Public Discourse: Indonesia Darurat Sampah

Admin The Columnist
Public Discourse: Indonesia Darurat Sampah 14/07/2020 431 view Public Discourse Pixabay.com

Persoalan sampah di negara kita sudah sangat meresahkan. Posisi Indonesia yang berada tepat di bawah China sebagai negara penghasil sampah plastik terbesar di dunia tentu bukan prestasi yang patut dibanggakan. Sebagai negara yang berketuhanan, menurut Rani kondisi ini tidak selayaknya terjadi. Publik menilai ada berderet alasan yang menyebabkan negara ini darurat sampah.

Tingginya penggunaan plastik yang berbanding terbalik dengan kesadaran mengelola sampahnya menurut Suwanto memiliki andil besar atas krisis sampah di Indonesia. Hal itu diperparah dengan lemahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan seperti yang disebutkan Fitri Hariyanti, Arsi Kurniawan, dan Saiful Bari.

Untuk mengurangi sampah plastik, Rina Adriani mengajak masyarakat untuk mengurangi ketergantungan pada plastik. Kalaupun terlanjur memakai plastik, maka plastik bekas itu harus bisa dimanfaatkan sebagai barang yang bernilai guna.  Namun Irfan Bau beranggapan kebergunaan sampah plastik masih kurang dipahami masyarakat. Karena itu, diperlukan sosialisasi yang lebih massif dalam pengelolaan sampah.

Selain meningkatkan kesadaran masyarakat, Ribut Lupiyanto menilai pengelolaan sampah juga harus dilandasi komitmen politik ekologi melalui kebijakan dan kepemimpinan. Pemerintah sendiri bukan tanpa usaha. Melalui Perpres Nomor 97 Tahun 2017, Pemerintah mencanangkan Indonesia Bebas dan Bersih Sampah 2025. Oleh karena itu, Bery S mengajak publik untuk menyukseskan agenda tersebut.

Akan tetapi, sekadar menerbitkan peraturan saja tidak cukup. Deddy Kristian menilai Pemerintah perlu belajar kepada negara-negara yang lebih maju dalam pengelolaan sampah seperti Perancis, Ghana dan Belanda. Di samping itu, masing-masing individu juga perlu memberikan teladan. Wardy Js’ Kedy beranggapan bahwa dengan konsistensi pada perilaku peduli lingkungan, orang lain akan meniru perilaku tersebut.

Tentu ada banyak alasan dan gagasan terkait persoalan sampah ini. Lalu bagaimana dengan pendapatmu? Sampaikan pendapat tersebut melalui kolom komentar di bawah ini.

Jika anda memiliki tulisan opini atau esai, silahkan dikirim melalui mekanisme di sini. Jika memenuhi standar The Columnist, kami dengan senang hati akan menerbitkannya untuk bertemu dengan para pembaca setia The Columnist.
Artikel Lainnya