Tingkatkan Kesadaran Bersama Melawan Covid-19

Mahasiswa
Tingkatkan Kesadaran Bersama Melawan Covid-19 28/06/2021 141 view Opini Mingguan i1.wp.com

Covid-19 bukan menjadi hal yang asing lagi bagi semua orang. Setiap hari di setiap media cetak maupun digital hal itu menjadi bahan perbincangan. Kurang lebih sudah 1,5 tahun virus ini menjangkiti manusia di seluruh dunia. Sampai saat ini obat untuk menyembuhkan penyakit Covid-19 belum ditemukan. Para ahli baru menemukan vaksin-vaksin saja yang disinyalir bisa memberikan sistem kekebalan terhadap virus.

Terlepas dari konspirasi atau tidak, vaksin menjadi perebutan bagi setiap negara termasuk Indonesia. Indonesia telah melakukan vaksinasi sejak bulan Februari 2021. Hal itupun setelah melalui rangkaian perizinan dan uji medis. Vaksinasi di Indonesia sendiri tak berjalan lancar, banyak pihak-pihak bahkan dari orang-orang pemerintah sendiri yang menentang program tersebut. Beberapa masyarakat juga termakan isu-isu negatif tentang vaksin sehingga beberapa menolak dan menghujat program vaksinasi.

Sudah empat bulan program vaksinasi Covid-19 di Indonesia berjalan dan masih banyak orang-orang lansia atau orang yang rentan terpapar virus belum juga mendapatkan vaksin. Adanya progam vaksinasi di Indonesia terbukti bisa membantu menurunkan angka kasus Covid-19. Pada bulan Maret-Mei kasus harian Covid-19 sempat melandai. Hal ini tak berlangsung lama karena menanjak lagi setelah libur lebaran. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sudah lebih dari dua juta orang yang terpapar Covid-19 dan pada tanggal 26 Juni kemarin pecah rekor kasus harian sebanyak 21.095 kasus.

Indonesia sekarang sedang tidak baik-baik saja. Siapa saja bisa terpapar virus ini, baik anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga orang yang sudah diberi vaksin sekalipun. Hal ini disinyalir karena adanya varian virus baru dan mulai menurunnya kedisiplinan masyarakat. Pemerintah memutuskan untuk meaksanakan kembali Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro sebagai kebijakan yang dinilai paling tepat. Meski menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat, PPKM memang masih lebih baik daripada kebijakan lockdown total.

Pemerintah Indonesia memang belum bisa menerapkan kebijakan lockdown total. Kebijakan tersebut jika diterapkan, maka akan menimbulkan kerusuhan dan kekacauan baik dari segi ekonomi maupun sosial. Lantas apakah kebijakan PPKM skala mikro efektif? Hal ini tidak akan bisa efektif jika masyarakat masih abai dan tidak disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Dengan banyaknya jumlah pasien yang terpapar Covid-19 dan banyaknya korban yang berjatuhan, masyarakat Indonesia masih ada yang tidak percaya dengan adanya Covid-19. Mereka masih sering abai dengan kewajiban prokes. Padahal itu merupakan satu-satunya cara untuk memutus laju penyebaran virus. Pemerintah Indonesia harus menyatakan perang melawan Covid-19. Dalam perang tersebut jika semua lapisan masyarakat tidak bekerja sama maka jangan berharap Covid-19 akan hilang dari Indonesia.

Meningkatkan kesadaran kepatuhan prokes dapat dilakukan oleh siapa saja. Tidak harus menunggu pemerintah maupun tenaga kesehatan (nakes) bergerak. Dalam lingkungan keluarga misalnya. Orang tua harus mendidik atau mengarahkan anak-anaknya untuk selalu mematuhi prokes. Tidak mengajak anak-anak liburan ke tempat yang berpotensi menimbulkan keramaian. Jika dari lingkungan keluarga sudah terbentuk kesadaran akan prokes, maka dapat membantu pemerintah dan nakes menanggulangi kasus Covid-19, terutama dalam mengurangi angka kasus anak-anak yang terpapar.

Dalam lembaga pendidikan, para guru, pengajar, maupun dosen harus selalu senantiasa mengingatkan dan mengajak untuk menerapkan prokes. Walaupun Kemendikbud menyatakan bahwa tahun ajaran baru sudah mulai melakukan pembelajaran tatap muka, hal itu harus menerapkan aturan prokes dengan baik. Tempat-tempat umum lainnya seperti pasar, mall, tempat ibadah, dan tempat wisata juga harus mematuhi prokes dengan baik.

Pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus saling bekerja sama juga dalam perang melawan Covid-19. Adanya kebijakan yang tidak sama sama antara pemerintah pusat dan daerah akan membuat rakyat semakin bingung dan malas menerapkan prokes. Pihak pemerintah juga harus aktif memberikan kampanye-kampanye prokes dan memberikan bantuan-bantuan yang dapat meningkatkan imunitas tubuh.

Adanya Pandemi ini memang membuat kita menyadari bahwa banyak hal yang harus dibenahi di Indonesia, terutama masalah fasilitas kesehatan yang masih sedikit dan kurang memadai. Dalam pandemi ini juga kita menyadari bahwa masyarakat Indonesia masih tidak terbiasa dengan budaya atau gaya hidup yang sehat. Maka mulai dari sekarang hal-hal itu haruslah segera diubah.

Perang melawan Covid-19 memanglah merepotkan dan melelahkan. Kita harus bersabar dalam menghadapinya dengan menerapkan prokes. Rakyat Indonesia harus saling bergotong royong melawan virus ini. Jika dahulu dengan bergotong royong kita bisa mengusir penjajah dan mendapatkan kemerdekaan, maka bukanlah hal mustahil untuk mengusir Covid-19 dari Indonesia. Mari terus tingkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap prokes agar perang ini segera usai.

Jika anda memiliki tulisan opini atau esai, silahkan dikirim melalui mekanisme di sini. Jika memenuhi standar The Columnist, kami dengan senang hati akan menerbitkannya untuk bertemu dengan para pembaca setia The Columnist.
Artikel Lainnya