Gerakan Islam Jalan Tengah

Penulis
Gerakan Islam Jalan Tengah 03/04/2022 123 view Agama Player.com

Akhir-akhir ini kehidupan umat beragama di Indonesia mengalami dinamika yang cukup keras. Terutama munculnya kasus-kasus radikalisme yang berlatarkan pemahaman dan ideologi agama. Banyaknya populasi Islam masuk di Indonesia yang menjadi salah satu faktor radikalisme agama dalam kenyataan kegamaan sehari-hari, radikalisme diperlihatkan sebagai gerakan-gerakan yang berusaha merombak secara total tatanan sosial politik yang ada dengan penggunakan kekerasan didasarkan pada alasan-alasan yang berlandaskan jargon keagamaan.

Runtuhnya zaman Orde Baru membuat pehamahaman-pemahaman dari berbagai ideologi cepat masuk ke negara Indonesia, tak hanya pemahaman bahkan tindakan sudah sering terjadi yang membuat konflik sosial, sehingga dapat terbentuklah garis horizontal spektrum sosial tersebut yaitu kanan dekat hingga kanan jauh (ekstrim kanan) yang menjadi perang ideologis yang ingin menguasai tatanan masyarakat, maka dari itu perlunya memahami agama dalam garis spektrum sosial ke jalan yang tengah.

Analisa mengenai moderasi beragama Islam dipandang mampu memberikan alternatif pemahaman yang lebih jernih, terbuka dan penuh dengan nilai-nilai perdamaian dan dibandingkan dengan ideologi yang dikenalkan oleh kelompok Islam transnasional ataupun radikal. Analisa terkait Gerakan Islam Jalan Tengah seperti moderasi Islam tidak lepas dari Gerakan Islam Muhammadiyah yang menjadikan visi dan misi sebagai pemikiran Islam Jalan Tengah.

Tema moderasi beragama perlu menyajikan beberapa hal yang menjadi latar belakang hingga judul tersebut disajikan. Salah satu ciri gerakan yang bernuansa Islam dapat disebut “modern” jika gerakan keagamaan tersebut menggunakan metode organisasi. Berdasarkan parameter tersebut, Muhammadiyah dapat disebut sebagai sebuah gerakan keagamaan Islam yang modern organisasi Islam Muhammadiyah yang tetap mengupayakan dengan pendekatan yang efektif dan kontektualisasi agar dapat menyentuh persoalan yang ada pada masyarakat Indonesia, pengupayaan tersebut dilakukan dengan istilah yang sangat popular tentang deradikalisasi sebagai Counter Violence Exstrimism.

Sikap moderasi beragama sebagai Islam Jalan Tengah Muhammadiyah dapat kita ringkas menjadi tiga point penjelasan yaitu: (1) Islam moderat yang pilih Muhammadiyah harus berangkat dari keyakinan bahwa Islam adalah moderasi atau antitesis dari ekstrimitas agama sebelumnya; (2) Moderasi Islam Muhammadiyah yang dipilih Muhammadiyah di atas harus dintindaklanjuti dalam memahami dan menjalankan Islam dengan menjauhi sikap “tatharruf” (ekstrim); (3) Konsep Islam moderat Muhammadiyah bukan berarti yang tidak berpihak kepada kebenaran serta tidak memiliki pendirian untuk menentukan mana yang haq dan yang bathil.

Muhammadiyah sebagai organisasi sosial keagamaan, tetap berijtihad untuk menyemaikan gagasan moderasi Islam di Indonesia, ijtihaj ini memiliki konsekuensi logis Muhammadiyah tidak akan berada pada posisi liberal ataupun fisisme kiri yang juga ada komunisme serta tidak juga pada posisi paling kanan yang menyebabkan munculnya tindakan fundamentalisme. Islam yang seharusnya berada di titik bagian tengah antara liberal dan fasisme, memiliki sikap yang tidak mendorong ke arah yang berlebihan terutama gerakan ekstrimisme sehingga Muhammadiyah tidak memberikan ruang-ruang setiap kader ekstrimisme karena yang bertentangan dengan paham moderasi Muhammadiyah.

Muhammadiyah mendorong moderasi dalam berislam karena Indonesia memiliki kultur Islam yang tidak sama dengan Islam di Timur Tengah. Muhammadiyah memang tidak terlalu anti dunia atau filosofis, meski demikian Muhammadiyah tidak pernah keluar batas dari moderasi. Muhammadiyah tidak mengimpor budaya dari negara lain seperti Timur Asia Selatan maupun Afrika Utara. Organisasi ini setia budaya lokal di Indonesia tetapi membuang bid’ah, kurafat dan takhayul. Di sini pentingnya ijtihad, maka itu moderasi keberagaman Muhammadiyah menyerukan kepada Al-quran dan Sunnah.

Muhammadiyah sebagai kekuatan masyarakat sipil arus utama sangat mengkhawatirkan situasi sosial ke depan apabila tingkat emosional publik meningkat yang dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk menyulut terjadinya konflik komunal. Posisi jalan tengah Muhammadiyah adalah komitmen serius sebagai organisasi dengan gerakan sosial yang inklusif, mendukung dialog dan keragaman, serta berkegiatan sosial dengan tidak memandang kelompok agama dan golongan. Dalam beberapa hal cetak biru dan arsitektur negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan konstitusi 1945, serta slogan nasional Bhinneka Tunggal Ika, adalah manifestasi dari Islam jalan tengah.

Jika anda memiliki tulisan opini atau esai, silahkan dikirim melalui mekanisme di sini. Jika memenuhi standar The Columnist, kami dengan senang hati akan menerbitkannya untuk bertemu dengan para pembaca setia The Columnist.
Artikel Lainnya