Covid-19 Berpihak Pada Si Introvert?

Mahasiswa
Covid-19 Berpihak Pada Si Introvert? 20/08/2020 1133 view Lainnya www.edura.id

Sudah 5 bulan lamanya kita berada di masa harus jaga jarak, jaga kebersihan yang kemudian mengharuskan aktivitas apapun menjadi online. Seperti sekolah online, kuliah online, seminar online, wisuda online, KKN pun yang seharusnya kuliah kerja nyata turun ke masyarakat secara langsung harus menjadi online.Ya, walaupun ada beberapa profesi yang tetap bekerja di luar rumah. Hal ini disebabkan oleh adanya virus corona (covid-19) yang muncul pertama kali di Wuhan pada akhir tahun 2019 lalu dan masuk di Indonesia sekitar 5 bulan lalu. Sedih.. pasti.. tapi ya mau bagaimana lagi? Semua pasti sudah atas kehendak Tuhan.

Semua pihak merasa kesulitan akan adanya virus ini. Banyak orang yang kehilangan pekerjaannya karena di PHK dari perusahaan, banyak pedagang yang mengalami penurunan omset penjualan, tak sedikit juga siswa-siswi ataupun mahasiswa mengalami stress akibat banyaknya tugas yang diberikan gara-gara model pembelajaran online. Hampir semua orang menyalahkan covid-19 ini, bahkan merasa jengkel, marah, sedih karena adanya virus ini. Tapi apakah kalian tidak pernah berfikir bahwa ini salah satu anugerah Tuhan yang harusnya kita syukuri juga? Di setiap kejadian pasti ada hikmahnya.

Tidak salah merasa sedih bahkan marah karena keadaan ini, tapi ternyata banyak manfaat yang tanpa kita sadari yang diakibatkan oleh adanya covid-19 ini. Bagi yang tinggal bersama keluarga, ini waktu kalian untuk berkumpul dan berbincang-bincang satu sama lain, lebih mendekatkan hubungan keluarga kalian. Walaupun kalian satu rumah, tak sedikit setiap keluarga jarang berkumpul karena kesibukannya masing-masing, nah.. saat ini kalian diberikan waktu sama Tuhan untuk semakin menjalin kedekatan antar anggota keluarga.

Bagi anak rantau yang tidak pulang kampung, kalian hebat… bisa menahan kerinduan kalian sama orang-orang terkasih di rumah demi keselamatan bersama. Saat ini juga waktunya kalian untuk lebih mengenali diri, introspeksi diri, dan melakukan sesuatu yang menjadikan kalian menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Tapi itu semua akan terasa sulit bagi kalian yang cenderung memiliki kepribadian ekstrovert. Menurut Carl Gustav Jung, kepribadian ekstrovert cenderung mengarahkan pribadi ke pengalaman obyektif, memusatkan perhatiannya ke dunia luar, cenderung berinteraksi dengan orang di sekitarnya, aktif dan ramah. Orang yang ekstrovert sangat menaruh perhatian mengenai orang lain dan dunia di sekitarnya, aktif, santai, tertarik dengan dunia luar. Tak heran jika orang yang cenderung memiliki kepribadian ekstrovert merasa di penjara saat masa karantina ini.

Lalu bagaimana dengan orang yang cenderung memiliki kepribadian introvert? Nah, menurut Carl Gustav Jung, kepribadian introvert itu cenderung mengarahkan pribadi ke pengalaman subjektif, memusatkan diri pada dunia dalam dan privat dimana realita hadir dalam bentuk hasil amatan, cenderung menyendiri, pendiam/tidak ramah, bahkan anti sosial. Umumnya orang introvert itu senang introspektif dan sibuk dengan kehidupan internal mereka sendiri. Jadi, adanya masa karantina ini yang mengharuskan di rumah aja, menjadikan si introvert memiliki momen yang tepat untuk berada pada dunianya.

Bagi orang-orang yang cenderung memiliki kepribadian introvert nih, ada beberapa keuntungan yang didapatkan dari adanya covid-19 yang mengharuskan untuk physical distancing: Pertama, kalian bisa menikmati waktu sendirian. Seorang introvert kan cenderung tidak suka keramaian, ini waktu kalian untuk menikmati kesendirian kalian tanpa harus menolak ajakan teman ketika diajak hangout.

Kedua, kalian akan mendapati interaksi sosial yang terbatas. Akibat masa karantina, semua tempat-tempat nongkrong, perbelanjaan, dan tempat wisata pun ditutup, hal ini akan menjadikan interaksi sosial sangat terbatasi.

Ketiga, kalian lebih bisa melakukan hobi kamu dan memiliki waktu “me time” yang banyak. Masa karantina yang menjadikan bekerja dari rumah, kuliah dari rumah yang berarti kalian juga memiliki waktu di rumah yang banyak bahkan seharian di rumah. Waktu dalam sehari 24 jam, kalian bisa melakukan segala hal yang kalian suka terutama bagi kalian yang cenderung introvert pasti akan menyukai hal ini. Lebih bisa melakukan hobi dan memiliki waktu “me time” yang lebih banyak dari biasanya.

Jadi apakah covid-19 ini berpihak pada si introvert? Atau Tuhan menciptakan keadaan ini karena lebih sayang dengan si introvert? Jawabannya tentu tidak.. walaupun keuntungannya lebih banyak untuk si introvert, si ekstrovert pun juga pasti mendapatkan keuntungan dari adanya masa physical distancing ini. Yang biasanya sering berinteraksi dengan orang lain, sering jalan-jalan bahkan setiap malam nongkrong dengan teman-teman saking gak maunya dalam kesendirian, kalian juga akan mendapati manfaat dari adanya physical distancing ini. Kalian diberi waktu untuk introspeksi diri, lebih mengenal diri sendiri atau juga bisa ini waktunya kalian merenung atas semua perbuatan yang dilakukan dan bisa memperbaiki dan meningkatkan mana yang perlu diperbaiki maupun ditingkatkan. Tetap berfikir positif di segala keadaan, jaga kesehatan dan tetap physical distancing.

Jika anda memiliki tulisan opini atau esai, silahkan dikirim melalui mekanisme di sini. Jika memenuhi standar The Columnist, kami dengan senang hati akan menerbitkannya untuk bertemu dengan para pembaca setia The Columnist.
Artikel Lainnya