Dongeng dan Penguatan Literasi di Tengah Pandemi Covid-19

PNS BKKBN
Dongeng dan  Penguatan Literasi di Tengah Pandemi Covid-19 05/07/2021 58 view Pendidikan prokabar.com

Pandemi Covid-19 hari-hari ini kian berbahaya. Begitu serius penyebaran virus Covid-19 ini, pemerintah terpaksa mengambil kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Daruat di Jawa dan Bali mulai tanggal 3 sampai dengan 20 Juli mendatang.

Kebijakan itu diambil karena pandemi Covid-19 yang penyebarannya begitu masif, meningkat secara signifikan bukan saja dari sisi jumlah kasus baru namun juga korban jiwa yang meninggal diakibatkan oleh virus tersebut juga meningkat. Tercatat per 2 Juli kasus baru corona menurut data pemerintah mencapai angka 25.830 kasus dan 539 kematian yang merupakan rekor ganda harian semenjak virus corona ini masuk ke Indonesia.

Lebih dari itu, virus corona kali ini terkesan lebih ganas dengan korban bukan saja orang dewasa namun juga anak-anak. Menurut data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (ADAI) yang dilansir beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa angka kematian anak akibat Covid-19 tertinggi di dunia. Kematian anak positif Covid-19 mencapai 3%-5%. Lebih menyedihkan lagi adalah 50% kematian anak ini di usia balita.

Kita menyadari bahwa selama pandemi ini menerjang, anak-anak ikut dirugikan. Mereka tidak bisa bermain dan bersendagurau dengan teman-temannya di sekolah. Mereka juga tak bisa menghabiskan waktu luang dengan teman sebayanya di lingkungan rumah. Anak-anak tidak bisa beraktivitas secara bebas, memperluas pengetahuan dan ketrampilannya karena selama pandemi ini mereka terkekang harus tetap belajar dari rumah.

Namun itu semua dilakukan untuk keselamatan mereka, karena kita tahu bahwa tidak mudah bagi anak-anak untuk menaati protokol kesehatan terutama di tempat-tempat ramai. Untuk itu wacana membuka sekolah tatap muka yang akan diberlakukan mulai tahun ajaran baru tahun 2021 ini patut untuk dipertimbangkan kembali mengingat pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya bisa dikendalikan. Bahkan lebih baik rencana pembelajaran tatap muka itu sebaiknya dibatalkan terlebih dahulu sampai situasi benar-benar terkendali. Semua ini dilakukan demi keselamatan anak-anak.

Memang kita menyadari bahwa pembelajaran jarak jauh memiliki berbagai macam kendala terutama bagi daerah-daerah yang memiliki jangkauan terhadap jaringan internet yang terbatas, murid dari keluarga yang kurang mampu yang tidak memiliki gadget atau pun juga pihak guru atau pengajar yang mulai dihinggapi rasa bosan terhadap sistem pembelajaran jarak jauh dengan sistem online ini. Namun pembelajaran jarak jauh ini adalah pilihan yang paling rasional untuk menjaga keselamatan anak-anak kita dari amukan Covid-19 yang belum juga reda.

Menghidupkan Dongeng

Pembelajaran jarak jauh yang dilaksanakan terlalu lama bisa jadi membuat siswa dan juga guru sama-sama bosan sehingga bisa mengurangi capaian output yang diharapkan. Hal ini tentunya memberikan dampak yang kurang optimal pada kemampuan literasi anak. Padahal kita tahu bahwa literasi pada anak sangat penting untuk ditingkatkan dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia ke depan. Untuk itu perlu terobosan-terobosan agar literasi anak tetap tinggi meskipun pandemi belum reda dan sistem pembelajaran jarak jauh tetap masih diberlakukan.

Salah satu metode pembelajaran yang cukup efektif untuk dilakukan di saat pandemi dan juga bisa meningkatkan literasi anak adalah dengan menghidupkan kembali metode pembelajaran mendongeng. Metode pembelajaran mendongeng merupakan metode pembelajaran paling tua di dunia namun saat ini mulai memudar seiring dengan perkembangan teknologi informasi.

Metode pembelajaran mendongeng dahulu sangat dicintai oleh orang tua atau keluarganya untuk menanamkan pengetahuan, karakter atau nilia-nilai tertentu pada anak. Namun, kini sudah luntur. Selain disebabkan makin berkembangnya teknologi informasi yang menyebabkan beragamnya tontonan atau hiburan untuk anak seperti televisi, juga bisa diakibatkan oleh kesibukan orang tua yang bekerja untuk mencari rejeki sehingga memiliki waktu yang terbatas dan tidak bisa mendongeng untuk anaknya walaupun hanya sekedar pengantar tidur.

Pandemi Covid-19 yang belum seutuhnya reda dan pembelajaran di sekolah yang masih dilakukan dengan metode daring serta orang tua yang sering Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah bisa menghidupkan atau merevitaliasi kembali metode pembelajaran dongeng untuk diaplikasikan. Ini bisa terjadi karena baik anak maupun orang tua sama-sama memiliki waktu yang cukup karena sama-sama di rumah saja, baik untuk belajar maupun untuk bekerja.

Dengan menghidupkan kembali metode pembelajaran mendongeng yang dilakukan oleh orang tua kepada anaknya hal ini setidaknya bisa membantu celah kekurangan dari pembelajaran jarak jauh dengan metode online.

Lebih dari itu, pembelajaran dengan metode mendongeng yang dilakukan oleh orang tua atau keluarga kepada anak-anaknya setidaknya juga mampu memberikan manfaat kepada anak-anak. Antara lain adalah untuk meningkatkan daya imajinasi seorang anak, mengembangkan kemampuan berbahasa, meningkatkan minat baca, meningkatkan kecerdasan emosional, melatih daya ingat dan membentuk rasa empati.

Kita berharap bahwa dengan dongeng yang kreatif dan menarik yang diberikan oleh orang tua atau keluarga kepada anak-anak akan mampu menghilangkan rasa bosan anak selama pembelajaran online yang dilakukan oleh guru. Lebih dari itu, dengan menghidupkan kembali metode pembelajaran mendongeng diharapkan akan mampu meningkatkan literasi pada anak-anak. Semoga pandemi ini akan segera berakhir sehingga pembelajaran tatap muka bisa segera dilaksanakan tanpa rasa khawatir.

Jika anda memiliki tulisan opini atau esai, silahkan dikirim melalui mekanisme di sini. Jika memenuhi standar The Columnist, kami dengan senang hati akan menerbitkannya untuk bertemu dengan para pembaca setia The Columnist.
Artikel Lainnya