empirisme melahirkan sains. Filsafat sendiri sangat berdampak dalam peradaban umat manusia.

Filsafat tidak hanya digunakan pada awal perkembangan sains, ia masih dipergunakan sains hingga saat ini dan melahirkan keilmuan yang bernama filsafat ilmu. Filsafat ilmu sendiri pada dasarnya digunakan untuk mengkaji dan menggali kebuntuan sains itu sendiri.

Perkembangan ilmu pengetahuan memunculkan banyak penelitian. Dari banyaknya penelitian tersebut tentu saja menimbulkan berbagai permasalahan baru yang terkadang tidak dapat dijangkau oleh sains. Filsafat berdampak besar dalam mengatasi kebuntuan perkembangan sains.

Kebuntuan perkembangan sains memiliki banyak permasalahan, mulai dari permasalah risiko dari sebuah penelitian hingga permasalahan penggunaan produk sains. Filsafat berfungsi untuk mengkaji apakah di setiap penelitian menghasilkan manfaat atau hanya menimbulkan risiko saja. Filsafat ilmu juga mengkaji permasalahan baru yang lahir dari penemuan tersebut.

Salah satu dari permasalahan sains yang kita hadapi pada masa kini adalah ‘perkembangan teknologi yang begitu cepat’. Perkembangan teknologi yang sangat cepat menghasilkan banyak manfaat namun juga menghasilkan permasalahan baru. Salah satunya adalah mental masyarakat yang belum siap menerima teknologi tersebut.

Ketidaksiapan mental masyarakat dalam menerima perkembangan sebuah teknologi menimbulkan dampak berkepanjangan. Penyalahgunaan media sosial adalah salah satu dari sekian banyak masalah dari ketidaksiapan mental masyarakat menerima perkembangan teknologi.

Penyalahgunaan media sosial berakibat kericuhan massa, yakni akibat menerima berita palsu yang bertebaran di media sosial. Ketidaksiapan mental mayrakat ini yang menjadi PR bagi filsafat untuk menemukan titik temunya.

Lalu dimana letak agama dalam perkembangan sains? Agama tidak hanya mengajarkan soal doktrin kepercayaan tertentu saja, agama juga mengajarkan sebuah etika. Agama berpengaruh di sains dalam ranah etika. Perkembangan ilmu pengetahuan menghasilkan banyak penelitian, tidak sedikit dari penelitian tersebut yang menomorduakan etika.

Sains tanpa etika akan menjadi mengerikan, seperti yang telah terjadi pada perang dunia ke-2 ketika kelompok Nazi melakukan berbagai macam penelitian terhadap tawanan perang, menjadikan mereka sebagai kelinci percobaan. Penelitian yang mereka lakukan menimbulkan banyak risiko daripada manfaat.

Etika mengatur apakah sebuah penelitian layak dilakukan dan tidak menimbulkan masalah baru yang sangat besar. Sumbangsih agama juga dapat mengatur mental masyarakat dalam perkembangan sains. Seperti pada saat pandemi ini, para agamawan menyampaikan kepada jaamatnya untuk melakukan vaksinasi agar pandemi segera berakhir.

Peran agama dalam sains tidak dapat diremehkan. Meskipun beberapa ilmuwan ada yang tidak beragama, namun setidaknya agama memiliki ajaran tentang etika yang mengajarkan kita dapat mengambil keputusan dengan baik dan bijaksana.

Meskipun filsafat, agama, dan sains memiliki banyak perbedaan pendapat, namun pada dasarnya mereka berkesinambungan antara satu dengan yang lain. Filsafat akan hanya menjadi teori tanpa henti jika tidak adanya sains dan agama. Agama hanya menjadi sebuah alasan untuk kemalasan manusia tanpa adanya filsafat dan sains. Sains akan menjadi tidak beraturan tanpa adanya Filsafat dan agama.

Perbedaan di antara filsafat, agama, dan sains menjadikan kita lebih kaya dalam melihat sebuah persitiwa. Bisa dilihat dari kacamata filsafat, agama dan sains. Bukan berarti perbedaan yang ada dalam ketiga bidang keilmuan tersebut menjadikan kita menutup diri untuk mempelajari keilmuan tersebut.

Sumbangsih filsafat, dan agama terhadap sains menjadikan perkembangan peradaban umat manusia menjadi lebih baik. Tidak dapat dibayangkan apabila tidak ada mereka bertiga dalam perkembangan peradaban umat manusia. Kehadiran ketiga kelimuan tersebutlah yang membantu manusia untuk terus berkembang di dunia.

Jika anda memiliki tulisan opini atau esai, silahkan dikirim melalui mekanisme di sini. Jika memenuhi standar The Columnist, kami dengan senang hati akan menerbitkannya untuk bertemu dengan para pembaca setia The Columnist.
Artikel Lainnya