Konsep Pendidikan Islam Perspektif Syed Muhammad Naquib al-Attas

Mahasiswa Aqidah dan Filsafat Islam UIN Sunan Ampel Surabaya
Konsep Pendidikan Islam Perspektif Syed Muhammad Naquib al-Attas 03/10/2023 493 view Agama pixnio.com

Syed Muhammad Naquib al-Attas adalah seorang filsuf, sarjana Islam, dan pendidik terkemuka dari Malaysia. Pemikirannya sangat berpengaruh dalam mengembangkan pemahaman tentang peradaban Islam dan pentingnya pendidikan dalam membentuk masyarakat yang beradab. Dalam tulisan ini, kita akan menjelajahi pemikiran Naquib al-Attas dan bagaimana pemikirannya mempengaruhi peradaban Islam.

Naquib al-Attas dilahirkan pada 5 Maret 1931 di Bogor, Jawa Barat, Indonesia. Ia adalah seorang filsuf, sarjana Islam, dan pendidik terkemuka dari Malaysia. Ia dikenal secara luas sebagai salah satu pemikir Islam terkemuka pada abad ke-20 dan memainkan peran penting dalam mengembangkan pemahaman tentang peradaban Islam dan pendidikan Islam di dunia modern.

Pemikiran al-Attas didasarkan pada pemahaman Islam yang mendalam dan dia terinspirasi oleh tradisi intelektual Islam klasik, seperti pemikiran Ibn Taymiyyah dan Al-Ghazali. Salah satu karya terkenalnya adalah buku “Islam and Secularism” yang diterbitkan pada tahun 1978. Buku ini mengkritik pandangan-pandangan sekuler dan memperkuat pentingnya memahami Islam dalam segala aspek kehidupan, termasuk pendidikan, sains, dan peradaban.

Al-Attas juga menekankan pentingnya mempertahankan identitas dan integritas Islam dalam menghadapi modernisasi dan globalisasi. Ia mendorong umat Islam untuk menggali kembali warisan intelektual dan budaya mereka yang kaya sambil terbuka terhadap pengetahuan baru dan kemajuan dalam ilmu pengetahuan.

Karya-karya al-Attas mencakup berbagai topik, termasuk pendidikan Islam, falsafah Melayu, peradaban Islam, dan hubungan antara agama dan sains. Gagasan-gagasannya yang mendalam dan kritis tentang Islam dan peradaban telah mempengaruhi banyak pemikir dan sarjana Muslim di dunia.

Naquib al-Attas adalah seorang pemikir yang konsisten dan berkomitmen terhadap pemahaman Islam yang autentik, serta menjaga warisan budaya dan intelektual Islam. Pemikirannya memberikan wawasan yang berharga tentang pentingnya pendidikan yang berakar pada nilai-nilai Islam dan memperkuat peradaban Islam di tengah tantangan zaman modern.

Salah satu pemikiran sentral Naquib al-Attas adalah pentingnya pendidikan dalam membangun masyarakat yang beradab. Baginya, pendidikan yang berpusat pada nilai-nilai Islam adalah kunci untuk mengembangkan individu yang berakhlak mulia dan masyarakat yang berbudaya.

Menurut al-Attas, pendidikan sejati tidak hanya berkaitan dengan penguasaan pengetahuan akademik semata, tetapi juga dengan pembentukan karakter moral dan spiritual individu. Dalam pandangan al-Attas, pendidikan haruslah mencakup empat dimensi utama yaitu intelektual, spiritual, emosional, dan fisik.

Pendidikan intelektual harus membantu individu memperoleh pengetahuan yang mendalam tentang agama, ilmu pengetahuan, dan humaniora. Pendidikan spiritual harus membimbing individu dalam memperkuat hubungannya dengan Tuhan dan menumbuhkan sikap ketaqwaan. Pendidikan emosional harus membentuk sisi emosional individu agar harmonis dan seimbang. Pendidikan fisik, di sisi lain, melibatkan kesehatan fisik dan aktivitas jasmani.

Naquib Al-Attas juga menekankan pentingnya menyelaraskan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai Islam. Ia menolak pemisahan antara ilmu pengetahuan dan agama, dan menekankan bahwa ilmu pengetahuan sejati tidak bertentangan dengan ajaran agama, tetapi sebaliknya, merupakan wahana untuk lebih memahami kebesaran Allah. Menurutnya, sains dan teknologi harus digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dan melayani tujuan kehidupan yang lebih tinggi.

Selain itu, Naquib al-Attas juga memandang peradaban Islam sebagai peradaban yang holistik. Ia percaya bahwa peradaban Islam mencakup semua aspek kehidupan, termasuk agama, seni, sastra, arsitektur, dan tatanan sosial. Peradaban Islam yang berkebudayaan bukan hanya tentang mempraktikkan ritual keagamaan semata, tetapi juga menghargai dan mengembangkan nilai-nilai kemanusiaan yang tinggi.

Pemikiran Naquib al-Attas juga memiliki implikasi penting dalam konteks kontemporer. Ia menekankan pentingnya menjaga integritas dan identitas Islam dalam menghadapi arus globalisasi dan modernisasi. Baginya, perubahan sosial dan perkembangan teknologi tidak boleh menyebabkan masyarakat muslim melupakan nilai-nilai dan prinsip-prinsip Islam.

Al-Attas mendorong umat Islam untuk memahami warisan budaya dan intelektual mereka dengan baik, sambil tetap terbuka terhadap pengetahuan baru dan kemajuan dalam ilmu pengetahuan. Dalam pemikirannya yang kaya, Naquib al-Attas telah memberikan kontribusi besar dalam mengembangkan gagasan tentang peradaban Islam yang holistik, pendidikan yang berakar pada nilai-nilai Islam, dan pentingnya mempertahankan identitas Islam dalam konteks modern.

Pemikirannya tidak hanya relevan bagi masyarakat Muslim, tetapi juga bagi siapa pun yang tertarik pada dialog antara peradaban dan nilai-nilai universal. Dalam menghormati pemikiran Naquib al-Attas, kita dapat belajar bahwa pendidikan adalah kunci untuk mengembangkan masyarakat yang beradab.

Dalam upaya untuk membangun masyarakat yang adil dan harmonis, penting bagi kita untuk menggabungkan pengetahuan intelektual dengan pembentukan karakter moral dan spiritual yang kuat. Dengan cara ini, kita dapat menciptakan peradaban yang berbudaya, berpegang pada nilai-nilai universal, dan menghormati identitas unik kita sebagai umat manusia.

Jika anda memiliki tulisan opini atau esai, silahkan dikirim melalui mekanisme di sini. Jika memenuhi standar The Columnist, kami dengan senang hati akan menerbitkannya untuk bertemu dengan para pembaca setia The Columnist.
Artikel Lainnya