Menyambut Era Society 5.0

Mahasiswa STFT Widya Sasana Malang, Alumni UWD Pontianak
Menyambut Era Society 5.0 11/12/2021 464 view Lainnya news.blr.com

Teknologi Informasi telah mengalami perkembangan dalam kehidupan sehari-hari. Hampir setiap kebutuhan manusia dilengkapi dengan kemudahan dengan adanya Teknologi Informasi. Yang paling kontras dari pemanfaatan teknologi di masa kini adalah munculnya aneka fitur-fitur yang ada di dalam komputer dan gadget. Orang tidak akan tersesat karena sudah memiliki aplikasi map. Untuk belajar secara daring, para siswa dan guru dapat memanfaatkan fitur zoom baik di telepon genggam maupun komputer.

Belanja tidak lagi perlu mendatangi toko-toko, swalayan ataupun mall. Akses belanja tersebut dapat dilakukan melalui aplikasi toko online. Orang tidak perlu lagi kehilangan akal ketika kendaraan mengalami mogok atau kerusakan karena sudah ada aplikasi ojek online yang siap diakses kapan saja. Dinamika-dinamika perkembangan teknolgi informasi ini menjadi tanda-tanda persiapan sekaligus pemantik untuk masuk ke dalam era modern selanjutnya. Persiapan era teknologi dari revolusi industri 4.0 menuju society 5.0.

Society 5.0 merupakan konsep yang mengimplementasikan teknologi pada Revolusi Industri 4.0 dengan mempertimbangkan aspek humaniora sehingga dapat menyelesaikan berbagai permasalahan sosial dan menciptakan keberlanjutan. Society 5.0 adalah masyarakat yang dapat menyelesaikan berbagai tantangan dan permasalahan sosial dengan memanfaatkan berbagai inovasi yang lahir di era Revolusi industri 4.0 seperti Internet on Things (internet untuk segala sesuatu), Artificial Intelligence (kecerdasan buatan), Big Data (data dalam jumlah besar), dan robot untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Society 5.0 juga dapat diartikan sebagai sebuah konsep masyarakat yang berpusat pada manusia dan berbasis teknologi.

Konsep teknologi yang digagas oleh pemerintah Jepang ini adalah sebuah konsep yang jelas. Konsep Society 5.0 tersebut dirancang di dalam Rencana Dasar Sains dan Teknologi ke-5 oleh Dewan Sains, Teknologi dan Inovasi, yang telah disetujui oleh keputusan kabinet pada Januari 2016(Fukuyama 2018). Tujuan dari Society 5.0 adalah untuk menciptakan masyarakat yang berpusat pada manusia baik demi pembangunan ekonomi dan menjadi capaian resolusif dari tantangan masyarakat, dan orang dapat menikmati kualitas hidup yang tinggi sepenuhnya secara aktif dan nyaman.

Masyarakat society 5.0 inilah masyarakat yang kelak akan hadir dalam berbagai kebutuhan hidup manusia, tanpa memandang wilayah, usia, jenis kelamin, bahasa, dan lain sebagainya. Masyarakat ini hadir dengan menyediakan barang dan layanan yang diperlukan dalam hidup sehari-hari. Kunci untuk merealisasikan konsep 5.0 ini adalah dengan melakukan kombinasi antara ruang maya dan dunia nyata (ruang fisik) untuk menghasilkan data yang berkualitas. Dari sinilah dibuat nilai baru dan solusi untuk mengatasi berbagai tantangan.

Dengan munculnya konsep Society 5.0, maka banyak hal harus dipersiapkan. Untuk beralih menuju sistem kehidupan yang baru tersebut membutuhkan Sumber Daya Manusia yang mumpuni untuk memegang kendali teknologi yang akan diintegrasikan ke dalam konsep society 5.0 ini. Ada 5 prospek kerja yang perlu dipersiapkan untuk menghadapi society 5.0 di masa depan yaitu web developer, App developer, Search Engine Optimisation (SEO) Specialist, content creator, dan social media specialist. Kelima profesi ini dipersiapkan sebaik mungkin untuk menunjang berbagai macam kebutuhan dan tantangan yang ada di dalam kehidupan masyarakat di masa depan. Maka dunia pendidikan perlu mengembangkan SDM yang memiliki skill teknologi informasi (IT) agar di masa depan angka pengangguran dapat ditekan.

