Relevansi Sejarah Bagi Masa Depan Bangsa

Mahasiswa Pascasarjana UGM
Relevansi Sejarah Bagi Masa Depan Bangsa 21/12/2020 394 view Lainnya pixabay.com

Study the past if you would define the future” — Confucius

There are people in every time and every land who want to stop history in its tracks. They fear the future, mistrust the present, and invoke the security of a comfortable past which, in fact, never existed” — Robert Kennedy

Sejak masa lalu hingga kini, sejarah selalu berperan penting dalam pembangunan setiap peradaban manusia maupun bangsa. Di masa lalu, Bangsa Yunani dapat mencapai puncak peradaban karena masyarakatnya belajar dari sejarah peradaban sebelumnya yaitu peradaban Mesopotania dan Babilonia.

Dari mempelajari sejarah Mesopotania, Bangsa Yunani dapat mengetahui perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat berguna bagi kemajuan bangsanya. Begitupun Bangsa Romawi yang berhasil mencapai puncak kejayaan peradaban karena belajar dari keberhasilan Bangsa Yunani.

Bangsa Eropa dapat keluar dari zaman kegelapan, mengalami renaisan, dan berhasil mencapai kemajuan dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi karena mereka belajar sejarah peradaban Yunani, Romawi, dan Peradaban Islam.

Orang-orang Eropa di abad pertengahan sangat terkagum-kagum dengan kemajuan yang dicapai oleh Yunani, Romawi, dan Islam. Sehingga kemudian mereka tertarik untuk belajar dan berusaha mengembangkannya.

Saat ini kita temui bahwa Bangsa Eropa telah mencapai kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Berhasil melahirkan revolusi Industri yang kemudian menyebar ke penjuru dunia dan diikuti oleh semua bangsa. Berhasil melahirkan para ilmuwan yang ahli dalam berbagai bidang, seperti matematika, astronomi, ekonomi, teknik, kimia, filsafat, sejarah, sastra, seni, sosial, dan politik. Berhasil melahirkan sebuah sistem politik demokrasi yang menjadi jalan pergantian kekuasaan secara damai. Sistem politik ini yang kemudian diadopsi oleh sebagian besar negara di dunia termasuk Indonesia.

Pemaparan di atas hanyalah sedikit contoh dari peran penting sejarah dalam pembangunan setiap peradaban bangsa. Hal ini dikarenakan sejarah memiliki fungsi pendidikan di samping fungsi sebagai ilmu pengetahuan.

Sejarah sebagai kisah dan peristiwa mampu berperan penting dalam menyatukan segala perbedaan baik suku, budaya, agama, dan ras, sehingga bangsa Indonesia dapat bersatu padu dalam upaya mewujudkan cita-cita bersama yaitu menjadi bangsa yang merdeka. Sejarah juga berperan penting dalam menemukan jati diri bangsa dan membentuk kepribadian bangsa yang luhur dengan Pancasila sebagai pondasinya.

Selan itu, sejarah sebagai kisah dan peristiwa memberikan motivasi dan inspirasi kepada para pemuda dalam merebut kemerdekaan. Di masa lalu para pemuda Indonesia mendapatkan inspirasi untuk berjuang meraih kemerdekaan karena belajar dari sejarah bangsa-bangsa di dunia, seperti Revolusi Amerika, Revolusi Prancis, India, China, dan sebagainya.

Namun, seiring pergantian waktu sejarah tidak lagi dianggap penting oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, terutama generasi muda (milenial). Mereka beranggapan bahwa belajar sejarah itu tidak menarik dan membosankan. Oleh karena itu, tidak mengherankan bila kini banyak orang Indonesia yang tidak memahami sejarah bangsanya.

