Si Manis yang Perlu Diwaspadai

Mahasiswa
Si Manis yang Perlu Diwaspadai 22/11/2022 46 view Lainnya pinterst

Rasanya yang enak dan bervariasi serta penampilan yang cantik dan instagrammable apalagi kalau bukan jajanan manis. Belakangan ini jajanan manis merajalela di setiap sudut kota. Mulai dari yang dijual oleh pedagang kaki lima hingga restoran bintang lima. Peminatnya bukan hanya anak-anak tapi semua kalangan.

Produk jajanan manis ada yang diolah dan ada yang tersedia dalam bentuk kemasan jadi. Kebanyakan penjual kaki lima menyediakan jajanan manis baik makanan dan minuman yang diolah terlebih dahulu. Misalnya pisang cokelat. Jika diperhatikan, pisang cokelat tidak hanya terdiri dari dua bahan pisang dan cokelat. Melainkan pisang tersebut dibungkus telebih dahulu dengan kulit berbahan terigu, kemudian diisi cokelat batang lalu digoreng. Kemudian dilumuri cokelat cair dan ditambahkan meses di atasnya. Sangat banyak bahan yang digunakan. Belum lagi jika ditambah dengan toping lain, misalnya keju, biskuit tabur ataupun ice cream yang menambah cita rasa. Itu baru satu kali jajan.

Keinginan untuk jajan makanan atau minuman manis dapat dipengaruhi oleh media sosial. Kebebasan dalam hal mengunggah dan mengakses informasi di media sosial dari mana saja dan dalam bentuk apa saja membuat berbagai informasi mudah untuk didapatkan. Termasuk informasi seputar jajanan manis. Dengan gambar atau video cantik dan aesthetic yang menggungah selera, serta informasi lokasi yang menjual jajanan manis telah tersedia dengan rapi di media sosial. Tidak hanya itu, resep jajanan manis yang praktis dan dapat dilakukan di rumah juga bisa menjadi penyebab seseorang dalam mengkonsumsi makanan dan minuman manis. Apabila sudah kenyang, rasa kantuk pun datang. Rasa mager alias malas gerak pun tak terhindarkan.

Ketersediaan makanan dan minuman manis juga dapat menjadi alasan. Karena mudah didapatkan dan harga mudah dijangkau tak heran jika jajanan manis tak lepas dari kehidupan kita sehari-hari. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa makanan manis dapat membuat suasana hati menjadi stabil. Makanan manis membuat otak melepaskan hormone serotin dan dapat mengaktifkan pusat kesenangan dalam otak dan memproduksi hormone dopamine yang menimbulkan kebahagiaan setelah memakanannya. Itulah sebabnya makanan manis menjadi salah satu pelarian jikalau bad mood melanda.

Pada Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 perilaku konsumsi makanan manis menggambarkan bahwa sebagian responden mengkonsumsi 1-6 kali per pekan dan untuk minuman manis, responden mengonsumsi >1 kali per hari minuman manis. Tingginya angka konsumsi minuman manis dapat berkontribusi terhadap tingginya kejadian diabetes. Diabetes merupakan gangguan metabolic yang ditandai dengan kadar gula darah yang melebihi batas normal. Mengkonsumsi makanan dan minuman manis dalam jumlah yang berlebihan tanpa aktivitas fisik juga dapat menjadi penyebab kelebihan berat badan. Ada pepatah yang mengatakan, semuanya akan tidak baik ketika berlebihan. Mengkonsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan dapat menyebabkan kerusakan gigi. Sisa makanan atau minuman yang melekat pada gigi dapat diolah oleh bakteri gigi sehingga menghasilkan asam yang dapat merusak lapisan gigi, akibatnya gigi dapat berlubang. Selain itu, mengkonsumsi makanan manis yang berlebihan juga dapat mempengaruhi kondisi elastisitas kulit dan mempercepat penuaan kulit. Makanan manis juga dapat menimbulkan masalah kulit seperti memperburuk kondisi jerawat.

Mengkonsumsi makanan ataupun minuman manis tidak ada salahnya, akan tetapi perlu diperhatikan. Hindari dalam jumlah yang berlebihan. Akan ada waktu ketika kita ingin sekali makan-makanan yang manis. Pilihan makanan atau minuman manis bisa jatuh pada mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran. Dalam konsumsi buah-buahan perlu diperhatikan. Hindari memberikan bahan tambahan lain seperti susu kental manis atau pemanis lainnya. Hal tersebut membuat lonjakan kalori. Apabila dikonsumsi secara rutin, maka sama saja pemanis tersebut masuk ke dalam tubuh kita setiap hari. Kandungan buah-buahan seperti vitamin, serat dan mineral dapat membantu dalam proses pemenuhan gizi harian tubuh. Tidak lupa untuk semangat dalam melakukan aktivitas fisik. Aktivitas fisik bukan hanya olah raga seperti lari, tetapi menyapu halaman, membersihkan kamar juga termasuk. Ketika gizi harian tubuh terpenuhi, kondisi tubuh menjadi sehat dan fit sehingga siap produktif setiap hari. Mens sana in corpore sano, dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Salam sehat semuanya!

Jika anda memiliki tulisan opini atau esai, silahkan dikirim melalui mekanisme di sini. Jika memenuhi standar The Columnist, kami dengan senang hati akan menerbitkannya untuk bertemu dengan para pembaca setia The Columnist.
Artikel Lainnya