Reza Arap Dan Nilai Solidaritas

Pencinta Produk Lokal
Reza Arap Dan Nilai Solidaritas 17/05/2020 1868 view Opini Mingguan pixels.com

Di tengah merebaknya pandemi Covid-19, setiap orang berusaha untuk melakukan upaya-upaya demi menanggulangi penyebaran virus serta berusaha memutus rantai penyebarannya. Selain tenaga medis, di tengah situasi seperti ini influencer juga punya peran yang cukup besar terutama untuk menyampaikan informasi seputar corona. Sebab apapun yang dilakukan oleh influencer, sedikit banyaknya pasti akan diikuti oleh para pengikutnya.

Influncer adalah mereka yang mempunyai followers atau audience yang cukup banyak di social media seperti artis,selebgram, blogger, youtuber, dan lain sebagainya serta mempunyai pengaruh yang kuat terhadap followers. Mereka diminati dan dipercaya oleh followers dan audience, sehingga apa yang mereka pakai, sampaikan atau lakukan bisa menginspirasi dan mempengaruhi para followersnya.

Influencer mempunyai peran yang strategis dalam membentuk budaya masyarakat dunia maya, bahkan hingga dipraktikkan dalam dunia nyata. Seorang influencer yang bergerak dalam dunia hiburan, akan cenderung membuat konten yang sedang viral untuk memenuhi konten kekinian, misalnya budaya pop seperti Kpop, Tiktok yang akhir-akhir ini menjadi viral. Konten yang dibawakan oleh influencer cukup memengaruhi gaya hidup generasi milenial.

Para influencer memiliki tanggung jawab dan tuntutan untuk berpikir matang sebelum mengunggah sesuatu. Pengikut mereka tidak hanya terdiri dari golongan dewasa, namun juga banyak anak di bawah umur yang mana mereka tentu belum bisa memilah mana yang benar dan mana yang salah.

Reza Arap adalah salah seorang youtuber sekaligus gamer yang kini telah mencapai subscriber hingga 1.7 juta (TribunManado.com). Akhir-akhir ini namanya menjadi santer diperbincangkan di media sosial atas niat baiknya mengajak sesama influencer untuk meminta dukungan dan bantuan demi membantu orang-orang yang tidak mempunyai tempat tinggal karena di PHK dari perusahaannya.

Reza Arap, Personel dari Weird Genius dalam salah satu cuitan yang ditulisnya di akun Twitter pada 23 April yang lalu mengajak influncer, selebgram dan orang-orang kaya untuk membantu orang-orang yang tidak punya tempat tinggal akibat di PHK dari tempat kerja dengan cara menyewa GOR untuk mereka tinggali selama kurang lebih 3 bulan.

Niat baik sang youtuber kurang mendapat respon baik dari sesama influencer. Dilansir dari KapanLagi.com (24/4/2020), ketika dihubungi KapanLagi.com, Reza mengakui bahwa cuitannya di Twiter kurang mendapat perhatian dari sesama influncer maupun artis. Justru sebaliknya, Reza mengakui bahwa yang merespon niat baiknya adalah rekan bisnisnya yang bergantian menghubunginya untuk membicarakan niat baik tersebut.

Influencer Di Tengah Pandemi Covid-19

Di tengah situasi seperti ini peran influencer sangatlah penting. Pengamat politik, Karyono Wibowo (TribunNews.com 26/3/2020) mengakui betapa pentingnya peran influencer dalam situasi Pandemi Covid-19 ini. Beliau dalam pernyataannya menyadari bahwa pemerintah dalam hal ini Satgas Percepatan Penanganan virus corona tidak mampu bekerja sendirian. Oleh karena itu ia sangat mengharapkan partisipasi aktif masyarakat terutama para influencer untuk bersama-sama berjuang memutus rantai penyebaran pandemic Covid-19.

Peran influencer sangatlah urgen dalam mengedukasi masyarakat terkait cara pencegahan dan penanganan virus corona. Dengan demikian, para influencer harus mampu memberikan informasi yang valid serta bekerja keras untuk menepis hoaks yang semakin gencar berkeliaran di sosial media. Selain itu, mereka juga berperan penting untuk membangun opini masyarakat dan menghapus stigma-stigma negatif, terutama stigmatisasi terhadap tenaga medis dan pasien positif corona.

Terkait edukasi, ada beberapa hal yang dapat dilakukan para influencer untuk mengedukasi para followersnya dan juga bagi masyarakat umum. Salah satunya adalah meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap corona. Selain itu, mereka juga dapat memberi motivasi serta cara-cara agar masyarakat tetap sehat selama corona.

Mengenai kesadaran dan kewaspadaan terhadap corona serta dalam aspek kesehatan masyarakat, para influencer harus mampu mencontohkan para followersnya bagaimana agar mereka tidak menyepelekan corona, semisal melakukan social distancing serta menggunakan masker dan sebagainya. Bukan malah membuat keramaian dan keluyuran tidak jelas. Memang melakukan hal-hal seperti itu adalah hak mereka.

