Samson dan Delilah Cermin Kita!

Samson dan Delilah Cermin Kita! 08/05/2021 251 view Agama saatchiart.com

Mereka tidak terpisahkan. Jelas tertulis dalam judul Sefer Shoftim atau buku Hakim-hakim dalam kitab orang Yahudi dan Alkitab Perjanjian Lama berbahasa Indonesia. Samson adalah tokoh revolusi Israel paling terkenal dari 11 hakim-hakim yang tercatat dalam kitab itu karena kelahirannya yang dinantikan juga karakternya. Ia disebut Hakim atau “Shofet” artinya pemimpin militer atau pemimpin bagi mereka yang tertindas.

Negara Israel menjadi negara dengan sistem kerajaan bermula ketika Nabi Samuel mengumumkan pengunduran dirinya sebagai hakim dan pemimpin Israel. Bangsa itu kemudian memaksa untuk memiliki seorang raja sama seperti bangsa-bangsa tetangga mereka.

Nabi Samuel berdoa kepada Tuhan dan memperoleh jawaban bahwa mereka tidak lama lagi akan memiliki raja. Singkat cerita terpilihlah Saul sebagai raja pertama Israel dan menandai era baru pemerintahan negara tersebut.

Penjajahan Orang Filistin sudah berlangsung puluhan tahun. Mereka ditindas, melarat dan ketakutan. Kelahiran anak ini menarik karena tak kurang dari Malaikat sendiri yang mengumumkan kelak Manoah sang ayah akan memiliki anak meskipun istrinya mandul suatu hal yang dianggap kutuk pada zaman itu.

Malaikat berpesan anak mereka akan menjadi pahlawan pembebas penjajahan Filistin. Sambil mengingatkan orang tua jangan sekalipun anak itu minum anggur atau makan sesuatu yang haram. Nazir istilah mereka.

Beranjak dewasa Samson menjadi pribadi yang liar, keras kepala dan penuh nafsu seperti keledai liar. Apa yang dia mau harus dia dapat termasuk urusan perempuan. Hal ini memusingkan orang tuanya.

Delila sering disalah tafsir sebagai karakter yang liar, pelacur dan licik. Film-film Holywood dan lukisan abad pertengahan menggambarkannya begitu. Apa iya?

Delilah sangat dekat unsur kata Ibraninya dengan “Layla” artinya malam sedangkan Samson sendiri berasal dari akar kata Ibrani “Shemesh” artinya matahari. Jelas kedigdayaan matahari yang panas tunduk pada kelembutan dan ketenangan malam.

Tapi yang menarik Kitab Hakim-hakim sesungguhnya tidak menulis soal bangsa, status sosial atau pekerjaan perempuan ini. Anggapan Deliliah pelacur sangat mungkin karena Samson sebelumnya dekat dengan seorang pelacur.

Kelima raja kota Filistin menjanjikan uang yang besar kepada Delilah untuk mencari tahu bagaimana cara mengikat dan menundukan pahlawan Israel itu. Hal ini menunjukan paling tidak dua hal : Sangat masuk akal kalau justru Delliah adalah orang Israel karena tindakan suap adalah tindakan pengkhianatan kepada nasionalitas diri. Kalau Delilah adalah seorang Filistin maka hal itu menunjukan patriotisme dirinya terhadap tanah air. Samson adalah musuh bangsanya. Tindakan ini adalah kewajaran.

Shivim Panim Ia ‘ Torah  Taurat memiliki 70 wajah, artinya kita musti memaknai cerita-cerita ini dari banyak sisi. Seorang pesakitan pada pihak sana adalah seorang pahlawan di sini.

Delilah adalah korban tafsir yang kejam dari banyak orang. Ia rusak dalam benak banyak orang.

Kisah ini terus berulang sepanjang zaman kapanpun di manapun. Mahar politik contohnya atau entah sudah puluhan atau ratusan kalinya pejabat negeri ini jatuh karena kasus video porno yang bocor atau chat mesum yang sampai juga ke tangan media.

Rambut Samson disalahpahami oleh banyak orang sebagai sumber kekuatannya seperti otot pria yang dikagumi sebagai simbol maskulinitas. Lagu Ismail Marzuki melukiskan dengan sangat tepat.

Diciptakan alam pria dan wanita
Dua makhluk dalam asuhan dewata
Ditakdirkan bahwa pria berkuasa
Adapun wanita lemah lembut manja
Wanita dijajah pria sejak dulu
Dijadikan perhiasan sangkar madu
Namun ada kala pria tak berdaya
Tekuk lutut di sudut kerling wanita

(Lagu Sabda Alam, Ismail Marzuki 1956)

Tepat sekali penyair Ismail Marzuki menyatakan pria itu tak berdaya dan bertekuk lutut di sudut kerling wanita. Pria mengkhianati kekuatan dan jati dirinya bila di mabukan cinta dan nafsu.

Bukan rambut tetapi janji Tuhan dan komitmennyalah sesungguhnya sumber kekuatannya. Jadi Samson sudah lemah sebetulnya ketika ia tidak serius mempertahankan komitmennya.

Kamu tahu hal apa yang pertama kali dilakukan kepadanya? Bukan memenjarakannya. Bukan memengagalnya. Bukan merantainya. Bukan. Lalu apa? Mencungkil kedua matanya. Kenapa?

For she had eyes and chose me" kata Shakespeare. Karena mata adalah jendela jiwa. Mata Samson adalah jendela di mana nafsu dan kesombongan masuk. Dan ia gagal.

Hari ini tidak heran kita disuguhi begitu banyak kegagalan pria-pria yang fitrahnya adalah menjadi imam dan panutan. Kaum pria seringkali abai terlena oleh arus dunia. Merasa kuat bersembunyi dalam maskulinitas tetapi sebetulnya rapuh di dalam.

Terlalu banyak memelototi layar telepon pintar kebanyakan seductive content. Jadi bukan salah Delila tetapi mata dan keinginan kita. “One is not born, but rather becomes a woman” tulis Simone de Beauvoir. Dibandingkan dengan wanita, laki-laki cenderung terperangkap dalam jerat drugs, seks bebas, poligami, kekerasan dalam rumah tangga dan lain-lain.

Hendaknya kita lebih berani mengakui bahwa kita harus berkolaborasi dengan perempuan dalam struktur terkecil keluarga misalnya membereskan rumah, mengurus anak, berbelanja atau tugas-tugas sederhana tanpa perbedaan gender serta menghilangkan rasa angkuh akan kejantanan kita.

Jika anda memiliki tulisan opini atau esai, silahkan dikirim melalui mekanisme di sini. Jika memenuhi standar The Columnist, kami dengan senang hati akan menerbitkannya untuk bertemu dengan para pembaca setia The Columnist.
Artikel Lainnya