Pancasila sebagai Dasar dan Falsafah Hidup Indonesia

Pancasila sebagai Dasar dan Falsafah Hidup Indonesia 19/12/2023 408 view Politik id.images.search.yahoo.com

Pancasila sebagai dasar negara mengartikan bahwa segala sesuatu yang berkaitan erat dengan ketatanegaraan negara haruslah berdasarkan atau bertumpu pada Pancasila. Pancasila sebagai dasar falsafah negara Indonesia haruslah diketahui oleh seluruh bangsa Indonesia agar seluruh rakyat Indonesia mampu menghargai, menghormati sekaligus menjaga Pancasila.

Setelah kemerdekaan Republik Indonesia diproklamasikan oleh Soekarno sejak saat itu pula Pancasila telah menjadi dasar falsafah negara (Philosophice Grondslag), ideologi negara dan pandangan hidup (Weltanschauung) bangsa Indonesia. Bagi Soekarno Indonesia sebagai (Philosopchice Grondslag) ideologi negara berarti dasar filosofi Indonesia merdeka.

Philosopchice Grondslag itulah yang menjadi pondasi pikiran sedalam-dalamnya, jiwa, hasrat bagi bangsa Indonesia yang di atasnya didirikan negara kesatuan Republik Indonesia.

Soekarno melihat bahwa Indonesia perlu ada dasar dan pondasi yang kuat, supaya ketika Indonesia telah tumbuh dan berkembang menjadi bangsa yang besar tidak mudah diruntuhkan oleh bangsa yang lain. Pondasi yang dimaksud adalah Pancasila. Pancasila sebagai ideologi yang terbuka dalam pengakuannya akan keberadaan nilai-nilai yang tidak dipaksakan dari luar, melainkan diambil dari kekayaan rohani dan penghayatan hidup yang bertumpu dari kearifan budaya masyarakat Indonesia.

Begitulah harusnya asas-asas dari Pancasila meresap dan hidup dalam sanubari bangsa Indonesia. Nilai-nilai Pancasila memiliki etika bersama atau harus menjadi acuan dari setiap tindakan bangsa Indonesia, setiap warga negara harus mampu mewujudkan nilai-nilai dalam Pancasila dalam kehidupan bersama.

Negara Republik Indonesia adalah negara yang besar memiliki banyak ragam, bahasa, suku dan agama. Itulah yang menjadi kekhasan dari negara Indonesia. Sedangkan yang menjadi dasar dan pedoman dari hidup kebangsaan Indonesia adalah Pancasila. Indonesia adalah negara Pancasila, bukan negara agama maupun negara sekular.

Soekarno menjadikan negara Indonesia sebagai negara Pancasila, bukan sebagai negara suatu golongan saja, melainkan untuk seluruh masyarakat Indonesia. Soekarno menjelaskan dengan sangat panjang arti Pancasila dalam pidatonya 1 Juni 1945. Ia mengemukakan Pancasila yang terdiri atas 5 asas sila sebagai dasar negara Indonesia yang sampai sekarang kita gunakan. Berikut penjelasan tentang 5 sila yang Soekarno kemukakan dalam pidatonya. Kebangsaan, Dasar dari kebangsaan Soekarno adalah kita mendirikan negara bukan untuk satu orang atau satu golongan saja, tetapi buat semua sehingga dasar pertama untuk negara Indonesia adalah dasar kebangsaan.

Internasionalisme, kita mendirikan bangsa Indonesia sekaligus dapat menjadi sahabat dan keluarga bangsa-bangsa yang yang lain. Internasionalisme tidak dapat hidup subur bila tidak berakar pada buminya nasionalisme, sedangkan nasionalisme tidak dapat hidup di taman sarinya internasionalisme.

Mufakat, perwakilan, dan permusyawaratan, Indonesia mempunyai rakyat yang banyak, maka perlu adanya perwakilan atau permusyawaratan dari golongan atau agama tertentu, sehingga tidak ada perpecahan yang terjadi. Dengan adanya mufakat kita dapat memperbaiki semua hal yang bersangkut paut dengan kedaerahan atau golongan. Soekarno melihat dasar ketiga ini sebagai dasar untuk dapat saling menghargai dan mendengarkan antara satu dengan yang lain.

Kesejahteraan Sosial, demokrasi yang ia kemukakan bukanlah demokrasi barat yaitu kapitalisme yang merajalela, tetapi demokrasi di Indonesia haruslah yang memberi penghidupan bagi rakyatnya, yaitu demokrasi politik ekonomi yang mampu mendatangkan kesejahteraan sosial. Badan permusyawaratan Indonesia bukan saja badan yang mengolah politik saja tetapi juga mewujudkan dua prinsip, yaitu politiche rechtvaadigheid dan rechtvaardigheid.

Ketuhanan, Soekarno pun mengemukakan bahwa agama yang kita miliki haruslah agama yang berbudaya dan tidak egois, kita harus saling menghormati dan menghargai, serta menjadi rakyat yang peduli akan kesatuan dan persatuan dengan negara Indonesia. Hendaknya Negara Indonesia satu negara yang berTuhan! Marilah kita amalkan, jalankan agama, baik Islam, maupun Kristen dengan cara berkeadaban. Apakah cara berkeadaban itu? Ialah hormat menghormati satu sama lain.

Tanggapan Kritis

Negara kita yaitu negara Indonesia mempunyai para bapak pendiri atau penggerak yang luar biasa mulai dari Soekarno, Hatta, Moh. Yamin, Soepomo dan lain-lain.

