Retro Reborn: Mengapa Fashion 90-an Kembali Mengguncang Dunia

Retro Reborn: Mengapa Fashion 90-an Kembali Mengguncang Dunia 21/06/2024 59 view Budaya unsplash.com

Era 90-an adalah dekade yang penuh dengan eksperimen dan inovasi dalam dunia fashion. Dari celana jeans longgar hingga kemeja flanel, gaya khas era tersebut kini kembali menjadi tren utama. Gaya yang dulu dianggap ketinggalan zaman sekarang hadir kembali dengan sentuhan modern, menciptakan gelombang nostalgia yang segar. Mari kita telusuri mengapa fashion 90-an kembali viral dan elemen-elemen apa saja yang menjadi sorotan utama.

Salah satu pendorong utama kebangkitan fashion 90-an adalah nostalgia. Generasi milenial, yang menghabiskan masa kecil dan remaja mereka di era tersebut, kini memiliki daya beli dan pengaruh yang signifikan dalam dunia fashion. Mereka merindukan masa lalu yang dianggap lebih sederhana dan mengekspresikannya melalui pilihan gaya pakaian. Selain itu, media sosial dan platform streaming memperkenalkan kembali acara TV, film, dan musik dari era 90-an kepada generasi Z, yang turut menginspirasi mereka untuk mengadopsi gaya fashion tersebut.

Beberapa elemen kunci fashion 90-an antara lain adalah jeans longgar dan high-waisted. Celana jeans longgar atau baggy jeans dan high-waisted jeans kembali menjadi favorit. Gaya ini menawarkan kenyamanan dan tampilan yang kasual namun tetap stylish. Banyak brand besar dan toko thrift yang kini menyediakan berbagai pilihan jeans dengan potongan klasik ini.

Ada juga, crop tops dan tank tops atasan pendek seperti crop tops dan tank tops yang merupakan salah satu fashion statement paling ikonik dari era 90-an. Dipadukan dengan high-waisted jeans atau rok, gaya ini memberikan kesan santai dan chic. Selain itu, crop tops juga memungkinkan ekspresi pribadi melalui desain dan grafis yang beragam.

Selain ini, masih ada flannel shirts kemeja flanel kotak-kotak, seringkali dikenakan dengan gaya terbuka atau diikat di pinggang, kembali menjadi tren. Ini adalah simbol dari gaya grunge yang dipopulerkan oleh band-band seperti Nirvana. Gaya ini memberikan kesan kasual dan effortlessly cool.

Sementara itu, slip dresses gaun slip sederhana, seringkali dipadukan dengan T-shirt di bawahnya, menciptakan tampilan yang feminim namun edgy. Gaya ini sangat populer di kalangan ikon fashion 90-an seperti Kate Moss dan kini banyak diadopsi oleh para fashionista masa kini.

Masih dengan gaya 90-an ada juga sneakers chunky sepatu sneakers dengan sol tebal dan desain yang mencolok, seperti yang dipopulerkan oleh merek Fila dan Buffalo, kini kembali digemari. Sepatu ini menawarkan kenyamanan sekaligus tampilan yang bold dan berani.

Yang terakhir adalah aksesori berani seperti choker, gelang besar, dan kaca mata hitam berbingkai kecil adalah elemen penting dalam gaya 90-an yang kembali hits. Aksesori ini memberikan sentuhan akhir yang sempurna pada setiap outfit, menambahkan elemen vintage yang unik.

Selebriti dan influencer memainkan peran besar dalam menghidupkan kembali tren fashion 90-an. Bintang-bintang seperti Bella Hadid, Kendall Jenner, dan Hailey Bieber sering terlihat mengenakan pakaian dengan gaya era 90-an, yang kemudian menjadi viral di media sosial. Selain itu, platform seperti Instagram dan TikTok menjadi alat utama bagi generasi muda untuk mengekspresikan diri dan berbagi inspirasi fashion, mempercepat penyebaran tren ini. Tagar seperti #90sFashion dan #ThrowbackStyle sering muncul di platform tersebut, menghubungkan komunitas fashion dengan minat yang sama.

Banyak rumah mode dan brand fashion yang juga berkontribusi pada kebangkitan ini. Merek-merek seperti Tommy Hilfiger, Calvin Klein, dan Versace mengeluarkan koleksi yang terinspirasi dari desain mereka di era 90-an. Selain itu, kolaborasi dengan desainer muda dan streetwear juga memperkaya gaya klasik dengan sentuhan modern. Brand high-end hingga fast fashion berlomba-lomba mengeluarkan koleksi yang membawa kembali sentuhan nostalgia namun tetap relevan dengan tren masa kini.

Tren fashion 90-an juga sejalan dengan meningkatnya kesadaran akan keberlanjutan dalam industri fashion. Banyak anak muda yang memilih untuk membeli pakaian vintage atau second-hand dari toko thrift, yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga menawarkan pilihan unik yang tidak bisa ditemukan di toko-toko biasa. Thrift shopping menjadi lebih dari sekadar pilihan ekonomi; ini juga merupakan pernyataan gaya hidup yang mendukung keberlanjutan dan individualitas.

Kembalinya fashion mode 90-an menunjukkan bagaimana nostalgia dapat mempengaruhi tren terkini. Dengan kombinasi elemen-elemen ikonik dan pengaruh dari media sosial, selebriti, serta kesadaran akan keberlanjutan, fashion 90-an berhasil mengukuhkan dirinya kembali di dunia mode. Bagi banyak orang, ini bukan sekadar tren sementara, tetapi sebuah cara untuk merayakan masa lalu sambil tetap relevan di masa kini. Fashion 90-an memberikan kesempatan untuk bereksperimen dan mengekspresikan diri dengan gaya yang berani dan autentik.

Revival ini bukan hanya tentang menghidupkan kembali gaya lama, tetapi juga tentang menciptakan identitas baru yang menghargai akar budaya dan beradaptasi dengan perubahan zaman. Dari runway hingga jalanan, fashion 90-an terus mempengaruhi dan menginspirasi generasi muda dalam pencarian mereka akan gaya yang unik dan berarti.

Jika anda memiliki tulisan opini atau esai, silahkan dikirim melalui mekanisme di sini. Jika memenuhi standar The Columnist, kami dengan senang hati akan menerbitkannya untuk bertemu dengan para pembaca setia The Columnist.
Artikel Lainnya