IKN Nusantara dan Nasib Orang Dayak

Mahasiswa
IKN Nusantara dan Nasib Orang Dayak 14/09/2023 319 view Budaya beritaja.com

Tema pemindahan IKN dari Jakarta ke Kalimantan Timur menjadi bahan diskusi yang masih menarik. Pada tanggal 29 April 2019, Presiden Joko Widodo memutuskan untuk memindahkan IKN keluar Pulau Jawa dan dicantumkan dalam RPJMN 2020-2024. Lokasi yang nilai strategis dijadikan IKN ialah Kalimantan Timur, tepatnya di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Setelah melakukan survei, pada tanggal 18 Januari 2022 IKN resmi dipindahkan dengan disahkannya RUU tentang Ibu Kota Negara (IKN) menjadi UU oleh DPR RI dan Pemerintah.

Pemindahan IKN dilihat sebagai sesuatu yang urgen (dari pihak pemerintah). Pemerintah memiliki cita-cita besar di balik IKN Nusantara. Namun terlepas dari cita-cita tersebut, satu hal penting yang perlu bahkan harus kita pertanyakan ialah tentang eksistensi orang Dayak yang merupakan orang asli Kalimantan. Kehadiran IKN niscaya membawa perubahan. Lantas bagaimana nasib orang Dayak pasca IKN? Kemungkinan-kemungkinan apa saja yang akan terjadi pada mereka? Perlu kita renungkan!

IKN Nusantara: “Dunia Baru”

Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara nama yang diberikan untuk simbol identitas Indonesia di masa depan. Pemindahan IKN ke Kalimantan Timur niscaya akan membawa sejuta perubahan bagi Indonesia secara umum dan khususnya Kalimantan. IKN Nusantara ini menawarkan “dunia baru” sekaligus tansformatif bagi Indonesia. Dikatakan bahwa IKN Nusantara dirancang sebagai green city pertama di dunia dan smart city. Oleh sebab itu, Pemerintah Rebublik Indonesia mengundang negara-negara lain dan juga para investor dari berbagai belahan dunia untuk mendukung pembangunan IKN Nusantara, seperti Cina, Finlandia, Jepang, Singapura, Republik Korea Selatan dan lain sebagainya.

Kehadiran IKN Nusantara di Pulau Kalimantan (Timur) niscaya akan membawa perubahan dalam berbagai bidang kehidupan, entah itu perubahan yang konstruktif-transformatif maupun destruktif. Dengan memilih Kalimantan (Timur) sebagai IKN Republik Indonesia maka Kalimantan akan menjadi pusat perhatian baik global maupun regional, bagaikan gula yang akan diserbu oleh “semut-semut”. Maka perubahan adalah suatu keniscayaan bagi Kalimantan. Bidang-bidang yang niscaya akan mengalami perubahan ialah: ekonomi, infrastuktur, pendidikan, sosio-budaya dan lapangan pekerjaan. Namun di sisi lain, bidang ekologi dan HAM mungkin juga akan terdampak perubahan tersebut.

Pertama, dalam bidang ekonomi. Jelas bahwa dinamika ekonomi masyarakat di Kalimantan (Timur) akan mengalami perkembangan dan pertumbuhan yang signifikan. Hal itu dikarenakan Pemerintah Indonesia memberikan kemudahan investasi dan bisnis sebagai strategi membangun IKN Nusantara. Peluang investasi dan bisnis tersebut secara otomatis akan menyediakan lapangan pekerjaan bagi banyak orang. Maka, persaingan dan kompetisi dalam bidang ekonomi pun akan meningkat dan hanya orang yang memenuhi syarat yang akan menang.

Kedua, dalam bidang sosio-budaya. Peluang ekonomi yang begitu besar di IKN Nusantara akan mengundang banyak orang untuk datang ke Kalimantan. Dapat dipastikan bahwa akan terjadi ledakan penduduk yang besar di Kalimantan. Kehadiran banyak orang dengan latar belakang suku, bahasa, agama dan kebudayaan yang berbeda niscaya akan berdampak pada sosio-budaya orang Dayak di Kalimantan. Memang, pluralitas itu menjadi satu kekayaan bangsa Indonesia tetapi sekaligus sebuah tantangan yang perlu disiasati dengan serius.

Ketiga, dalam bidang pendidikan. Hadirnya IKN di Kalimantan akan menarik perhatian universitas-universitas besar di Indonesia untuk membuka cabang di wilayah IKN Nusantara dan sekitarnya. Namun tidak hanya universitas, sekolah-sekolah (SD – SMA) swasta juga akan mewarnai atmosfir pendidikan di Kalimantan (Timur). Kehadiran beragam instansi pendidikan itu diharapkan dapat membantu SDM masyarakat Kalimantan.

Keempat, dalam bidang infrastruktur. Pembanguan IKN Nusantara tentu akan berdampak pada infrastruktur yang ada di Kalimantan (Timur) secara umum dan khususnya di sekitar IKN Nusantara.

Di sisi lain, bidang ekologi (hutan) dan HAM juga mungkin akan mengalami dampak. Pertama, jika konsep green city sungguh terealisir dengan baik dan konsisten maka bidang ekologi (hutan) akan mendapat dukungan yang positif; sebaliknya, jika tidak maka hutan akan menjadi korban keganasan kapitalisme. Kedua, hak-hak orang Dayak yang selama ini sering terabaikan mungkin akan mendapat perhatian lebih dari pihak pemerintah.

