Hilangnya Permainan Tradisional Kami

PNS BKKBN
Hilangnya Permainan Tradisional Kami 21/01/2024 65 view Lainnya smpn3wateskp.sch.id

Biasanya di Hari Minggu saat libur kerja, saya hanya di rumah saja, menghabiskan waktu bermain bersama keluarga. Namun pada saat libur minggu lalu, saya keluar rumah pergi ke bumi perkemahan yang ada di kota kami.

Sesampainya di tempat tersebut, saya melihat sekelompok anak muda yang sedang berkemah. Saya pun berhenti dan duduk memperhatikan aktivitas sekelompok anak-anak muda yang sedang mempersiapkan diri untuk beraktivitas bersama-sama.

Setelah beberapa saat lamanya mereka mempersiapkan untuk memulai beraktivitas secara bersama-sama, saya pun menjadi paham bahwa mereka akan melakukan sebuah permainan tradisonal, yang semenjak saya tinggal di kota ini sangat jarang sekali saya lihat permainan yang akan mereka mainkan di bumi perkemahan pada saat itu.

Akhirnya mereka pun mulai permaian bersama-sama. Adapun nama permainan yang sedang mereka lakukan adalah adalah permainan gobak sodor. Permainan ini merupakan permainan yang menghalangi lawan untuk mencapai garis akhir. Permainan gobak sodor ini dimainkan oleh dua tim yang masing-masing terdiri dari 3 (tiga) orang atau lebih tergantung luas area bermain dan jumlah pemain yang tersedia. Satu tim dalam permainan gobak sodor bertugas sebagai penghalang dan satu tim sebagai penyerang.

Gobak sodor dimainkan pada lapangan berbentuk bujur sangkar yang pembatasnya ditandai dengan kapur. Di desa-desa jaman dulu ketika kapur tidak tersedia maka pembatasnya berupa tumpukan batu kecil. Posisi penyerang dan penjaga ditukar ketika pemain penyerang disentuh oleh pemain penghalang.

Permainan gobak sodor merupakan permaian tradisional beregu, yang membutuhkan kerjasama, kelincahan dan gerakan-gerakan sederhana untuk bisa memenangkan pertandingan.

Di masa kanak-kanak jaman dahulu, ketika saya masih tinggal di desa permaian tradisional gobak sodor ini adalah permainan yang mengasyikkan. Namun saat ini permaian gobak sodor sudah sangat jarang dimainkan bahkan di desa-desa. Bukan hanya permainan gobak sodor yang mulai menghilang namun juga permainan tradisional yang lainnya seperti petak umpet dan juga egrang serta permaian-permainan tradisional yang lainnya.

Mulai menghilangnya beberapa permaian tradisional seperti gobak sodor saat ini karena mulai terdesak oleh bentuk-bentuk permaian baru seperti game online atau aplikasi-aplikasi permainan yang lainnya yang bisa dengan mudah dimainkan cukup melalui gadget.

Namun demikian munculnya game online atau aplikasi-aplikasi game yang lainnya yang dapat dengan mudah dimainkan menggunakan gadget tersebut memiliki dampak-dampak negatif yang dapat merugikan pada diri anak itu sendiri.

Dampak negatif tersebut antara lain anak lebih cenderung bersifat individualis, lebih suka menyendiri, tingkat konsentrasi anak bisa menurun yang dapat mengganggu pada prestasi akademik, dapat merusak kesehatan mata, bisa mengakibatkan gangguan motorik dan juga anak bisa cenderung lebih agresif. Dampak fatal lainnya adalah bahwa anak bisa kecanduan bermain game online atau kecanduan menggunakan gadget sehingga hal ini dapat merusak perkembangan dan kesehatan mental anak-anak.

Untuk itu, agar kehadiran game online atau aplikasi game lainnya yang memicu menghilangnya permainan-permainan tradisional agar tidak memberi dampak yang negatif maka orang tua wajib melalukan beberapa hal antara lain adalah memberikan batasan waktu kepada anak ketika melakukan permainan game online, mendampingi anak saat melakukan game online, melakukan aktivitas menyenangkan bersama anak selain bermain game online, memberikan konsekuensi ketika aturan tidak ditaati.

Memang benar bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang salah satunya di bidang komunikasi dengan hadirnya gadget dan menyediakan berbagai macam permainan game seperti game online dan aplikasi-aplikasi game yang lainnya adalah sebuah keniscayaan yang tak bisa kita tolak. Namun demikian kita harus bijak dalam memanfaatkan itu semua, agar dampak-dampak negatif yang bisa merusak perkembangan masa depan anak dapat kita cegah.

Hadirnnya permainan game online dan aplikasi game-game yang lainnya seharusnya tidak harus mendesak dan menghilangkan permainan-permaian tradisional seperti gobak sodor, egrang atau pun petak umpet. Kehadiran game online dan juga aplikasi game-game yang lainnya harusnya saling melengkapi dengan permaianan-permainan tradisional yang telah ada, sehingga dampak-dampak negatif dari game oline atau aplikasi-aplikasi yang lainnya bisa tertutupi jika anak juga diperkenalkan pada permainan-permaian tradisional yang lebiih mengajarkan pada kerjasama, sosialiasi, komunikasi, ketrampilan dan ketangkasan secara nyata.

Tiba-tiba saja, saya rindu masa kecil saat kami bersama teman-teman kecil kami memainkan permainan tradisional di kampung kami.

Jika anda memiliki tulisan opini atau esai, silahkan dikirim melalui mekanisme di sini. Jika memenuhi standar The Columnist, kami dengan senang hati akan menerbitkannya untuk bertemu dengan para pembaca setia The Columnist.
Artikel Lainnya