Ga Mudik Ga Asik

Ga Mudik Ga Asik 29/03/2021 38 view Opini Mingguan yahoo.com

" Ga mudik, gak asik", mungkin ini anggapan sebagian besar masyarakat Indonesia. Mudik sudah menjadi bagian dari budaya bangsa. Mudik biasanya dilakukan pada saat menjelang hari raya, dengan tujuan untuk merayakan bersama keluarga besar, berkumpul bersama di tempat tinggal orang tua, maupun yang dituakan, atau di mana sesuai kesepakatan keluarga besar. Bernostalgia dengan situasi pada masa lalu, dengan membawa keluarga masa kini menjadi agenda dari acara mudik itu sendiri.

Namun situasi saat ini jelas berbeda. Nampaknya mudik harus rela mengalah pada pandemi. Demi keselamatan bersama, budaya mudik harus ikhlas ditunda selama beberapa waktu yang tak diketahui limitnya.

Pandemi belum berlalu. Hampir 1,5 juta kasus terkonfirmasi positif covid-19 dan lebih dari 40 ribu kasus meninggal dikarenakan covid-19 membuat Indonesia menjadi zona gelap di Asia bersama dengan India dan bergabung dengan deretan negara lain di Eropa dan Amerika.

Dengan metode penularan human-to-human transmission via respiratory droplets, tentu saja menjaga jarak dan menggunakan masker merupakan satu satunya pencegahan paling efektif untuk menghindari terjangkit virus ini. Standar protokol Kesehatan disosialisaikan kepada masyarakat, mulai dari 3 M (Memakai masker-Mencuci tangan-Menjaga jarak) hingga 3 T (Testing-Tracing-Treatment).

Berbagai kebijakan dengan tujuan menghindari terjadinya kerumunan telah diambil. Kementrian Pendidikan melalui Surat Edaran Menteri Pendidikan Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Coronavirus Disease (Covid-19) telah menetapkan kebijakan untuk Belajar Dari Rumah (BDR) kepada anak didik. Pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Nomor 281 Tahun 2021, juga kembali mengeluarkan larangan mudik selama lebaran tahun ini. SKB tiga Menteri ini mengatur tentang Perubahan Atas Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 642 Tahun 2020, Nomor 4 Tahun 2020, Nomor 4 tahun 2020 Tentang Hari libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2021. Cuti bersama tetap ada, namun dilarang untuk mudik.

Pro kontra Kembali terjadi di masyarakat. Meski sebenarnya, ini bukan kali pertama, di tahun 2020, Pemerintah juga mengeluarkan larangan untuk mudik. Laporan dari google mobility movement mencatat bahwa pergerakan masyarakat menurun drastis dari kondisi normal biasanya yang dalam hal ini dibandingkan dengan kondisi di Februari 2020. Tentu saja adanya larangan mudik dan berbagai kebijakan lainnya memiliki peran akan terjadinya hal itu.

Harapan besar muncul dengan program vaksinasi, meski juga tak lepas dari berbagai kontroversi. Dengan target lebih dari 180 juta penduduk untuk divaksin, Pemerintah telah melaksanakan lebih dari 7 juta vaksin tahap pertama, dan lebih dari 3 juta telah menyelesaikan vaksinasi sebanyak dua tahap. Vaksinasi merupakan salah satu upaya untuk menyelamatkan masyarakat dari wabah yang melanda.

Perekonomian yang terkontraksi di sepanjang tahun 2020 dan melanda hampir semua lini menjadi pembelajaran tersendiri. Kebijakan yang bersinergi dan terkolaborasi dengan baik harus fokus dijalani. Tugas pemerintah untuk terus berupaya memperbaiki dan mengevaluasi demi kebangkitan perekonomian negara. Lantas apa tugas kita sebagai warga negara?

Drama pro kontra kepemimpinan bangsa tentu tak lepas dari berbagai polemik yang melanda negeri. Kebebasan demokrasi menjadi dalih saat kebijakan pemimpin negara dianggap tak sesuai dengan keinginan hati. Iya, negara kita bukanlah negara otoriter. Setiap warga negara memiliki kebebasan dan itu dilindungi oleh undang-undang. Namun semestinya ketaatan pada anjuran pemerintah bukanlah sebuah pilihan. Apalagi bila berkaitan dengan kemaslahatan.

Mudik dilarang. Bukan berarti tidak bisa merayakan dan berbagi kebahagiaan bersama keluarga yang jauh. Teknologi telah menciptakan banyak hal untuk menjembatani hal itu. Video call bukan hanya dengan 1-2 line melainkan 8 line diluncurkan oleh fitur whattsap. Aplikasi zoom meeting bahkan memberi kompensasi gratis hingga 100 partisipan, bisa reuni satu angkatan bukan? Belum lagi berbagai promo dari provider yang biasanya bertebaran menjelang musim liburan.

Tidak bepergian dan mudik, bukan akhir dari sosialisasi dan silaturahmi. Jadikan pandemi untuk lebih mengendalikan diri dan hati. Mendekat pada Sang Ilahi dengan tetap mengutamakan kemanusiaan dan rasa peduli. Selamat beradaptasi dengan pandemi. Indonesia dan keberlangsungannya ada di tanganmu kini.

Jika anda memiliki tulisan opini atau esai, silahkan dikirim melalui mekanisme di sini. Jika memenuhi standar The Columnist, kami dengan senang hati akan menerbitkannya untuk bertemu dengan para pembaca setia The Columnist.
Artikel Lainnya