Satu Cara Mewujudkan Ramah Lingkungan

Penulis Artikel
Satu Cara Mewujudkan Ramah Lingkungan 13/07/2020 1213 view Opini Mingguan pixabay.com

Sejak mengenyam pendidikan di level Taman Kanak-Kanak sudah tentu kita diajarkan untuk membuang sampah pada tempatnya. Masih lekat diingatan saya ketika ibu guru mengajarkan demikian, maka kami para murid merespon dengan meraut pensil di ujung pintu sebelah kiri tepat disisi keranjang sampah atau membuang sampah kertas ataupun plastik ke dalam tong sampah.

Pertambahan penduduk di Indonesia setiap tahun mengalami peningkatan, sehingga mengakibatkan bertambahnya jumlah, jenis dan karakteristik sampah. Di saat yang bersamaan, pola konsumtif masyarakat menambah keragaman jenis sampah yang dihasilkan baik sampah yang bersifat organik, non organik serta Sampah beracun.

Sampah organik merupakan sampah sisa yang masih bisa dimanfaatkan menjadi bahan yang layak pakai lagi. Sampah ini bisa diuraikan, meski dibiarkan begitu saja sampah ini akan menghilang dengan sendirinya. Sampah non organik merupakan sampah yang sudah dibuang dan tidak layak lagi dipakai. Sampah ini tidak bisa terurai namun dapat diolah kembali menjadi barang yang bernilai lebih tinggi, serta sampah beracun seperti limbah pabrik, pemakaian alat medis seperti kapas, kasa, jarum suntik, kantong infus dan sebagainya. .

Saat ini gerakan untuk mengurangi pemakaian kantong plastik masih terus digaungkan secara masif. Solusi sebagai respon dari pengurangan pemakaian kantong plastik pun wajib menjadi catatan penting dari perjalanan merawat lingkungan. Sebagai alternatif pilihan misalnya, kita bisa membiasakan diri membawa keranjang belanja ke pasar Atau kita bisa mempersiapkan kantongan berbahan dasar kain yang bisa kita gunakan untuk menampung seluruh barang belanjaan kita. Mulailah untuk mencari alternatif lain yang tentunya ramah lingkungan. Apakah kantong berbahan kertas sulit dijadikan media untuk membungkus sayur mayur?

Mari bersama kita hitung, bila dalam kesehariannya setiap keluarga di sebuah kota di Indonesia menggunakan plastik sebagai kantong belanja, bisa kita peroleh jumlah kantong plastik yang digunakan dalam sehari. Misalnya 1 rumah tangga menggunakan rata-rata 2 buah kantong plastik dikali 2.000 rumah tangga, jumlah pemakaian sudah mencapai 4.000 buah kantong plastik dalam sehari , maka dalam sebulan bisa mencapai jumlah 120.000 buah kantong plastik. Bila kita ingin mengetahui jumlah pemakaian dalam satu tahun kita tinggal mengalikannya 12 bulan dikali 120.000 buah kantong plastik = 1.440.000 buah kantong plastik. Dan jumlah ini masih dalam satu kota dalam satu provinsi. Bisa Anda bayangkan bila dikali dengan seluruh jumlah kota yang ada di Indonesia.

Belum lagi sampah plastik yang dihasilkan dari kemasan makanan, entah itu jajanan yang dijajakan di pinggir jalan atau kemasan produk makanan yang biasa kita dapatkan di mini market, minuman kemasan dan sedotan sekali pakai, sendok dan garpu yang semuanya berbahan plastik. Masalah tidak sampai di sini, menurut penelitian sampah berbahan dasar plastik membutuhkan waktu sekitar 50-100 tahun agar dapat terurai. Artinya kita membutuhkan minimal waktu 50 tahun yang bila dikonversikan kepada umur manusia, setara dengan orang yang akan memasuki umur emas.

Dengan contoh perhitungan sebelumnya, tentu kita harus mencari solusi untuk mengimbangi jumlah pemakaian kantong plastik . Salah satunya dengan mengaplikasikan prinsip 3R dalam kehidupan sehari-hari. 3R terdiri atas reuse, reduce, dan recycle. Reuse berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama atau pun fungsi lainnya. Contohnya menggunakan sapu tangan atau kain serbet sebagai pengganti tissu. Reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah.Contoh menggunakan produk Refill /isi ulang. Recycle berarti mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat. Contohnya mengolah botol plastik bekas menjadi pajangan bernilai seni. Sebaliknya bila setiap rumah tangga mengaplikasikan prinsip 3R ini, maka kita tidak hanya dapat menekan lalu jumlah pemakaian kantong plastik namun juga mampu mengelola sampah plastik menjadi produk yang ramah lingkungan.

Berdasarkan perhitungan sebelumnya, bila masing-masing rumah tangga menerapkan prinsip 3R, dampaknya akan sangat signifikan terhadap ekosistem lingkungan. Beberapa waktu terakhir pada beberapa mini market juga sudah diterapkan kebijakan kantong plastik berbayar yang bertujuan untuk mengurangi jumlah sampah plastik.

Pengelolaan sampah dimulai dengan menyediakan Tempat Pembuangan Akhir, sarana dan prasarana TPA, Pengangkutan sampah dari TPS/TPST ke TPA, pengelolaan TPA, pengelolaan sampah menjadi produk lainnya yang ramah lingkungan. Mari bersama membangun peradaban yang ramah lingkungan. Tumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungan berawal dari diri sendiri dimulai saat ini.

Jika anda memiliki tulisan opini atau esai, silahkan dikirim melalui mekanisme di sini. Jika memenuhi standar The Columnist, kami dengan senang hati akan menerbitkannya untuk bertemu dengan para pembaca setia The Columnist.
Artikel Lainnya