Pengembangan Sektor Pertanian Melalui Kelompok Tani

Statistisi Ahli Muda BPS Kab. Kuantan Singingi
Pengembangan Sektor Pertanian Melalui Kelompok Tani 26/03/2021 150 view Ekonomi Dokumentasi pribadi

Pandemi covid-19 sudah jelas berdampak terhadap perekonomian di Riau. Dari rilis BPS, pertumbuhan ekonomi Riau terkontraksi 1,12 persen pada tahun 2020. Namun di tengah pertumbuhan ekonomi yang negatif, sektor pertanian terbukti menjadi sektor yang tangguh di saat pandemi. Sektor pertanian, kehutanan dan perikanan merupakan penyumpang terbesar kedua terhadap PRDB Rau yaitu sebesar 26,83 persen, setelah industri pengolahan sebesar 28,27 persen.

Tahun 2020 sektor pertanian masih bisa tumbuh 4,35 persen. Bahkan jika melihat triwulan IV 2020 dibanding TW IV 2019, sektor pertanian merupakan satu-satunya sektor yang tumbuh positif sebesar 3,08 persen di antara lima sektor penyumbang terbesar terhadap PDRB. Empat sektor utama lainnya justru bertumbuh negatif, yaitu sektor industri pengolahan minus 0,02 persen, sektor pertambangan dan penggalian minus 5,37 persen, sektor perdagangan besar dan eceran reparasi mobil dan sepeda motor minus 8,19 persen dan sektor konstruksi minus 4,86 persen.

Berdasarkan hal tersebut, sektor pertanian sangat bisa menjadi pendorong pemulihan perekonomian. Apalagi mayoritas penduduk bekerja di Riau berdasarkan data BPS kondisi Agustus 2020 bekerja di sektor pertanian, kehutanan dan perikanan yaitu sebesar 39,17 persen. Tentunya penting untuk mengambil langkah dan kebijakan strategis untuk memaksimalkan produksi dari sektor ini, di samping tentu saja perlu juga mengungkit daya beli masyarakat dari sisi permintaan.

Intervensi Pemerintah Untuk Pengembangan Sektor Pertanian

Masyarakat yang bergerak di sektor pertanian mayoritas berada di desa. Pemeritah sebenarnya sudah menunjukkan komitmen untuk membangun dari desa, ditunjukkan dengan alokasi anggaran dana desa tahun 2021 sebesar 72 triliun. Untuk Provinsi Riau, dana desa tahun 2021 hampir sebesar 1,5 triliun. Kebijakan dana desa 2021 adalah mendukung pemulihan perekonomian desa yang salah satu poinnya berbunyi pemberdayaan UKM dan sektor usaha pertanian desa. Kebijakan berikutnya, mendukung pengembangan sektor prioritas yang diantaranya adalah program ketahanan pangan dan ketahanan hewani sesuai dengan karakteristik desa melalui pengembangan usaha budidaya pertanian, perikanan, dan peternakan di desa, termasuk peternakan sapi.

Ada beberapa hal penting yang bisa diintervensi oleh pemerintah untuk pengembangan sektor pertanian. Pertama pemerintah harus membantu penyediaan alat-alat mesin pertanian saat masa persiapan lahan. Kedua, memastikan ketersediaan air pada saat masa tanam. Ketiga, memastikan ketersediaan pupuk dengan harga terjangkau saat tumbuhan mulai tumbuh. Keempat, membantu penyerapan dan pemasaran hasil produksi pertanian agar tidak terjadi penumpukan. Kelima, pemerintah harus hadir untuk memastikan tidak terjadi penurunan harga saat masa panen. Keenam, tidak kalah pentingnya yaitu pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan untuk akses ke lokasi pertanian, sehingga memudahkan dalam proses transportasi dan pengangkutan hasil pertanian.

Pemberdayaan Melalui Kelompok Tani

Selain sarana prasarana dan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga merupakan hal yang wajib dilakukan jika ingin memajukan sektor pertanian. Pemberdayaan petani bisa dilakukan melalui wadah kelompok tani. Pemberdayaan bukan sekedar mendorong petani untuk bekerja menggarap lahannya saja, tetapi dalam pemberdayaan juga mengandung arti peningkatan kualitas para petani melalui proses pembelajaran ataupun pendampingan.

Untuk mendorong agar para petani bersedia bergabung menjadi anggota kelompok tani, maka pemerintah bisa memberikan stimulus-stimulus khusus yang hanya bisa didapatkan jika mereka bergabung dalam kelompok tani. Stimulus-stimulus tersebut semisal bantuan permodalan bagi kelompok tani tersebut, maupun jaminan penyerapan hasil pertanian masyarakat dengan harga yang bersaing

Pemberdayaan melalui kelompok tani bisa dilakukan dengan penguatan terhadap kelompok tani tersebut, sehingga nantinya bisa menjadi semakin bertumbuh. Penguatan kelompok tani harus dimulai dari manajemen yang baik. Sehingga langkah awal yang bisa dilakukan adalah pendampingan pengelolaan manajemen kelompok tani. Kemudian perlu dilakukan penyusunan rencana kelompok yang disepakati bersama. Setelah rencana kelompok tersusun, maka perlu dilakukan pencatatan laporan keuangan yang baik.

Setelah penguatan sektor manajemen, berikutnya yang perlu dilakukan penguatan dari sisi pengetahuan untuk mengubah kebiasaan menuju arah yang lebih baik. Nantinya dari setiap kelompok tani bisa ditunjuk agen-agen perubahan yang akan diberikan pendidikan dan pengetahuan mengenai teknologi pertanian. Agen-agen inilah nantinya yang akan berperan sebagai pembimbing bagi anggota kelompok yang lainnya. Penyuluhan pertanian juga harus rutin dilakukan, untuk selalu menyegarkan para petani, dan menyampaikan teknologi-teknologi terbaru dalam pertanian.

Setelah penguatan dari sektor manajemen dan pengetahuan teknologi pertanian, berikutnya adalah pembukaan akses pemasaran yang luas bagi petani. Dengan terbukanya akses pasar yang luas akan membantu meningkatkan kesejahteraan petani, karena bisa memilih pembeli dengan harga terbaik. Kemudian pengenalan kelompok tani dengan pihak-pihak swasta juga akan semakin membuka wawasan petani, sehingga nantinya petani juga bisa menjalin kemitraan tidak hanya dalam pemasaran, tetapi juga penyediaan bibit, pupuk dan saran pertanian.

Setelah manajemen pengelolaan kelompok tani bisa diperkuat, berikutnya jika memungkinkan, pemerintah bisa mengadakan kompetisi antar kelompok tani, agar mereka semakin termotivasi untuk lebih baik lagi.

Pemerintah memiliki sumber daya yang memadai untuk memastikan hal tersebut. Investasi di bidang pertanian sudah merupakan suatu keharusan jika ingin pertanian maju, yang pada akhirnya akan mengungkit perekonomian masyarakat.

Jika anda memiliki tulisan opini atau esai, silahkan dikirim melalui mekanisme di sini. Jika memenuhi standar The Columnist, kami dengan senang hati akan menerbitkannya untuk bertemu dengan para pembaca setia The Columnist.
Artikel Lainnya