Pencerahan Spiritual: Etika Islam Al Ghazali Dalam Kehidupan Modern

Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Pencerahan Spiritual: Etika Islam Al Ghazali Dalam Kehidupan Modern 04/06/2024 130 view Agama jagatngopi.com

Nama filosof Abu Hamid Al Ghazali tidaklah asing terdengar di telinga kita karena masih banyak yang membicarakan hingga saat ini, terutama di Indonesia, ia dikenal dengan nama imam Al Ghazali. Karya-karya ia juga banyak, di antaranya seperti kitab Tahafut Al Falasisah, Maqashid Al Falasifat, Ilhya Ulumuddin dan masih banyak lagi. Kedua kitab tersebut populer hingga sekarang karena masih banyak yang memepelajari kitab tersebut terutama di pondok pesantren dan universitas islam.

Al Ghazali juga merupakan ulama yang sangat produktif yang tidak lepas dengan ajaran etikanya. Pemikiran Al Ghazali mengenai etika ini memberikan kontribusi juga seperti halnya dalam pendidikan moral dan etika di era modern saat ini. Tidak hanya itu, ajaran etika Al Ghazali ini juga sangat berpengaruh dalam kehidupan di masyarakat, yang saat ini dipenuhi banyaknya tantangan global.

Konsep Etika Islam Al Ghazali

Pada saat Al Ghazali memulai perjalanan belajarnya, yang awalnya adalah sosok seorang filsuf hingga menjadi seorang sufi, ia menerapkan etika dengan memperbaiki diri dengan batiniah, yang mana dalam konsep ma’rifatul nasf yang berupa tahapan seperti kesadaran diri, menerima diri sendiri, pemantauan, serta mempunyai rasa syukur.

Menurut Al Ghazali etika menjadi sebuah komponen yang fundamental dalam agama dan spiritual. Etika dalam fundamental agama dan spiritual ini menjadikan sebuah pendidikan yang moral dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu bagi Al Ghazali etika juga menjadi sebuah ide-ide dalam memurnikan jiwa dan pengetahuan tentang etika yang positif dan disukai Allah SWT, seperti halnya sikap yang jujur, sabar, adil, dan sikap yang baik.

Di sisi lain konsep etika Al Ghazali ini membuat seseorang menjadi sosok yang individualisme, yang mana ia mempunyai karakter yang berkompeten dalam membimbing orang lain.

Selain itu, pandangan seorang psikoanalisis bahwa rasa diri yang kuat disandarkan kepada perlakuan yang etis, sedangkan fisik yang rusak dapat terlibat dalam tindakan etik.

Tidak hanya itu saja, konsep etika Al Ghazali juga berakar sangat kuat tentang moral yang baik, dan ini sangat penting bagi masyarakat Indonesia yang pluralisme. Dalam karyanya ia juga membahas pentingnya moral pendidikan yang merujuk kepada ketaatan Tuhan, kepercayaan kepada Tuhan, kesalehan, dan pendekatan rohani kepada Tuhan. Hal ini, ajaran etika Al Ghazali sangatlah berperan dalam menjaga batin seseorang sehingga tumbuh perilaku yang etis yang posistif pada masyarakat saat ini.

Implementasi Etika Islam Al Ghazali di Era Modern

Seperti yang kita ketahui masyarakat saat ini telah menghadapi permasalahan-permasalahan moral yang berkaitan dengan materialism, individualism, dan adanya nilai tradisional yang bergeser. Hal tersebut menjadikan masyarakat saat ini lebih mengedepankan egonya dan kepentingan individualismenya seperti kesuksesan, kesehatan, dan kemandirian, sedangkan nilai moral dan pikiran terbuka seperti menghormati orang tua, menghargai orang lain, kurang diterapkan.

Masyarakat saat ini juga telah berasa seperti elit baru, yang mana mengedepankan informasi dan teknologi untuk lebih mengetahui pengetahuan daripada kekayaan materi. Adanya kemajuan teknologi dan globalisasi pada saat ini juga telah memengaruhi etika dan moral masyarakat, karena kemajuan teknologi dan globalisasi dapat menurunkan nilai-nilai yang sudah menjadi kebiasaan di dalam masyarakat.

Banyaknya tantangan -tantangan yang terjadi di masyarakat saat ini, Al Ghazali menekankan pendidikan moral dengan mensucikan hati dan menerapkan keadilan, karena menurut ia adanya pendidikan moral menjadikan kita lebih suci dan lebih dekat kepada Allah SWT. Konteks menerapakan mensucikan niat adalah sebuah bentuk kemurnian etika dalam melakukan suatu tindakan, sedangkan konteks penerapan prinsip keadilan adalah bentuk suatu penerapan yang kebanyakan harus dilakukan oleh seorang pemimpin untuk melakukan perbuatan yang etis.

Ajaran-ajaran tersebut berperan dalam tantangan modern saat ini, karena tantangan modern memerlukan arah dalam memperbaiki moral dan etika yang didasarkan kepada kesucian niat dan praktik sikap yang adil. Tidak hanya itu saja, ajaran etika Al Ghazali juga berfokus pada niat yang ada di balik tindakan tersebut. Pemikiran ia mengenai etika juga menggunakan metode penyucian jiwa seperti mujahadah, riyadh, dan belajar dari kisah-kisah para nabi.

Selanjutnya Al Ghazali juga menerapkan konsep tawakal untuk bergantung kepada Allah SWT, yang bertujuan untuk membantu mengurangi kecemasan dalam menghadapi permasalahan yang ada di dalam masyarakat modern yang ditandai dengan ketidakpastian.

Pemikiran etika Al Ghazali tersebut juga diselaraskan dengan ilmu kedokteran dalam memperhatikan pendidikan moral dan berfikir nalar supaya nilai-nilai etika dapat tumbuh.

Jika anda memiliki tulisan opini atau esai, silahkan dikirim melalui mekanisme di sini. Jika memenuhi standar The Columnist, kami dengan senang hati akan menerbitkannya untuk bertemu dengan para pembaca setia The Columnist.
Artikel Lainnya