Ben Anderson, Imaginned Communities dan Nasionalisme

Pemerhati Humor dan Sejarah
Ben Anderson, Imaginned Communities dan Nasionalisme 20/05/2022 216 view Politik koransulindo.com

Tanggal 20 Mei kita peringati sebagai hari kebangkitan nasional. Hari kebangkitan nasional merupakan hari berdirinya organisasi bernama Boedi Oetomo. Mengapa hari tersebut dikatakan sebagai hari kebangkitan nasional? Karena adanya gerakan-gerakan untuk menunjukkan jati diri bangsa Indonesia yang bangkit malawan penjajahan. Hari tersebut juga merupakan cikal bakal berdirinya semangat nasionalisme.

Ada perubahan yang saya alami dari SD Sampai SMA dengan bangku kuliah dalam memahami nasionalisme. Kalau di SD Nasionalisme kita berdiri karena adanya perasaan senasib sepenanggungan akibat dari adanya penjajahan. Penjajahan yang dilakukan oleh Belanda telah menyengsarakan rakyat. Penjajahan ini membuat kita bersatu untuk melakukan sebuah kemerdekaan.

Namun, hal ini berubah ketika masuk bangku kuliah. Sebagai mahasiswa jurusan Antropologi Sosial tentu saya berpikir agak naif dengan apa yang saya alami sejak SD sampai SMA karena ada beberapa cerita yang tidak diceritakan. Cerita-cerita tentang negara Indonesia dan sejarah itu membuat saya terbuka pikirannya akan pentingnya mencintai bangsa Indonesia.

Ada satu tokoh yang merubah pandangan saya tentang Indonesia ialah Ben Anderson. Mungkin nama tersebut agak asing bagi kalangan yang tidak belajar ilmu sosial tetapi ketika mendengar nama tersebut bulu kuduk saya merinding. Alasan mengapa bulu kuduk saya merinding karena membaca salah satu karya nya yang terkenal yaitu Imaginned Communities. Karya ini tidak saya dapat dibangku SMA melainkan masa kuliah.

Imaginned Communities merupakan karya yang terkenal dari beliau. Isi buku tersebut mengisahkan bahwa nasionalisme merupakan sebuah imajinasi dari bayang-bayang orang yang tidak pernah bertemu sebelumnya namun disatukan oleh satu pemikiran yang bernama Nasionalisme karena adanya print capitalism. Print Capitalism itu merupakan sebuah konsep yang berbicara tentang pengaruh media cetak yaitu Sinar Harapan dalam menyebarkan berita tentang nasionalisme Indonesia.

Imaginned Communities telah merubah paradigma saya tentang Indonesia yaitu nasionalisme. Sekilas teori ini memang agak kontroversial namun ketika membaca tulisan ini niscaya kita akan menjadi terbuka. Saya dahulu berpikir bahwa nasionalisme itu terbentuk karena adanya perasaan senasib sepenanggungan. Perasaan ini dicerminkan dari adanya penjajahan masa lalu yang membuat gerakan-gerakan untuk menyebarkan virus nasionalisme di mana salah satunya Budi Utomo yang sekarang kita peringati sebagai hari kebangkitan nasional. Hari kebangkitan nasional inilah yang menggerakan setiap orang untuk bangkit dari keterpurukan, bangkit dari kemalasan dan bangkit dari hal-hal lama yang menganggu kita. Hari inilah yang membuat setiap sendi-sendi kehidupan untuk berusaha maju dari hari sebelumnya di mana salah satu contohnya negara kita bisa mengendalikan pandemi.

Mengendalikan pandemi merupakan sebuah cara untuk bangkit dari adanya keterpurukan akibat krisis. Keterpurukan itu membuat kita jatuh akibat pandemi selama dua tahun belakangan ini. Maka benarlah apa yang dikatakan oleh Ben Anderson bahwa imajinasi seseorang muncul karena kita tidak saling bertemu melainkan punya perasaan senasib sepenanggungan. Perasaaan inilah yang membuat kita memilih bersikap nasionalisme.

Kalau di antara kita yang membaca tulisan ini, pastilah akan memiliki perasaan yang berbeda ketika membaca teori itu namun itu merupakan teori dari luar. Kita juga harus kritis terhadap nasionalisme itu sendiri. Apa yang dikatakan oleh Ben Anderson memang benar tetapi kita harus lebih kritis dalam memahami itu semua. Tidak semua yang disampaikan oleh teori tersebut benar sepenuhnya kita harus mereflkesikan apakah benar teori tersebut menggambarkan imaji perjuangan kita di mana dari Sabang sampai Merauke, kita melakukan perlawanan dan kita yang mempunyai perasaan senasib sepenanggungan, kita yang berjuang sampai titik darah penghabisan, dan kita bersama megusir penjajah. Kita berhasil karena kita bersatu!

Apa yang dapat ktia buat di zaman sekarang? Menjadi generasi penerus bangsa, kita perlu melakukan seleksi terhadap apa yang baik dan benar dengan apa yang kita alami. Mulai dari berita-berita yang bermunculan entah hoaks atau tidak, kita dapat menyeleksi produk apa yang kita gunakan, dan kita dapat menyeleksi tujuan hidup kita dengan benar. Dengan melakukan seleksi dan upaya kritis pada zaman sekarang ini kita dapat menumbuhkan rasa cinta bangsa Indoneisa. Selamat hari Kebangkitan Nasional semoga kebangkitan nasional semakin memperkuat semangat kita untuk menjadi pribadi yang berguna di masa sekarang dan yanga akan datang.

Jika anda memiliki tulisan opini atau esai, silahkan dikirim melalui mekanisme di sini. Jika memenuhi standar The Columnist, kami dengan senang hati akan menerbitkannya untuk bertemu dengan para pembaca setia The Columnist.
Artikel Lainnya