Djoko Damono dan Sastrawan Masa Depan

Mahasiswa
Djoko Damono dan Sastrawan  Masa Depan 21/07/2020 240 view Lainnya Bisnis.com

Kabar duka kembali menyelimuti pecinta sastra Tanah Air, pasalnya seorang tokoh sastrawan legendaris Tanah Air Sapardi Djoko Damono tutup usia pada Minggu pagi tanggal 19 Juli 2020. Kabar duka ini begitu memukul hati yang mendalam bagi pecinta sastra khususnya pecinta karya maha besar dari Djoko Damono sendiri.

Untuk mengenal Djoko Damono, kita dapat melihat dari karya-karyanya yang amat besar dan bermakna tinggi. Djoko Damono adalah sosok sastrawan yang bagi saya adalah sastrawan yang mengedepankan nilai keindahan dari sastra itu sendiri dan peka melihat realitas kehidupan yang kemudian diolahnya dalam bentuk syair yang indah.

Sosok Djoko Damono adalah sosok yang sangat sederhana. Mengapa saya mengatakan demikian, karena karya-karyanya lebih khusus puisi ditulis dengan bahasa dan bentuk yang amat sederhana namun penuh bermakna. Bagi saya karya besar sastrawan menggambarkan pribadi sastrawan itu sendiri.

Karya-karya besar Djoko Damono dari tahun ke tahun patut kita acungkan jempol. Karya-karya beliau dalam dunia Sastra selalu diminati oleh banyak khalayak karena karyanya sangat sesuai dengan konteks dan perasaan para pembaca maupun pendengar. Karya-karya beliau mampu membangkitkan emosi penikmat hasil sastranya.

Kepergian Djoko Damono adalah kepergian sastra itu sendiri. Djoko Damono menurut hemat saya adalah bukan sekedar sastrawan biasa, melainkan ia adalah sosok inspirasi bagi banyak kalangan khususnya kalangan sastrawan muda. Karya-karya beliau yang amat sederhana namun memiliki makna yang mendalam bisa menjadi sumber inspirasi bagi sastrawan muda untuk berkarya.

Mengenang karya-karya beliau, saya bisa melihat bagaimana beliau memiliki jiwa dan kecintaan besar kepada anak-anak muda. Karyanya seperti Hujan Bulan Juni, Aku Ingin dan tafsiran saya merupakan karya beliau yang menggambarkan keadaan atau perasaan para pemuda yang biasanya masih berada dalam fase-fase romantisme.

Imajinasi tinggi Djoko Damono yang mampu menggambarkan realitas kehidupan menjadi sebuah karya sastra yang menarik untuk dibaca dan didengar membuat beliau banyak sekali menerima penghargaan-penghargaan, baik tingkat nasional maupun tingkat internasional. Bagi saya lebih dari penghargaan itu, karya-karya Djoko Damono akan selalu abadi dan tetap populer di banyak khalayak baik bagi masyarakat umumnya, penikmat sastra maupun pencinta karya-karya Djoko Damono sendiri.

Kepergian sastrawan Dajoko Damono menjadi suatu tantangan yang amat besar bagi sastrawan muda. Disini saya memberikan beberapa pertanyaan yang cukup untuk kita refleksikan secara bersama. Adakah Djoko Damono muda di negeri kita yang siap melahirkan karya-karya besar seperti karya Djoko Damono sendiri? Adakah Djoko Damono muda saat ini yang memiliki jiwa imajinasi tinggi sehingga mampu menggambarkan realitas menjadi suatu karya sastra yang indah? Masih adakah kecintaan anak muda terhadap dunia sastra?

Menurut hemat saya, saya sangat optimis bahwa masih ada sejuta tunas-tunas Djoko Damono yang sedang bertumbuh dan berkembang di negeri pertiwii ini. Masih banyak anak muda yang memiliki jiwa yang besar dan imajinasi yang tinggi sehingga bisa menghasilkan karya yang amat mashyur dan bisa menghasilkan karya sepopuler karya Djoko Damono sendiri.

Keoptimisan saya bahwa di negeri kita masih banyak tunas-tunas muda didasari pada pemikiran bahwa anak-anak muda banyak yang mampu melahirkan ide-ide cemerlang dan selalu mampu berinovasi dalam keadaan apapun.

Kepergian Djoko Damono adalah suatu momen yang tepat bagi sastrawan muda untuk mulai menata diri agar bisa menggantikan Djoko Damono dalam hal ini bisa menghasilkan karya-karya sastra seperti karya Djoko Damono yang memiliki keindahan baik dari segi bentuk karya maupun makna dari setiap karya yang dilahirkan.

Generasi muda dunia sastra dituntut untuk mampu melanjutkan semangat dan kecintaan Djoko Damono terhadap sastra sehingga dunia sastra masih dan terus diminati oleh masyarakat luas.

Saat ini, yang dilakukan oleh generasi muda tanah air lebih khusus pecinta sastra atau sastrawan adalah bagaimana menunjukan potensi yang mereka miliki, bagaimana sastrawan muda mengekspos karya-karya berlian mereka. Banyak cara yang dapat dilakukan oleh sastrawan muda saat ini untuk menunjukan kemampuan mereka dalam bidang sastra, salah satunya adalah menulis karya-karya di berbagai media sosial atau pun ikut bergabung dengan komunitas-komunitas pecinta sastra serta mengikuti berbagai pertunjukan sastra.

Generasi muda adalah pilihan yang sangat tepat bagi saya dalam meneruskan karya-karya Djoko Damono. Lebih dari itu sangat lebih baik juga jika sastrawan muda menghasilkan karya sastra yang lebih menarik dan lebih populer. Djoko Damono pasti lebih tenang di alam sana jika melihat generasi-generasi penerusnya menghasilkan karya yang memiliki keindahan lebih dari karya beliau. Artinya bahwa karya-karyanya dijadikan patokan bagi sastrawan muda untuk berkarya.

Di akhir tulisan ini, marilah kita mendoakan sastrawan kebanggaan kita Djoko Damono agar beliau ditempatkan di tahta yang suci oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Karya-karya mu tetap abadi dan tetap dicintai oleh banyak orang meskipun waktu akan terus berputar.

Bagi tunas-tunas muda Djoko Damono jangan malas berkarya dan teruslah berkarya, tunjukan pada ibu pertiwi bahwa masih banyak Damono muda yang masih berkarya di tanah air. “Aku Ingin mencintaimu dengan sederhana, aku ingin mengenangmu dengan sederhana, aku akan melanjutkan karyamu dengan sederhana”.

Jika anda memiliki tulisan opini atau esai, silahkan dikirim melalui mekanisme di sini. Jika memenuhi standar The Columnist, kami dengan senang hati akan menerbitkannya untuk bertemu dengan para pembaca setia The Columnist.
Artikel Lainnya