Padahal dalam sebuah pepatah dikatakan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya. Cicero, seorang Filsuf Yunani Kuno berkata bahwa sejarah merupakan guru kehidupan yang paling baik. Filsuf asal Spanyol, George Santayana mengatakan bahwa manusia yang gagal mengambil pelajaran dari sejarah dipastikan akan mengulangi pengalaman sejarah itu. Bahkan Presiden RI Soekarno pernah berpesan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk jangan sekali-kali melupakan sejarah (JASMERAH). Hal ini menandakan bahwa sejarah memiliki peran penting bagi kehidupan manusia dan eksistensi sebuah bangsa.

Sementara itu, Kuntowijoyo, seorang sejarawan Indonesia dalam bukunya Pengantar Ilmu Sejarah mengatakan bahwa orang tidak akan belajar sejarah kalau tidak ada gunanya. Namun, dalam realitas sejarah terus ditulis orang di semua peradaban dan sepanjang waktu menjadi bukti bahwa sejarah itu perlu.

Sejarah itu berguna secara intrinsik dan ekstrinsik. Secara intrinsik sejarah berguna sebagai pengetahuan. Sejarah juga berguna sebagai pendidikan, seperti pendidikan moral dan pendidikan masa depan. Sebagai ilmu, sejarah juga dapat berkolaborasi dengan bidang ilmu lain seperti, sosial, politik, ekonomi, psikologi, kesehatan, teknologi, dan sebagainya. Inilah yang disebut sebagai guna eskstrinsik dalam sejarah.

Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang besar, terdiri dari berbagai macam suku bangsa dengan budaya yang berbeda-beda. Suku bangsa tersebut dipisahkan oleh pulau-pulau yang berbeda karakteristiknya. Seperti Suku Jawa yang ada di Pulau Jawa berbeda dengan Suku Madura yang mendiami Pulau Madura. Begitu pula Suku Melayu yang ada di Pulau Sumatera berbeda dengan Suku Dayak yang ada di Kalimantan. Perbedaan suku dan budaya ini tentu berdampak sangat besar bagi persatuan dan kesatuan bangsa. Di masa lalu para founding father telah menyadari perbedaan ini. Oleh karena itu, dipilihlah sistem negara kesatuan untuk menyatukan segala perbedaan tersebut.

Namun, beberapa tahun terakhir potensi perpecahan bangsa kembali muncul ke permukaan. Akibat adanya perbedaan pandangan di antara elemen masyarakat dan ormas terhadap arah pembangunan bangsa.

Di sisi lain, kurangnya pemahaman terhadap sejarah bangsa terutama di kalangan generasi milenial telah memunculkan persepsi negatif. Di kalangan generasi milenial yang merupakan generasi penerus pemimpin masa depan Indonesia banyak yang tidak memahami jati diri bangsa, sehingga tidak memahami arah pembangunan bangsa ke depan.

Adapun cara yang paling efektif untuk mengatasi permasalahan tersebut demi terjaganya persatuan dan kesatuan bangsa dan terhindar dari perpecahan adalah dengan kembali mempelajari sejarah. Setiap suku, budaya, dan wilayah di Indonesia memiliki sejarah yang berbeda-beda, tetapi tetap memiliki kesamaan dalam perjuangan merebut kemerdekaan dan kedaulatan bangsa.

Mempelajari sejarah tidak harus menjadi sejarawan. Karena belajar sejarah dapat dilakukan oleh siapapun. Dengan belajar sejarah kita dapat menjadi orang yang lebih bijak dalam menyikapi perbedaan. Menjadi lebih arif dalam menghadapi persoalan. Menjadi lebih humanis dalam bergaul dan bertingkah laku. Yang lebih penting dari mempelajari sejarah adalah dapat menguatkan mental dan semangat untuk membangun Indonesia menjadi negara yang berjaya di masa mendatang.

Jika anda memiliki tulisan opini atau esai, silahkan dikirim melalui mekanisme di sini. Jika memenuhi standar The Columnist, kami dengan senang hati akan menerbitkannya untuk bertemu dengan para pembaca setia The Columnist.
Artikel Lainnya