Metafisika dalam Hayy Ibnu Yaqzan

Metafisika dalam Hayy Ibnu Yaqzan 30/12/2022 439 view Agama wikimedia.org

Ibnu Thufail adalah seorang filsuf yang membuat karya Hayy Ibnu Yaqzan. Beliau mempunyai pendapat akan adanya pengetahuan. Menurutnya, adanya pengetahuan dibutuhkan adanya panca indra. Panca indra dapat berfungsi dengan pengamatan dan penelitian pada suatu objek untuk mencapai suatu kebenaran. Lalu untuk mengetahui kebenaran yang bersifat metafis, manusia memerlukan adanya daya intuisi dan akal manusia.Terdapat dua jalan yang disarankan oleh Ibnu Thufail untuk mencapai pengetahuan. Jalan yang pertama, melalui filsafat seperti yang dilakukan oleh Hayy. Jalan yang kedua yaitu melalui wahyu seperti Asal.

Untuk mencapai suatu tingkat kebenaran, kemampuan manusia memerlukan pikiran yang logis. Namun manusia juga dapat menggunakan kemampuan jiwanya menggunakan perasaan dan emosi. Dengan menggunakan kekuatan jiwa yang ada pada diri manusia, manusia dapat menemukan suatu hakikat segala yang ada.

Jadi, yang dimaksud sumber pengetahuan berdasarkan pemikiran Ibnu Thufail adalah yang pertama, menggunakan metode dasar pada panca indra manusia. Dalam novel Hayy Ibnu Yaqzan, Hayy meneliti hewan, tumbuhan, lingkungan sekitar menggunakan indra yang dia punya. Dia meneliti karakter-karakter pada setiap makhluk hidup yang ada di sekitarnya. Dia mengamati hewan-hewan yang bersamanya dari kecil. Baik hewan yang jinak maupun hewan yang buas. Hayy melihat alam semesta. Dia bukan hanya mengamati apa yang dapat dia lihat di alam semesta ini. Namun Hayy juga meneliti apa yang ada di luar angkasa. Baik planet, matahari, bulan dan sebagainya. Ketika rusa yang bersamanya dari kecil dan seperti ibu sendiri mati, dia sangat terkejut. Dia berpikir bahwa bahwa hewan bisa mati jika ada yang membunuhnya saja. Rasa penasaran Hayy itu tinggi dan akhirnya dia membedah tubuh rusa itu. Ditemukannya masalah pada jantung rusa yang berhenti. Lalu Hayy menerapkan metode yang ditemukannya pada hewan-hewan kecil. Dan mulai melakukan penelitian pada metode yang lain.

Lalu menggunakan dasar metode rasio (al-aql). Hayy menggunakan metode ini saat selesai membedah rusa yang dianggap sebagai ibunya sendiri. Hayy menggunakan metode komparatif. Yaitu metode yang membandingkan satu objek dengan objek yang berbeda. Dengan menggunakan cara ini, Hayy mengetahui bahwa di alam semesta ini terdapat 4 unsur pokok. Yaitu api, udara, air dan tanah. Dan menganggap bahwa apa yang ada di alam semesti ini juga memiliki sifat Al-Hayula yang berarti asal. Dan Al-Shurah yang berarti bentuk

Dan yang terakhir menggunakan metode dasar intuisi. Tanpa mempelajari sebelumnya, Hayy dengan mudah mengetahui penyebab dari kematian rusa itu. Hayy menggunakan bisikan hatinya untuk meneliti organ dalam dari hewan tersebut sampai dia mengetahui kebenaran yang sebenarnya atas kematian rusanya itu. Dari ketiga metode tersebut, manusia dapat mengetahui hakikat dari adanya Tuhan. Melalui panca indra, menggunakan akal, dan juga memanfaatkan intuisi untuk melihat esensi Tuhan.

Pengetahuan Ibnu Thufail sudah mencapai tentang apapun hakikat yang sudah dia lihat. Baik kejadian maupun kerusakan apapun yang bersifat plural. Dan Ibnu Thufail beranggapan bahwa semua mencapai satu esensi kebenaran. Eksistensi dirinya untuk mencapai suatu pengetahuan tertinggi sudah mengantarkannya mencapai pengetahuan tentang alam atas. Pengetahuan tentang mencari penyebab utama adanya berbagai macam esensi, mencari pengetahuan tertinggi, tetang siapa dan apa penyebab pertama, inilah yang dinamakan pengetahuan metafisika.

Jika dilihat pada kisah Hayy Ibnu Yaqzan, Ibnu Thufail seperti menyetujui bahwa menyendiri dapat menarik kita untuk berpengetahuan. Dengan pengetahuan, kita dapat dengan mudah melakukan komunikasi dengan orang lain. Kita juga memerlukan logika untuk menemukan kesimpulan-kesimpulan dari beberapa permasalahan. Karena jika manusia merasa diasingkan, maka manusia akan berusaha untuk dapat keluar dari rasa keterasingan tersebut. Maka dapat disimpulkan dari pemikiran Ibnu Thufail adalah “Tak dapat diragukan lagi bahwa pengasingan diri adalah salah satu sarana untuk mencari pengetahuan.”

Pokok pemikiran Ibnu Thufail pada karyanya yang berjudul Hayy Ibnu Yaqzan adalah pengetahuan akan adanya kebenaran. Berawal dari penelitian yang ada di sekitarnya, sampai pada akhirnya Hayy meneliti beberapa yang ada di luar angkasa. Dengan awal mula meneliti lingkungan alam sekitar, hewan-hewan yang ada di sekitarnya, dan sampai pada akhirnya menemukan Sang Kebenaran. Dengan menggunakan panca indra, akal dan intuisinya, Hayy menemukan esensi Tuhan yang sudah lama dicarinya. Hayy pun akhirnya menemukan esensi dari segala esensi yang ada.

Jika anda memiliki tulisan opini atau esai, silahkan dikirim melalui mekanisme di sini. Jika memenuhi standar The Columnist, kami dengan senang hati akan menerbitkannya untuk bertemu dengan para pembaca setia The Columnist.
Artikel Lainnya