Potensi besar pemanfaatan teknologi informasi oleh masyarakat Indonesia mengalami perkembangan yang sangat besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik mengenai statistik telekomunikasi Indonesia sampai tahun 2019 penggunaan telepon sesuler mengalami peningkatan sebanyak 63,53 persen. Pertumbuhan penggunaan telepon selular ini diikuti pula oleh pertumbuhan kepemilikan komputer dan kepemilikan akses internet dalam rumah tangga yang mencapai angka 18,78 persen untuk kepemilikan komputer dan 73,75 persen untuk kepemilikan akses internet dalam rumah tangga. Penggunaan internet juga mengalami peningkatan selama kurun waktu 2015--2019, yang ditunjukkan dari meningkatnya persentase penduduk yang mengakses internet pada tahun 2015 sekitar 21,98 persen menjadi 47,69 persen pada tahun 2019.

Sebaliknya kepemilikan telepon tetap kabel dalam rumah tangga mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2015 persentase rumah tangga yang memiliki/menguasai telepon kabel sekitar 4,01 persen, turun menjadi 2,09 persen pada tahun 2019. Pada tahun 2015, persentase penduduk usia 5 tahun ke atas yang pernah mengakses internet dalam tiga bulan terakhir sekitar 21,98 persen dan meningkat menjadi 43,51 persen pada tahun 2019. Dengan melihat informasi tersebut, para pengguna akses internet dan teknologi informasi menjadi peluang besar bagi masyarakat Indonesia dalam mempersiapkan diri menyambut era society 5.0.

Revolusi ini menitikberatkan pada pola digitalisasi dan otomatisasi di semua aspek kehidupan manusia. Maka dari itu, masyarakat khususnya para milenial hendaknya meningkatkan skill dalam pengusaan serta penggunaan teknologi dan informasi yang up to date di masa kini. Di bidang pendidikan, sekolah dan perguruan tinggi perlu melakukan peningkatan metode pembelajaran yang berbasis pada teknologi informasi. Siswa tidak hanya mampu menguasai teknologi informasi tetapi juga memiliki kompetensi lainnya yaitu mampu berpikir kritis, bernalar, kreatif, berkomunikasi, kolaborasi serta memiliki kemampuan problem solving. Selain itu, masyarakat perlu dibekali dengan 6 kemampuan dasar literasi data yaitu kemampuan untuk membaca, analisis, dan menggunakan informasi (big data) di dunia digital. Tidak kalah penting dari literasi data, masyarakat harus memiliki kemampuan literasi teknologi, memahami cara kerja mesin, aplikasi teknologi (coding, artificial intelligence, machine learning, engineering principles, biotech) dan literasi manusia yaitu humanities, komunikasi dan desain.

Era society 5.0 sedikit demi sedikit sedang persiapkan dari era industri 4.0 saat ini. Bukan berarti tidak mustahil jika situasi saat ini, pandemi covid-19, memaksa masyarakat pelan-pelan mengarah pada revolusi. Teknologi informasi yang semakin canggih, memberikan isyarat bahwa masyarakat perlu membenahi diri sekarang juga. Dengan pembekalan diri dari aspek pendidikan dan Sumber Daya Manusia pada akhirnya akan bermuara pada pemanfaatan teknologi informasi secara maksimal. Dengan demikian, hal tersebut menjadi peluang bagi masyarakat dan para milenial untuk mengembangkan diri semakin baik demi menghadapi tantangan global yang semakin maju. Masyarakat tidak perlu merasa takut dan khawatir apabila sejak saat ini, upgrade skill terus dilakukan mengingat teknologi informasi sudah menjadi salah satu bagian kehidupan masyarakat modern saat ini.

Era society 5.0 juga memaksa banyak untuk memperkaya diri dengan pengetahuan teknologi informasi. Dengan ketersediaan informasi yang melimpah di dunia maya, hal tersebut bukanlah sesuatu yang mustahil. Apalagi banyak instansi atau lembaga memfasilitasi masyarakat secara daring maupun luring dalam rangka mempersiapkan diri menuju era 5.0. Tema-tema yang diangkat dapat berupa literasi digital, pemanfaatan teknologi informasi, updgrade skill IT, kursus dan lain sebagainya. Hal ini mampu mengupayakan ketertinggalan kita dalam ranah dunia siber.

Jika anda memiliki tulisan opini atau esai, silahkan dikirim melalui mekanisme di sini. Jika memenuhi standar The Columnist, kami dengan senang hati akan menerbitkannya untuk bertemu dengan para pembaca setia The Columnist.
Artikel Lainnya