Penguatan Literasi Media di Era Digital

PNS BKKBN
Penguatan Literasi Media di Era Digital 07/09/2021 33 view Lainnya Kompasiana.com

Pernahkah Anda mendapatkan link berita dari media online dengan judul yang bombastis kemudian ketika kita buka tautan link tersebut ternyata isinya tak sesuai dengan judul. Apakah kemudian Anda merasa kecewa? Pernahkah juga Anda membaca berita di internet, kemudian setelah Anda resapi dan juga Anda pahami serta mencari referensi lainnya ternyata berita yang Anda buka lewat internet tersebut ternyata berisi berita hoaks?

Jika Anda masih merasa kecewa terhadap berita yang tak benar ataupun mengetahui setelah melakukan pendalaman terhadap isi berita tersebut lalu menyimpulkan bahwa berita tersebut adalah hoaks, ini berarti tingkat literasi media Anda tergolong baik. Namun, tidak semua yang menikmati berita di media online di era digital ini sekritis dan penuh kehatian-hatian seperti Anda sehingga mampu menyaring mana berita hoaks yang tidak layak dikonsumsi maupun berita yang memang sesuai fakta dan data.

Tak jarang di antara kita ada yang tergesa-gesa membagikan link berita yang belum tentu benar isinya atau membagikan link berita ke grup-grup di media sosial hanya dengan membaca judulnya yang terkesan bombastis. Padahal, isi beritanya tidak sesuai dengan judul bahkan bisa jadi isi di dalamnya adalah berita hoaks.

Jika ini yang terjadi, maka hal ini cukup membahayakan. Informasi yang kurang benar yang kemudian disebarkan lewat jejaring media sosial secara berantai bisa mengakibatkan chaos informasi. Berita-berita yang tidak benar tersebut, namun sudah terlanjur dibagikan ke media sosial, sehingga tersebar begitu cepat bisa memancing keributan dan kericuhan, bukan hanya sekedar di dunia maya namun bisa merembet ke dunia nyata.

Untuk itu, kita perlu hati-hati dalam membaca berita di media khususnya di dunia maya. Jangan terburu-buru membagi tautan sebuah berita hanya dengan membaca judulnya saja. Namun, kita juga harus membaca dengan mandalam isi berita tersebut. Sehingga, kita tahu sesuai fakta atau tidak isi berita atau informasi tersebut.

Setelah mengetahui kebenaran isi berita atau informasi tersebut, ada baiknya kita juga harus memikirkan apakah link berita tersebut pantas kita bagikan atau tidak. Jika berita atau informasi tersebut tidak memberikan manfaat kepada orang lain dan hanya memancing keributan, gosip murahan, dan sejenisnya, maka tak perlu kita bagikan link berita atau informasi tersebut. Namun sekiranya jika isi berita atau informasi tersebut bermanfaat untuk orang lain, menambah wawasan dan pengetahuan yang bernilai positif, maka tak ada salahnya untuk kemudian kita sebarluaskan berita atau informasi tersebut seluas-luasnya.

Hidup di jaman sekarang ini, di mana informasi atau berita sangat mudah kita dapatkan melalui internet sebetulnya harus membuat kita semakin waspada dan hati-hati. Membaca berita atau informasi di media melalui internet belum seutuhnya menjamin bahwa informasi atau berita yang kita baca tersebut merupakan berita atau infomasi yang valid, benar, atau kredibel. Bisa jadi berita atau informasi yang kita baca merupakan berita hoaks atau kabar palsu yang sengaja dihembuskan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggunng jawab untuk meraih keuntungan pribadi seperti memperoleh banyaknya jumlah “klik” atau sengaja dibuat dengan tujuan tertentu yang kita tidak ketahui.

Kita menyadari bahwa setiap detik kita bisa menerima informasi atau berita dengan jumlah ratusan, ribuan bahkan mungkin bisa lebih dari itu di dunia maya atau internet dengan berbagai macam sudut pandang. Dari sekian banyak informasi atau berita yang tampil tiap detik tersebut dapat kita pastikan bahwa selain ada berita atau informasi yang memang benar-benar disampaikan sesuai fakta, tapi tak menutup kemungkinan juga ada berita-berita atau informasi yang dibuat atau diproduksi kurang akurat, hoaks atau berita palsu oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Untuk itu, kita jangan mudah terkecoh dalam membaca informasi atau berita di media terutama media online. Pelajari secara betul informasi atau berita yang ingin kita ketahui dan jangan buru-buru menyebarkannya ke orang lain.

Tentunya kita tidak ingin masyarakat kita terjebak dan menjadi korban berita-berita hoaks yang tidak bertanggung jawab. Untuk itu dibutuhkan penguatan literasi media di era digital seperti sekarang ini. Tujuannya, agar banjir informasi tidak menjadi bencana tapi merupakan berkah bagi kita semua karena masyarakat mampu membedakan mana berita atau informasi yang valid dan kredibel sesuai fakta dan data, dan juga mana berita atau informasi yang hanya berisi berita hoaks atau berita palsu.

Untuk bisa menuju ke arah sana, sepertinya perlu kerja keras dari semua pihak seperti insan pers dan media, kementrian komunikasi dan informasi, serta insan-insan yang peduli pada penguatan literasi media kepada masyarakat di era digital ini. Tentunya kita tak menghendaki satu anggota masyarakat pun menjadi korban berita hoaks atau kabar palsu yang menyesatkan. Mari sama-sama kita kuatkan literasi media di era digital kepada masyarakat Indonesia tercinta.

Jika anda memiliki tulisan opini atau esai, silahkan dikirim melalui mekanisme di sini. Jika memenuhi standar The Columnist, kami dengan senang hati akan menerbitkannya untuk bertemu dengan para pembaca setia The Columnist.
Artikel Lainnya