Covid-19, Pendidikan Yang Belum Kalah dan Sentilan Buat Nadiem Makarim

Covid-19, Pendidikan Yang Belum Kalah dan Sentilan Buat Nadiem Makarim 16/05/2020 908 view Pendidikan publicdomainvectors.org

Media Indonesia (3/05/2020) melansir berita dengan tajuk; “Satu Sekolah di Bajawa Belanja Pulsa Rp. 30 Juta Untuk UAS Daring”. Sebenarnya berita ini mau melegitimasi bahwa di balik kebijakan humanis ini ada beragam proses yang sudah dibangun secara sistematis.

Karenannya, sebagai salah satu pendidik yang mengabdi pada lembaga pendidikan ini yakni SMA Katolik Regina Pacis Bajawa-Flores-NTT, saya memiliki tanggung jawab moral untuk menjelaskan secara bijak. Pastinya demi keberlanjutan proses pendidikan menjadi lebih humanis.

Untuk merespon Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan corona virus disease 2019 (covid-19), pada Satuan Pendidikan dan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran covid-19, maka lembaga pendidikan SMA Katolik Regina Pacis mengeluarkan surat panduan pendampingan belajar dari rumah Nomor 037/SMAK/RPC/IV/2020.

Setidaknya ada 8 point penting yang termaktub di dalam surat panduan ini. Pertama, bagi siswa/i kelas X tetap melanjutkan pekerjaan rumah yakni membuat ikhtiar untuk 5 buah buku (2 buku fiksi dan 3 buku nonfiksi). Sedangkan kelas XI membuat resensi untuk 6 buah buku (3 buku fiksi dan 3 buku nonfiksi). Kedua, sebagai salah satu syarat kenaikan kelas, maka untuk siswa kelas X tetap melanjutkan tulisan makalah ilmiah. Begitupun bagi kelas XI tetap mengerjakan artikel ilmiah.

Ketiga, untuk tugas-tugas di atas, cara penulisannya sudah dijelaskan oleh para guru jauh sebelum kebijakan “dirumahkan” dikeluarkan. Namun begitu, prosesnya tetap dalam bimbingan guru secara berkelanjutan. Baik lewat via daring maupun saat di sekolah saat situasi sudah kembali normal.

Keempat, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), saling memberi motivasi, peneguhan, mendoakan dan konsultasi berbagai tugas via daring (email, group whatsapp, messenger, sms dan telepon) tetap dilakukan secara intens bersama para guru mata pelajaran maupun guru wali kelas.

Kelima, setiap siswa diharapkan untuk di rumah, keluar seperlunya, serta menjaga kesehatan baik pola makan, olahraga dengan tetap mengedepankan cara pandang dan perilaku-perilaku sehat dan humanis (sesuai kesadaran diri, instruksi pemerintah dan dinas kesehatan) baik di rumah maupun lingkungan masyarakat.Keenam, bagi anak-nak yang tidak memiliki handphone (HP) diharapkan untuk mengumpulkan tugas-tugasnya pada masing-masing guru mata pelajaran atau wali kelas pada saat situasi sudah normal

Ketujuh, bagi orang tua/wali, lembaga mengharapkan untuk terus menjaga, memantau, dan memperhatikan anak secara total dengan penuh kasih. Dan pastikan anak dalam keadaan sehat saat kembali ke sekolah untuk mengenyam ilmu sebagaimana mestinya. Kedelapan, lima nilai dasar yang sudah dibudayakan di sekolah diharapkan untuk tetap dihidupi dalam keseharian hidup di rumah, baik bersama orang tua maupun lingkungan sekitar. Nilai-nilai yang dimaksud adalah nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kerja sama, dan kerja keras.

Selanjutnya, dalam rangka mensukseskan Ujian Akhir Semester (UAS) genap secara online tanggal 11-16 Mei 2020, Kepala Sekolah kembali mengeluarkan panduan pelaksanaan ujian online dari rumah Nomor 044/RPC/IV/2020.

Surat ini menegaskan 9 hal. Pertama, ujian online dari rumah akan dilaksanakan pada tanggal 11-16 Mei 2020. Kedua, yang berhak mengikuti ujian adalah siswa/i yang sudah menuntaskan semua tugas yang diberikan oleh guru dari setiap mata pelajaran. Terkait dengan hal ini, maka setiap wali kelas tetap melakukan koordinasi dengan semua anak walinya, terkhusus bagi anak-anak yang belum tuntas agar segera menuntaskannya sampai 9 Mei 2020.

Ketiga, pihak lembaga akan mengirim pulsa bagi peserta didik sebesar 40 ribu/anak. Dengan total dana yang dikeluarkan yakni Rp. 30.000.000 yang diambil dari dana Bantuan Operasional Sekolah (Bos). Keempat, setiap peserta didik wajib melaporkan nomor HP aktif kepada wali kelasnya masing-masing. Kelima, setiap peserta didik wajib mempersiapkan diri secara baik agar dapat mengikuti ujian online secara bertanggung jawab.