Generasi milenial yang menjadi follower mereka pun harus mampu menyaring mana hal yang benar dan salah. Setidaknya sebelum mengikuti apa yang dicontohkan oleh influencer, mereka harus mencari tau apakah itu hal yang boleh dilakukan atau tidak.

Reza Arap : Membangun Solidaritas di Tengah Pandemi

Selain untuk mengedukasi, kehadiran para influencer sangat diperlukan untuk membantu menggalang dana terutama bagi masyarakat yang kehilangan pekerjaan akibat di-PHK. Reza Arap adalah salah satu dari sekian banyak influencer yang memiliki rasa solidaritas yang tinggi terhadap mereka yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi ini.

Melalui akun Twitternya ia memposting sebuah ajakan bagi sesama youtuber dan selebgram untuk bersama-sama menyewa GOR untuk membuat dapur umum atau tempat penampungan bagi mereka yang tidak memiliki tempat tinggal dan kesulitan di tengah pandemic Covid-19. Reza menyadari bahwa persoalan ini adalah persoalan bersama sebuah bangsa. Oleh karena itu ia mengajak influencer yang lain untuk menggalang kekuatan bersama-sama sebagai bentuk solidaritas atau tolong menolong dalam menanggulangi wabah ini.

Walaupun niat baik sang youtuber kurang mendapat perhatian dari sesama influencer tetapi dia sendiri telah menunjukkan betapa pentingnya solidaritas di tengah situasi sulit seperti sekarang ini. Terhadap respon dari sesame influencer, kita tidak bisa semena-mena menghakimi mereka bahwa mereka tidak mempunyai kepedulian atau mereka tidak memiliki tanggung jawab sosial terhadap masyarakat. Tidak. Hemat saya, tuntutan tanggung jawab sosial dapat dilakukan per individu tanpa harus berkelompok.

Tindakan yang mementingkan diri dan kelompok masing-masing harapannya dihilangkan dan sangat tidak diperlukan saat ini. Emile Durkheim (Ritzer, 2003) melihat solidaritas sosial sebagai suatu gejala moral. Solidaritas merupakan kekuatan Indonesia sebagai bangsa yang majemuk yang mempunyai kekuatan sosial budaya beragam dengan berbagai nilai moral yang mengikat dan menjadi alasan menggerakkan perubahan, termasuk membangun solidaritas dalam menghadapi serangan virus corona.

Kita harus bersatu dalam semangat yang sama bersinergi menghadapi hantaman pandemic Covid-19 ini. Dengan kekuatan dan semangat yang menyatukan perbedaan, maka Indonesia sebagai sebuah bangsa dan negara akan mempunyai kekuatan yang besar sehingga mampu bertahan dalam menghadapi pandemi ini.

Solidaritas sosial berperan sangat penting dalam menjaga kohesi antar warga dan menjadi alat kontrol sosial. Dalam hidup bersama sebagai warga, solidaritas sosial seperti minyak pelumas dalam menjaga hubungan yang harmonis antar individu dalam masyarakat. Inti dari solidaritas sosial adalah kepercayaan.

Kepercayaan memungkinkan masyarakat untuk bekerja sama, baik itu dalam mencapai tujuan, atau menghadapi ancaman bersama yang datang dari luar atau dari dalam. Wabah Covid-19 memang menghancurkan kehidupan bagi yang menjadi korban bahkan tak kuasa melawan. Hadirnya solidaritas sosial adalah kekuatan sekaligus pengharapan. Hadirnya wabah adalah ingatan kesadaran kolektif bahwa melakukan sekecil apapun aksi untuk mereka yang menjadi korban dirasa relevan.

Perbuatan sekecil apapun sangat berarti bagi orang yang membutuhkan. Termasuk tidak menyalahkan mereka yang menjadi korban. Kita hadapi wabah ini dengan kepala tegak bahwa bangsa ini mampu melampui kesulitan. Semua harus diajak untuk menghadapi kenyataan bahwa musibah sudah di depan mata dan siapapun dapat kena. Tidak ada alasan saling menyalahkan karena sejatinya kita adalah makhluk sosial yang selalu solider pada orang lain.

Dengan demikian solidaritas sesama sejatinya merupakan modal sosial mujarab menghadapi musibah global ini. Modal sosial adalah modal dahsyat bangsa ini untuk bangkit dari keterpurukan. Wabah Covid-19 boleh datang beribu-ribu kali tetapi kekuatan menghadapi dengan solidaritas kemanusiaan melebihi ganasnya penularan.

Akhirnya, penulis mengajak kita semua untuk membangun sikap solidaritas dalam menghadapi musibah ini. Dengan sikap ini, saya yakin kita perlahan-lahan memutus rantai penyebaran Covid-19 ini. Bantuan meski kecil, tetapi sangat berharga bagi mereka yang membutuhkannya.

Jika anda memiliki tulisan opini atau esai, silahkan dikirim melalui mekanisme di sini. Jika memenuhi standar The Columnist, kami dengan senang hati akan menerbitkannya untuk bertemu dengan para pembaca setia The Columnist.
Artikel Lainnya