Minimnya Kebebasan Berpendapat di Ruang Media Citizen Journalism

Mahasiswa UBK
Minimnya Kebebasan Berpendapat di Ruang Media Citizen Journalism 10/02/2024 64 view Pendidikan optika.id/Asshoff

Seiring dengan meningkatnya penggunaan internet, masyarakat sudah banyak menjadi Citizen Journalism untuk melakukan kegiatan jurnalistik secara spontan atas peristiwa yang terjadi di sekitarnya. Di indonesia, Citizen Journalism sudah berperan dalam kegiatan jurnalistik terutama peristiwa-peristiwa penting yang tidak bisa dijangkau media resmi nasional maupun swasta.

Saat ini pers berada dalam situasi di mana pengertian wartawan dan media mengalami pergeseran penting akibat dari perkembangan dua hal, yaitu perkembangan jurnalistik dan perkembangan media. Dunia jurnalistik kini mengalami perubahan, sebagaimana sebelumnya banyak diketahui yaitu reportase yang memiliki tugas khusus dan dibebankan kepada wartawan atau reporter media massa. Sekarang setiap warga bisa melaporkan peristiwa atau berita yang diproduksi secara unik dalam pengemasannya kepada media milik individunya sebagai Citizen Journalism.

Menurut Andy F. Noyah seorang wartawan yang sering kali muncul dalam tayangan Kick Andy, Citizen Journalism berbeda dengan jurnalis professional. Dalam hal ini, jurnalis professional yang dimaksudkan adalah jurnalis yang bekerja untuk sebuah media tertentu. Segmen dan tuntutan tugas keduanya berbeda. Pada jurnalisme professional, kedalaman, kelengkapan serta akurasi adalah syarat mutlak dalam penyampaian berita.

Sebaliknya, pada Citizen Journalism kecepatan informasi yang menjadi penanda utama, selain nilai berita yang disampaikan tentunya. Bahkan Citizen Journalism sering menjadi sumber informasi penting untuk media mainstream. Ketika wartawan tidak selalu tahu semua informasi maka dengan adanya partisipasi tersebut, informasinya kini dapat sampai kepada masyarakat melalui media massa.

Kemudian di era digital saat ini, informasi mudah diakses melalui platform digital seperti situs web dan media sosial. Untuk memastikan citizen journalism bahwa jurnalisme berkualitas tetap terjaga, dewan Pers membuat Implementasi Peraturan Presiden (Perpres) tentang Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas.

Pada Februari 2023, Dewan Pers telah mengajukan Draft Rancangan Peraturan Presiden (perpres) tentang jurnalisme berkualitas kepada Presiden Joko Widodo. Rancangan ini bertujuan untuk memperkuat tanggung jawab perusahaan platform digital, seperti Google, Youtube, maupun sejenisnya untuk mendukung jurnalisme berkualitas di Indonesia.

Salah satu cara yang diusulkan dengan membuat kesepakatan bagi hasil antara platform digital dan perusahaan pers. Sehingga konten berita yang diproduksi oleh konten kreator, media lokal serta nasional dapat dihormati dan dihargai kepemilikannya.

Meskipun tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan profesionalisme dan etika jurnalistik. Salah satu poin yang menjadi sorotan dalam rencana Perpres ini adalah pembentukan lembaga independen yang akan bertugas mengawasi serta mengendalikan kegiatan media. Beberapa pihak setuju yang mendukung poin ini dapat menerapkan adanya pengawasan lebih ketat untuk menghindarkan publik dari berita palsu (hoaks) maupun mengurangi konten yang tidak etis.

Adapun beberapa alasan yang dimuat untuk mendukung rancangan perpres jurnalisme berkualiatas yaitu pertama, meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan bagi jurnalis serta media lokal maupun nasional yang sering kali dimonopoli dan didominasi platform digital global. Kedua, tentunya ini menjadi pegangan utama dalam menjaga kredibilitas dan kualiatas jurnalisme di Indonesia. Ketiga, mendorong kerja sama antar platform untuk mendapatkan saling keuntungan informasi yang dimuat atau diproduksi dalam media tersebut dari segi trafik pengguna dan jangkauan audiens untuk mengkomsumsi berita.

Menindaklanjuti hal ini, rancangan perpres justru juga menuai kontroversi dari berbagai pihak, terutama dari kalangan media digital dan konten kreator. Pertama, pihak yang terkait mengkhawatirkan bahwa draf tersebut akan mengancam kebebasan berpendapat dalam konten informasi atau berita yang dimuat melalui video berdasarkan izin melalui hak ciptanya yang dimuat, padahal cukup mencantukan sumber riset yang dikelola sebaik mungkin dengan faktanya. Kedua, menghambatnya kreativitas serta inovasi pengemasan konten sebagaimana berperan melalui fungsinya untuk mendidik, menghibur dan sebagai kontrol sosial. Ketiga, merugikan industri kreatif bagi karya citizen journalism itu sendiri dalam mengurangi insentif untuk berinvestasi atau berkolaborasi dengan media digital serta konten kreator lokal yang dapat menawarkan konten berita yang lebih segar, relevan, dan menarik.

Rancangan perpres jurnalisme berkualitas merupakan sebuah usulan yang memiliki kebijakan kepada pemilik media yang banyak dilihat dari berbagai sudut pandang terhadap pro dan kontra berbagai pihak. Usulan ini bertujuan untuk memperkuat tanggung jawab platform digital global dalam mendukung jurnalisme berkualitas di Indonesia, namun juga menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap kebebasan pers, inovasi dan hubungan internasional.

Oleh karena itu, perlu adanya diskusi publik yang sangat terbuka dari berbagai perwakilan antara pemilik platform digital, media lokal maupun nasional, konten kreator, pemerintah dan masyarakat sipil serta dewan pers sebagai naungan penanggung jawab informasi yang dapat diakomodasi dari kepetingan maupun aspirasi semua pihak tentunya.

Jika anda memiliki tulisan opini atau esai, silahkan dikirim melalui mekanisme di sini. Jika memenuhi standar The Columnist, kami dengan senang hati akan menerbitkannya untuk bertemu dengan para pembaca setia The Columnist.
Artikel Lainnya