Keenam, bagi 19 anak yang tidak memiliki HP maka ujiannya melalui pemberian tugas-tugas dan akan dikumpulkan pada saat masuk sekolah. Ketujuh, demi menjaga kesehatan kita semua dan juga untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19, maka semua peserta didik wajib menjaga kebersihan diri, rumah, lingkungan sosial, tetap di rumah serta mentaati semua aturan yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah.

Kedelapan, orang tua/wali tetap menjadi figur penuntun, penasihat, pelindung, dan juga guru bagi anak-anak selama belajar di rumah secara intens dan bertanggung jawab. Sebab tugas mendidik anak-anak adalah tanggung jawab kolektif tanpa pengecualian. Kesembilan, setelah ujian online berakhir, anak-anak tetap melanjutkan tugas-tugas yang diberikan sejak awal “dirumahkan” yakni ikhtisar, resensi, artikel ilmiah dan makalah ilmiah.

Untuk memastikan 746 siswa dapat mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS) secara online dengan baik, maka pada (9/05) para peserta didik melakukan simulasi ujian online. Selain itu, pada (7/05) Kepala SMAK Regina Pacis Bajawa Hendrianto Emanuel Ndiwa, ST bersama empat guru lainnya turun ke sejumlah daerah menemui siswa yang diidentifikasi mengalami beragam kendala.

Kunjungan rumah ke sejumlah titik yang masuk daerah terpencil itu, setelah melakukan evaluasi dan identifikasi terhadap 746 siswa kelas X dan XI yang akan mengikuti UAS online. Selain 19 siswa yang tidak memiliki HP dan akan diberi tugas rumah, Herdin Ndiwa juga mendapati siswa yang meski memiliki HP namun mengalami kendala pada ketiadaan signal.

Jika signalnya ada, maka listrik jadi masalah-karena memang belum ada listrik. Ada juga siswa yang berjuang sekuat tenaga untuk ikut pembelajaran online, namun harus berkorban berjalan jauh mendaki perbukitan untuk mencari signal.

Setelah melihat dan merasakan secara langsung, Kepala SMA Katolik Regina Pacis Hendrianto Emanuel Ndiwa turut merasa simpati dan empati. Pihak sekolah pun jadi paham mengenai kondisi riil yang dialami para siswa dan juga orang tua. Karenanya, manajemen sekolah segera mengambil solusi yang tepat dan humanis.

Dua kebijakan pun dikedepankan yakni pertama, yang memungkinkan pembelajaran dan UAS online terlaksana-karena terjangkau jaringan telekomunikasi. Kedua, sejumlah siswa yang tidak punya HP dan yang berada di daerah tidak ada signal dapat menggunakan model penugasan. Tugas tersebut dapat dikirim melalui jasa kendaraan umum, atau dikumpulkan pada saat masuk sekolah nanti.

Hemat saya, berbagai kebijakan dan juga ikhtiar yang sudah dibuat oleh lembaga pendidikan di atas adalah semacam loncatan kemajuan dari para guru, siswa, dan orang tua untuk meninggalkan zona zaman. Sekaligus, mau melegitemasi bahwa dihadapan covid-19 pendidikan belumlah kalah. Bahkan jangan kalah dan tak pernah kalah. Buktinya, 90% KBM dari rumah dan juga ujian online berjalan sesuai yang diharapkan. Realitas humanis ini terjadi karena semua civitas SMA Katolik Regina dan juga orang tua tak pernah mengeluh, putus asa, dan pasrah di hadapan covid-19.

Jadi sebagai guru kampung yang mengabdi di daerah yang belum merdeka dari signal dan listrik, saya rasa sangatlah miris kalau Mendikbud Nadiem Makarim kaget karena masih banyak daerah yang tak miliki signal dan jaringan listrik. Jangan sampai Bapak bicara saat lagi mimpi dan lagi mabuk kepayang oleh jaringan ibu kota yang serba online itu. Sementara kami walau dengan kondisi dan keterbatasan yang ada, tapi tetap berjuang. Kami hanya mau buktikan bahwa keterbatasan banyak hal tidak membuat kami ciut untuk tetap berjuang.

Seharusnya, realitas sikap yang dipertontonkan oleh para guru, siswa, dan orang tua itulah yang mestinya membuat Bapak kaget bukan main. Tapi sayang seribu sayang, Bapak lebih memilih kaget terhadap realitas miris yang tak perlu dikagetkan itu. Salam ke Senayan-ya, Bapak yang terhormat.

Jika anda memiliki tulisan opini atau esai, silahkan dikirim melalui mekanisme di sini. Jika memenuhi standar The Columnist, kami dengan senang hati akan menerbitkannya untuk bertemu dengan para pembaca setia The Columnist.
Artikel Lainnya