Cukup Tangguhkah Ekonomi Riau Hadapi Covid-19?

Statistisi
Cukup Tangguhkah Ekonomi Riau Hadapi Covid-19? 19/05/2020 1422 view Ekonomi pixabay.com

Perekonomian Provinsi Riau triwulan I - 2020 tumbuh sebesar 2,24 persen sedikit lebih lambat dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 2,89 persen. Namun, hal ini dapat dikatakan relatif cukup tangguh mengingat perekonomian Indonesia mengalami perlambatan yang cukup dalam dari 5,07% menjadi hanya tumbuh 2,97% pada triwulan I 2020 di tengah pandemi penyakit virus corona yang baru (Covid-19).

Melambatnya perekonomian Provinsi Riau di tengah pandemi Covid-19 ini diindikasikan oleh turunnya pertumbuhan nilai tambah bruto (NTB) beberapa lapangan usaha terutama jasa-jasa. Jasa perdagangan, transportasi, penyediaan akomodasi, administrasi pemerintahan, pendidikan dan jasa lainnya berkontribusi negatif terhadap laju pertumbuhan perekonomian Riau Triwulan I - 2020. Hal ini sesuai dengan pernyataan Menteri Keuangan Ibu Sri Mulyani bahwa wabah virus Covid-19 telah memukul sektor transportasi dan perdagangan RI.

Itu semua tergambar jelas dari anjloknya penerimaan pajak dari sektor perdagangan dimana mengalami perlambatan dari 8,4 persen menjadi hanya 2,8 persen. Dampak Covid-19 juga terjadi pada industri pariwisata dimana efek dominonya dapat terlihat pada penurunan output yang terjadi pada sektor-sektor penunjang, seperti hotel, restoran, transportasi udara maupun pengusaha retail. Pada jasa pendidikan, untuk menekan penyebaran Covid-19, sejak 16 Maret 2020 pemerintah memutuskan agar siswa-siswi belajar dari rumah.

Namun demikian, tidak semua jasa mengalami pertumbuhan negatif, ada pula yang tumbuh positif bahkan berkali kali lipat, misalnya jasa informasi dan komunikasi. Hal ini erat kaitannya dengan lonjakan penggunaan internet pasca-anjuran bekerja dan sekolah dari rumah akibat Covid-19. Sumbangannya terhadap laju pertumbuhan meningkat tajam dari 0,05 persen menjadi 0,16 persen setelah tumbuh mencapai 17,26 persen. Begitu pula halnya dengan jasa kesehatan yang tumbuh 18,03 persen akibat meningkatnya pelayanan jasa ini selama Covid-19. Meskipun sumbangannya terhadap laju perekonomian Riau sebesar 0,04 persen masih relatif kecil dibandingkan lapangan usaha lainnya.

Pada triwulan I - 2020, perekonomian Riau memang tumbuh melambat akibat Covid-19 tetapi dinilai masih cukup tangguh. Hal ini tak terlepas dari peran Industri pengolahan; Pertanian, kehutanan dan perikanan; serta pertambangan dan penggalian yang mendominasi struktur perekonomian Provinsi Riau. Dalam periode triwulan I - 2020, ketiga lapangan usaha dominan tersebut masing-masing memiliki kontribusi sebesar 27,46 persen; 25,79 persen dan 21,16 persen. Menariknya, 3 lapangan usaha ini belum menunjukkan dampak dari Covid-19 di Provinsi Riau.

Industri pengolahan selama triwulan I - 2020 tumbuh sebesar 5,66 persen lebih lambat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 6,39 persen. Namun demikian, sumbangsihnya terhadap laju pertumbuhan ekonomi masih cukup besar yaitu 1,73 persen. Hal ini tidak terlepas dari impresifnya laju pertumbuhan Industri kertas dan barang dari kertas, percetakan dan reproduksi. Ekspor pulp meningkat akibat penurunan produksi negara lain terutama Tiongkok dalam memenuhi kebutuhan internasional. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas pelabuhan (KSOP) Kelas II Tanjung Buton menyatakan ada peningkatan pulp rayon (dissolving pulp) di pelabuhan dari RAPP sejak diresmikannya pabrik rayon PT Asia Pacific Rayon (APR) oleh Presiden RI tanggal 20 Februari 2020.

Tingginya peningkatan permintaan pulp bubur kertas dari luar negeri menarik peningkatan tambahan bahan baku industri kertas berupa kayu bulat dari Hutan Tanaman Industri (HTI). Akibatnya, terjadi peningkatan produksi kayu bulat. Sehingga, pertanian, kehutanan dan perikanan dalam periode ini tumbuh sebesar 7,81 persen jauh lebih baik dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya yang tumbuh hanya sebesar 2,22 persen.

Sementara itu, lapangan usaha pertambangan dan penggalian masih mengalami kontraksi sebesar -5,22 persen sedikit lebih turun dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya sebesar -3,56 persen. Adapun kontraksi yang masih terus berlanjut tersebut di latarbelakangi oleh natural declining yaitu penurunan alamiah pada produksi minyak terkait produksi yang masih memanfaatkan sumur-sumur tua. Sedangkan, konstruksi pada triwulan I 2020 tumbuh 2,22 persen lebih lambat dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,37 persen. Namun demikian, sektor ini masih tumbuh positif. Hal ini tidak terlepas dari kebijakan pemerintah untuk tetap melanjutkan pembangunan infrastruktur di tengah merebaknya pandemi Covid-19 dan upah tetap dibayar sebagaimana disebutkan dalam Instruksi Menteri No. 02/IN/M/2020.

Covid-19 telah mengguncang perekonomian Indonesia, tidak terkecuali Provinsi Riau. Menariknya, berdasarkan gambaran perekonomian Riau triwulan I 2020 dapat ditunjukkan bahwa sektor jasa-jasa lebih responsif terkena imbas Covid-19. Lain halnya dengan sektor barang dimana efek dari Covid-19 belum terlalu terlihat nyata pada triwulan I-2020. Boleh jadi, hal ini tidak terlepas dari Keputusan Gubernur Riau Nomor: Kpts.596/III/2020 tentang penetapan status siaga darurat bencana non alam akibat virus corona di provinsi riau tahun 2020 baru mulai berlaku 17 Maret 2020 atau di penghujung triwulan sehingga pengaruhnya belum terasa. Beruntung, 73,9 persen perekonomian Provinsi Riau didominasi sektor barang yaitu Industri pengolahan; Pertanian, kehutanan dan perikanan; serta pertambangan dan penggalian sehingga dampak perlambatan akibat Covid-19 tidak terlalu besar.

Kita semua tentu berharap pandemi ini dapat selesai secepatnya. Namun, tidak ada yang tahu kapan pandemi ini akan berakhir. Menurut Menteri Keuangan Ibu Sri Mulyani, triwulan II 2020 akan menjadi titik terberat dalam perekonomian Indonesia. Dalam skenario pemerintah, pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua tahun ini bisa hampir mendekati nol persen. Terbuka kemungkinan Indonesia bisa mengalami resesi ekonomi, apabila wabah penyakit Covid-19 tidak kunjung usai. Pertanyaannya kemudian, bagaimana dengan Riau? ke depan, apa sektor-sektor dominan pada perekonomian itu masih tetap tangguh? Tentu kita berharap demikian. Semoga.
#StaySafe #StayHealthy

Jika anda memiliki tulisan opini atau esai, silahkan dikirim melalui mekanisme di sini. Jika memenuhi standar The Columnist, kami dengan senang hati akan menerbitkannya untuk bertemu dengan para pembaca setia The Columnist.
Artikel Lainnya