Etika Filsafat Islam

Mahasiswa
Etika Filsafat Islam 13/05/2022 19 view Lainnya pixabay.com

Sering kali kita mendengar kata etika, etika merupakan suatu hal yang unik atau menarik dan tak pernah usai untuk dibahas dan diperbincangkan. Mengapa demikian? Sebab etika membahas mengenai baik dan buruk. Dalam hal ini etika membahas mengenai segala hal yang ada kaitannya dengan kehidupan manusia seperti halnya kebahagiaan dan juga kebaikan.

Manusia adalah makhluk yang diberi kelebihan yaitu dikaruniai akal dan pikiran, manusia mampu menggunakan akal dan pikirannya untuk mengembangkan pengetahuan dan dengan akalnya manusia mampu menentukan mana yang baik dan yang buruk untuk dirinya dan sekitarnya.

Tak jarang kita mendengar etika itu digunakan sebagai tolak ukur dalam tindakan manusia seperti halnya kebaikan maupun keburukannya. Sebagai contoh ketika di dalam kendaraan umum seperti bis yang dalam keaadan ramai ada seseorang yang tanpa pamrih merelakan kursinya kepada orang yang sudah tua, maka orang itu disebut sebagai seseorang yang ber-etika baik. Namun anggapan itu dianggap kurang benar, anggapan itu merupakan moral bukan etika. Sebagian masyarakat mungkin memandang sama makna etika dan juga moral. Namun etika itu berbeda dengan moral. Etika itu suatu bahasan dalam filsafat ataupun pemikiran dan pandangan kritis mengenai ajaran dan pandangan moral. Etika ada kaitannya dengan ilmu, namun ajarannya lebih bersangkutan kepada moral.

Dalam Islam etika disebut dengan akhlak yang mana arti akhlak yang berarti budi pekerti dan watak. Oleh karena itu etika dalam Islam itu serupa dengan ilmu akhlak. Etika sering kali disamakan dengan akhlak namun etika tidak sama persis dengan akhlak, keduannya dianggap sama sebab keduanya memang membahas mengenai baik dan buruknya tingkah laku manusia, tetapi akhlak lebih cenderung pada kelakuan dan budi pekerti sedangkan etika itu lebih cenderung pada tumpuan filosofi nya yang membahas ilmu, mengenai apa yang baik dan apa yang buruk.

Ada pembedaan antara filsafat dengan filsafat yang lainnya. Dalam etika Islam semua perbuatan manusia dianggap atau dikatakan beretika itu tergantung pada niatnya dan juga hukum agamanya. Perbuatan tersebut itu akan dianggap baik apabila mempunyai maksud dan tujuan yang baik akan tetapi perbuatan yang buruk itu tidak akan bisa dianggap baik walaupun mempunyai maksud dan tujuan yang baik seperti contoh ada seorang pencuri yang mencuri harta orang yang mempunyai harta lebih atau orang yang kaya dan disumbangkan kepada orang yang membutuhkan. Hal itu merupakan suatu tindakan yang buruk namun mempunyai tujuan yang baik tetapi dalam etika Islam itu tetap dianggap buruk.

Di dalam etika Islam terkandung tujuan agar mengarahkan manusia kepada kebaikan dan menghindarkan kepada keburukan ataupun bahaya. Seperti halnya ketika kita disuruh untuk memilih dan pilihannya itu mendahulukan kebaikan atau menghindari bahaya maka kita akan memilih mendahulukan kebaikan dan menghindari bahaya sebab menghindari bahaya itu juga termasuk dari kebaikan seperti contoh seperti kejadian yang tak lama ini terjadi yaitu adanya virus Corona yang mengharuskan kita untuk berdiam diri di rumah agar terhindar dari wabah penyakit tersebut dan pemerintah memberikan aturan agar melakukan salat di rumah padahal kita tahu bahwa salat berjamaah di masjid itu pahalanya lebih besar namun kita menghindari bahaya akan terjangkitnya virus Corona tersebut sebab jika kita nekat untuk salat di masjid kita tidak tahu apakah di dalam masjid itu semuanya terhindar dari virus Corona. Untuk itu, menghindari bahaya dari paparan virus itu harus diutamakan dari pada berjamaah di masjid walaupun pahalanya lebih banyak.

Etika Islam tidak akan bisa lepas dari pemikiran ataupun pandangan para filosof muslim sebab hal itu yang mewarnai khazanah keilmuan Islam. Filsafat Islam ketika menelaah mengenai etika itu selain dari ajaran-ajaran Islam juga mempunyai sumber tersendiri yaitu sumber Yunani. Seperti halnya konsep etika Al-Farabi yang mengaitkan antara jiwa dan perbuatan manusia. Al-Farabi memaknai etika sebagai ilmu yang berhubungan dengan jiwa yaitu yang mempelajari tentang kondisi jiwa, namun bukan hanya itu beliau juga mengaitkan etika dengan pembahasan tentang kebahagiaan. Al-Farabi menyebutkan dalam salah satu kitabnya bahwa kebahagiaan adalah akhir pencapaian kesempurnaan bagi manusia.

Adapun kajian filsafat etika Ibnu Maskawaih itu didasarkan pada kejiwaan, Moral etika ataupun akhlak dalam pandangan Ibnu Maskawaih itu adalah sikap mental yang mendorong untuk berbuat tanpa adanya pertimbangan. Pemikiran etika menurut Ibnu Maskawai itu dibagi menjadi tiga bagan yaitu cara dalam memperoleh kebaikan, cara dalam memperhatikan kebaikan atau memelihara jiwa agar tetap sehat, dan cara yang menghindarkan jiwa dari keburukan. Ibn Miskawayh menguraikan mengenai empat kebaikan utama yaitu keberanian, pengendalian diri, kebijaksanaan dan keadilan.

Keberanian yang dimaksud di sini adalah kemampuan dalam menahan dan mengutarakan amarah, semangat yang tinggi, dan mampu melawan dari bahaya. Keberanian merupakan suatu bagian dari kebaikan namun apa bila keberanian digunakan untuk keburukan maka itu sama saja buruk dan tidak dianggap baik dalam ajaran Islam.

Al Ghazali memaknai etika seperti halnya ilmu yang dipakai agar memperoleh kebaikan dan menghindari kejahatan bagi jiwa. Pemikiran Al-Ghazali mengenai etika sependapat dengan Ibn Maskawaih yaitu penyelidikannya harus dimulai dengan pengetahuan, pemahaman dan pendekanan yang membahas tentang jiwa. Mengenai pengelompokan tentang jiwa manusia Al-Ghazali membaginya ke dalam tiga hal yaitu daya berpikir, daya berni dan daya nafsu dan pengelompokan itu sama halnya dengan pandangan Ibnu Maskawaih. Oleh sebab itu Al-Ghazali mengedepankan pada konsep Penjernihan jiwa, sebagai proses pembersihan hati dari berbagai sifat yang buruk dan penyempurnaan jiwa dengan sifat yang baik.

Jika anda memiliki tulisan opini atau esai, silahkan dikirim melalui mekanisme di sini. Jika memenuhi standar The Columnist, kami dengan senang hati akan menerbitkannya untuk bertemu dengan para pembaca setia The Columnist.
Artikel Lainnya