Munarman: Dua Kasus Dalam Sehari?

Mahasiswa STFT Widya Sasana Malang
Munarman: Dua Kasus Dalam Sehari? 30/04/2021 160 view Lainnya news.detik.com

Lily Sofia demikiananlah nama seorang wanita yang kini menjadi viral di media sosial. Ramainya netizen menyebarkan namanya dikarenakan ia terlibat dengan sosok pria yang selama ini menggetarkan bumi pertiwi ini. Yakni Munarman, mantan Sekretaris Umum (Sekum) Front Pembela Islam (FPI). Sebagai orang penting dalam organisasi tersebut Munarman tentunya menjadi sorotan publik karena organisasi FPI bisa dibilang organisasi yang begitu meradikal dan mencekam bagi Indonesia. Namun yang membuat heran adalah para kelompok dan pihak dari Munarman sendiri justru mensyukuri tindakkan tersebut. Aneh tapi nyata.

Sebagaimana yang dilansir oleh detikcom pada kamis 29 April 2021, bahwa yang memposting video Munarman dan Lily Sofia adalah akun @BoratCorl***e. Di awal video tersebut tampak bahwa ada foto Munarman dan seorang perempuan dengan tulisan ’20 Jam Bersama Lily Sofia’, Balada Cinta Sekjen FPI’. Video tersebut menampilkan seorang perempuan yang sedang berada di resepsionis dalam sebuah hotel. Dengan berselang beberapa detik video beralih ke lobi hotel melalui rekaman CCTV yang menampilkan seorang pria yang diyakini Munarman yang juga masuk hotel tersebut.

Selanjutnya video berganti di depan lift dan lagi-lagi beberapa detik kemudian pria tersebut mengikuti. Tak berunjung lama video beralih ke depan lift selanjutnya di mana pria dan wanita tersebut awalnya berdiri berantakan. Selanjutnya pria tersebut masuk dalam lift dan kemudian diikuti oleh wanita tersebut dengan bergandengan tangan. Demikian sepenggal kisah yang viral tak beralasan di media sosial. Kisah Munarman yang menghebohkan netizen Indonesia.

Namun anehnya pengacara Munarman, Aziz Yanuar justru mensyukuri viralnya video tersebut dengan beralasan menambah kebaikan untuk kliennya. Ia justru mendoakan orang yang menyebarkan video tersebut agar mendapat bimbingan dari Tuhan. Ada apa di balik rasa syukur tersebut?

Secara sekilas kita tentu menanggapi perbuatan Munarman merupakan tindakan tidak terpuji, memalukan dan merusak nilai moral. Namun demikianlah kita harus meyakininya. Bahwa tindakan Munarman memang memalukan. Di lain hal tanggapan para pihak Munarman yang mensyukurinya tampaknya menjadi perwakilan seluruh masyarakat yang tidak menyukai kehadiran Munarman yang juga terbilang meresahkan bangsa kita. Syukur bukan karena perbuatannya melainkan syukur karena dengan demikian Munarman akan mendapatkan pelajaran yang selayaknya. Pelajaran untuk bertobat tentunya. Perbuatan Munarman akan semakin menjadi buah cibir yang menghebohkan media sosial dan seluruh kaum yang kontra dengannya.

Di lain hal beriringan dengan viralnya video tersebut kini berita yang juga hangat berkaitan dengan Munarman adalah peristiwa penangkapannya oleh Polisi. Penangkapan yang bukan karena kasusnya dengan Lily Sofia terkait video syur tersebut. Malainkan penangkapan karena Munarman sendiri telah ditetapkan oleh polisi sebagai tersangka Kejahatan Terorisme. Bravo bukan? Ia bahkan telah ditetapkan sejak 20 April 2021 lalu. Penangkapannya pun tentu melalui berbagai proses yang sudah tepat. Berita yang menggembirakan!

Kombes Ahmad Ramadan menyatakan bahwa penagkapannya pun melalui surat izin kepada pihak keluarga dan isterinya. Surat perintah penangkapan tersebut diterima dan ditandatangani. Artinya Munarman ditangkap dengan direstui oleh keluarganya. Semua tentu sepakat dan setuju dengan tindakan polisi yang menangkap Munarman. Buktinya keluarganya merestui. Apalagi Masyarakat lainnya. Ini tentu saja bukan berita yang menggembirakan melainkan menyedihkan. Sebab ternyata yang selama ini meneror bangsa kita adalah generasi muda bangsa kita sendiri. Bukannya menjadi generasi yang memajukan bangsa malah menjatuhkan negeri ini sendiri. Bukannya sudah merdeka melainkan menjadi penjajah di negeri sendiri. Ah, Korupsi, Kolusi dan Nepotisme nampaknya masih kurang sebagai bahan alternatif untuk menjajah negeri ini. Semua seakan tidak percaya namun inilah kenyataannya bahwa sepandai pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga.

Munarman memang layak diproses secara hukum dan layak dihukum. Perilaku dan sikapnya merupakan tindakan tak terpuji yang menambah bencana di negeri ini. Perbuatan yang tidak baik memang sudah layak dan pantas agar mendapat perlakuan yang baik pula. Artinya dihukum agar bertobat menjadi lebih baik.
Meskipun demikian dua perbuatan Munarman baik kasusnya dengan Lily Sofia maupun kasus penangkapannya sebagai tersangka kegiatan terorisme menjadi pembelajaran bagi seluruh masyarakat Indonesia. Secara khusus kaum muda generasi penerus bangsa. Kita sebagai generasi bangsa hendaknya semakin peka dan peduli dengan berbagai ancaman dan kejahatan sosial terhadap negara kita. Kejahatan terorisme telah merugikan semua aspek kehidupan. Akibatnya semua hanya bisa saling menyalahkan.

Maka, inilah kesempatan berharga dan baik untuk kita cermati dan kita kritisi. Sikap yang tidak patut ditiru dan dihilangkan dari hati, pikiran, bahkan tindakan kita. Lihat saja Munarman ia bahkan merugikan dirinya sendiri, keluarga dan orang yang dia cintai, lingkungan hingga masyarakat dan negara yang kita cintai.
Pertanyaan selanjutnya adalah masih adakah yang akan menjadi penerus Munarman selanjutnya?

Jika anda memiliki tulisan opini atau esai, silahkan dikirim melalui mekanisme di sini. Jika memenuhi standar The Columnist, kami dengan senang hati akan menerbitkannya untuk bertemu dengan para pembaca setia The Columnist.
Artikel Lainnya