Situasi Orang Dayak Saat Ini

Bagaimana situasi orang Dayak saat ini? Sudah siapkah orang Dayak menyambut IKN? Di sini penulis akan menggambarkan secara singkat situasi orang Dayak saat ini untuk menilai apakah orang Dayak telah siap menyambut IKN atau belum.

Berangkat dari waktu “saat ini”, orang Dayak belum memiliki SDM yang memadai. Semangat dan kemauan untuk bersekolah dan menimba ilmu di ruang pendidikan masih lemah. Banyak orang muda yang lebih memilih tidak bersekolah demi bekerja dan juga menikah muda karena “cinta”. Pendidikan formal belum begitu diminati sehingga tidak banyak orang Dayak yang berpendidikan tinggi (rata-rata hanya sampai strata 1). Hal itu berdampak pula pada mentalitas untuk berkompetisi yang tergolong rendah.

Orang Dayak sangat menjunjung tinggi kebudayaan yang diwariskan oleh para leluhur. Bagi orang Dayak budaya adalah identitas. Secara khusus, relasi orang Dayak dan alam (hutan) merupakan salah satu isi kebudayaan tersebut. Maka, orang Dayak akan bersikap tegas terhadap segala bentuk eksploitasi terhadap hutan.

Di sisi lain, orang Dayak tidak bisa dipisahkan dari tanah / lahan. Tanah mengandung filosofi kehidupan bagi orang Dayak bahwa dari hasil tanah orang Dayak dapat makan dan bertahan hidup. Di sini, yang menjadi problem ialah sertifikasi tanah. Mungkin masing-masing keluarga (orang Dayak) memilik banyak tanah, tetapi apakah tanah itu sudah bersertifikat? Hal itu terjadi dikarenakan tradisi orang Dayak dalam hal pemilikan tanah yang masih bersifat tradisional. Hal ini akan menjadi masalah besar di masa-masa mendatang, terutama berhadapan dengan hukum positif.

Kemungkinan-Kemungkinan yang Akan Dialami Orang Dayak

IKN Nusantara sudah di depan mata dan begitu pula dengan gelombang perubahan tidak mungkin dihindari. Setelah menganalisa perjalanan IKN Nusantara nanti dan menilai situasi orang Dayak saat ini, maka kemungkinan-kemungkinan yang akan dialami oleh orang Dayak baik positif maupun negatif ialah sebagai berikut.

Kehadiran IKN Nusantara di Kalimantan (Timur) tentu akan memberikan dampak positif, khususnya bagi orang Dayak. 1) (Mungkin) Hak-hak orang Dayak yang selama ini sering dirampas oleh pihak perusahaan mungkin akan menjadi perhatian pemerintah; 2) Jika IKN Nusantara sungguh merealisasi konsep green city maka ekologi Kalimantan akan tetap lestari dan terjaga; 3) (Mungkin) Pertumbuhan ekonomi adil akan dirasakan oleh seluruh masyarakat, khususnya orang Dayak; 4) Infrastruktur (bangunan dan jalan) akan menjadi lebih baik; 6) Pendidikan mungkin akan semakin membaik dan akan membantu SDM orang Dayak; dan 7) Kemudahan investasi dan bisnis akan membuka peluang kerja bagi masyarakat, khususnya orang Dayak.

Di sisi lain, IKN Nusantara secara tidak langsung juga kelak akan membawa dampak negatif bagi orang Dayak. 1) Tradisi-tradisi leluhur yang sifatnya sakral mungkin akan mengalami desakralisasi akibat gelombang modernisasi; 2) Pola pikir orang Dayak mungkin saja berubah menjadi ekonomis-kapitalis karena situasi yang melingkupinya; 3) Ledakan penduduk yang kelak akan melahirkan pluralitas yang begitu masif memiliki bahaya konflik kesukuan; 4) Hukum adat kelak akan berbenturan dengan hukum positif; 5) Tanah yang tidak bersertifikasi kelak akan menuntut perjuangan keras dari pihak orang Dayak atas tanah-tanah mereka; 6) Jika pemerintah tidak memberi perhatian pada eksistensi hutan maka hutan yang dianggap bernilai luhur bagi orang Dayak akan menjadi taruhan; 7) Bentuk-bentuk budaya Dayak kemungkinan besar akan berubah akibat situasi modern; dan 8) Jika orang Dayak tidak punya hasrat untuk berpendidikan dan mengasah mentalitas kompetitif maka dapat dipastikan orang Dayak akan terpinggirkan dan menjadi penonton di tanah sendiri.

Analisa di atas dirumuskan dalam kerangka probabilitas atau kemungkinan. Maka, hasil analisa tersebut lebih bersifat hipotesa penulis setelah menganalisa situasi orang Dayak saat ini dalam menyambut IKN Nusantara. Hipotesa-hipotesa tersebut hanya dapat dibuktikan kelak di “hari esok” yakni dalam perjalanan pembangunan IKN Nusantara hingga selesai bahkan di masa selanjutnya. Kita (orang Dayak) akan melihat apakah IKN Nusantara hadir sebagai berkat atau justru kutuk bagi orang Dayak (?). “Setiap manusia adalah penentu nasib maka berjuanglah demi masa depan yang lebih baik”.

Jika anda memiliki tulisan opini atau esai, silahkan dikirim melalui mekanisme di sini. Jika memenuhi standar The Columnist, kami dengan senang hati akan menerbitkannya untuk bertemu dengan para pembaca setia The Columnist.
Artikel Lainnya