Mereka menggagas dasar negara ini dengan sangat baik, dalam menggagas negara ini para bapak pendiri saling mengutarakan gagasan-gagasannya supaya Indonesia memiliki dasar yang kuat dan kokoh sejak awal.

Soekarno termasuk orang yang brilian dalam menggagas dasar negara Indonesia, ia tidak melihat negara Indonesia sebagai negara yang lemah dan terjajah. Tapi, negara ini adalah negara yang besar dan negara yang kaya akan alam. Maka, Soekarno ingin membebaskan bangsa ini dari segala penjajahan dan mengaungkan kemerdekaan, supaya Indonesia mampu bangkit dari segala keterpurukan, dan dari segala penderitaan yang selama ini menjadi beban bangsa Indonesia.

Kemerdekaan yang diutarakan soekarno bukanlah hanya kemerdekaan yang jadi dalam sehari atau setahun, melainkan kemerdekaan harus terjadi sepanjang Indonesia itu masih berdiri. Maka, untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia itu Soekarno membuat dasar negara dan sumber dari segala hukum yang ada yaitu Pancasila.

Pancasila adalah gagasan yang dikemukakan oleh Soekarno dalam pidatonya 1 Juni 1945. Ia mengemukakan Pancasila dan penjabarannya didasarkan pada keadaan Indonesia di zaman itu yang dijajah oleh bangsa asing, belum lagi konflik yang terjadi antara sesama bangsa Indonesia.

Pancasila lahir dari pengamatan Soekarno bahwa bangsa Indonesia itu perlu dasar dan pondasi, bahkan harus ada falsafahnya. Indonesia pada saat itu didominasi oleh dua paham yang saling berbeda pendapat yaitu dari golongan kebangsaan netral agama dan golongan Islam. Kemudian Soekarno berpendapat bahwa negara Indonesia adalah negara Pancasila, bukan negara agama, bukan juga negara sekular.

Dengan adanya Pancasila dapat dijelaskan bahwa tidak hanya agama yang diberi hak yang sama, tapi juga golongan, suku, kemanusiaan dan lain-lainnya. Dengan adanya tindakan Soekarno ini, saya sendiri berpendapat bahwa negara Indonesia yang meskipun beragam tapi tetaplah saling menghargai dan menghormati satu sama lain. Pancasila yang ditawarkan Soekarno ini bukanlah kompromis, tetapi bersama-sama mencari satu hal yang kemudian disetujui oleh semua pihak.

Pancasila yang diusulkan Soekarno telah merangkum segala perbedaan itu dan menjadikan satu dalam bangsa Indonesia. Pendapat yang diutarakan oleh Soekarno ini bukanlah pendapat yang kecil, tetapi pendapat yang besar dan berpengaruh untuk kelahiran bangsa Indonesia. Bukan pula pemikiran yang hanya untuk sementara saja, tetapi untuk kemajuan bangsa Indonesia sampai selama-lamanya.

Saya pun melihat ini sebagai pemikiran yang brilian dan penuh kekuatan untuk memerdekakan bangsa Indonesia yang sekaligus menyatukannya dalam satu bangsa. Meskipun juga pendapat Hatta indah, pemikiran Moh. Yamin cemerlang, tetapi ungkapan yang keluar dari pidatonya Soekarno adalah berdasarkan fakta yang analisis dari segi politik, ekonomi, kemanusiaan dan kebangsaan. Karena itu, Pancasila sebagai pondasi dan falsafah hidup Indonesia harus tetap dijaga dan dirawat sampai kapan pun.

Soekarno melihat bahwa Pancasila yang ia ungkapkan mungkin sesuatu yang sulit untuk dipahami oleh masyarakat Indonesia. Sehingga, ia pun memeras Pancasila menjadi Trisila, jadi lima menjadi tiga yaitu socio-nationalisme, socio democratie, dan ketuhanan. Kalaupun ada juga orang yang masih belum bisa memahami Trisila ini. maka, ia pun membuat dasar negara Indonesia adalah negara semua buat semua yaitu negara gotong royong.

Negara Indonesia yang kita dirikan harus berdasarkan gotong royong dan dasar yang satu dan ini dinamakan Ekasila. Negara gotong royong yang diusung Soekarno adalah negara yang ingin menyatukan kita dalam kesatuan bangsa meskipun banyak perbedaan.

Saya sendiri melihat bahwa negara Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama, dan golongan, karena itu mungkin sulit untuk saling membantu satu sama lain.

Pendapat yang diberikan Soekarno ini tentang negara gotong royong adalah menjadi prinsip yang sungguh luar biasa. Ia pertama-tama ingin Indonesia bersatu, sehingga untuk mencapai kemerdekaan akan lebih mudah, bila kemerdekaan hanya dicapai oleh sekelompok orang mungkin tidak akan tercapai dan sampai sekarang Indonesia masih dijajah oleh bangsa yang lain.

Prinsip gotong royong tersebut mengatasi segala golongan dan peraturan yang ada di setiap daerah, bukan sebagai penghancur bangsa tetapi sebagai penyatu dalam keberagaman.

Jika anda memiliki tulisan opini atau esai, silahkan dikirim melalui mekanisme di sini. Jika memenuhi standar The Columnist, kami dengan senang hati akan menerbitkannya untuk bertemu dengan para pembaca setia The Columnist.
Artikel Lainnya