Belajar Melalui Sosial Media Saat Pandemi

Mahasiswa
Belajar Melalui Sosial Media Saat Pandemi 19/07/2020 1240 view Pendidikan pxhere.com

Corona Virus disease 2019 (COVID-19) telah menjadi momok di seluruh dunia. Pemerintah Indonesia sendiri telah mengeluarkan status darurat bencana nasional. Kebijakan Social Distancing digunakan pemerintah Indonesia untuk dapat mengurangi dan memutus mata rantai penularan COVID-19. Presiden Jokowi menginstruksikan kepada masyarakat untuk melaksanakan program work from home, pray from home, dan study at home. Masyarakat juga terus dihimbau untuk selalu menjaga jarak, menghindari kerumunan dan melaksanakan protokol-protokol kesehatan.

Adanya upaya-upaya pencegahan penyebaran COVID-19 memberikan dampak pada bidang pendidikan. Para pelajar di Indonesia dari jenjang sekolah dasar sampai perguruan tinggi harus diliburkan dan diganti dengan Study at Home (belajar dari rumah) secara daring atau online. Hal tersebut mengacu pada surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tanggal 24 maret 2020 Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran COVID-19, dalam surat edaran tersebut dijelaskan bahwa proses belajar dilaksanakan di rumah melalui pembelajaran daring / jarak jauh (Dewi, 2020). Pembelajaran daring dianggap efektif karena menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) masyarakat Indonesia pada tahun 2018 sebanyak 62,41% telah memiliki telepon seluler dan 20,05% rumah tangga yang memiliki komputer (Firman, 2020).

Pembelajaran Daring atau Online menuntut para pengajar dan siswa untuk melaksanakan pembelajaran melalui internet dan platform-platform yang sudah disediakan. Realitanya masih banyak siswa, mahasiswa, guru, dan dosen yang belum terbiasa dengan penggunaan teknologi internet dalam pembelajaran daring sehingga membutuhkan waktu untuk beradaptasi.

Akhirnya sistem pembelajaran secara daring sering mengalami kendala dan berjalan dengan kurang maksimal. Salah satu solusi dalam masalah ini adalah dengan melakukan pemberdayaan media sosial untuk proses belajar daring.

Berdasarkan hasil riset Wearesosial Hootsuite yang dirilis pada bulan Januari 2019, pengguna media sosial di Indonesia mencapai 150 juta atau sebesar 56% dari total populasi penduduk (Databoks, 2019). Youtube, Whatsapp, Facebook, dan Instagram merupakan 4 media sosial yang paling banyak digunakan (populer) di Indonesia. Pengguna keempat sosial media tersebut berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa.

Fitur-fitur yang ada pada Youtube, Whatsapp, Facebook, dan Instagram setiap tahunnya mengalami perkembangan dan mudah untuk diakses. Pihak pemerintah dan para guru dapat membuat konten video-video pembelajaran dan dibagikan melalui fitur yang tersedia. Fitur “Grup” yang ada pada Whatsapp dan Facebook dapat digunakan untuk media diskusi dan sebagai kelas online. Fitur Youtube life dan Instagram life juga dapat digunakan sebagai media untuk diskusi.

Adanya fitur Share pada Facebook, Instagram dan Whatsapp dapat membantu para guru dalam membagikan materi (gambar, video, link, e-book, softfile dan sebagainya) kepada semua muridnya.

Evaluasi pembelajaran dan latihan materi dapat dilakukan dengan memanfaatkan fitur Facebook Quiz dan Insta Story Quiz. Pengoptimalan fitur-fitur yang ada pada media sosial tersebut dapat membantu proses belajar ketika menjalani program Study at Home.

Pembelajaran secara daring dengan memberdayakan media sosial dapat berjalan lancar jika adanya kerja sama dan integrasi antara pemerintah, guru, dan orang tua. Pihak guru harus memberikan materi dengan fleksibel dan tidak memberikan tugas yang memberatkan para siswanya. Pihak orang tua harus selalu mendampingi serta mengawasi proses belajar anak ketika di rumah. Orang tua juga harus memberikan perhatian lebih untuk anak-anak yang masih berada pada tingkat sekolah dasar karena tidak semuanya bisa menggunakan gadget, handphone, ataupun laptop. Pihak pemerintah harus memberikan pelatihan ketrampilan kepada para guru untuk melaksanakan model-model pembelajaran secara daring. Pemerintah juga harus memberikan tunjangan kuota internet secara gratis selama adanya program Study at Home karena banyak orang tua dan para pelajar mengeluhkan adanya peningkatan biaya pembelian kuota internet selama adanya pandemi COVID-19 (dkk, 2020).

Media-media sosial yang populer di Indonesia dapat menjadi solusi dalam mensukseskan program Study at Home selama pandemi COVID-19 belum berakhir. Fitur-fitur yang ada pada media sosial terus mengalami perkembangan dan dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran daring. Sukses atau tidaknya pembelajaran daring melalui media sosial tergantung kepada bagaimana integrasi antara guru, orang tua, dan pemerintah.

Daftar Pustaka
Databoks. 2019. Berapa Pengguna Media Sosial di Indonesia? https://databoks.katadata.co.id/ datapublish/2019/02/08/berapa- pengguna-media-sosial-indonesia.
Dewi, Wahyu Aji Fatma. 2020. "DAMPAK COVID-19 TERHADAP IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN DARING DI SEKOLAH DASAR." EDUKATIF 2 (1): 55-61.
dkk, Agus Purwanto. 2020. "Studi Eksploratif Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Proses Pembelajaran Online di Sekolah Dasar." EduPsyCouns 2 (1): 1-12.
Firman, Sari Rahayu Rahman. 2020. "Pembelajaran Online di Tengah Pandemi Covid-19 ." IJES 2 (2): 81-89.

Jika anda memiliki tulisan opini atau esai, silahkan dikirim melalui mekanisme di sini. Jika memenuhi standar The Columnist, kami dengan senang hati akan menerbitkannya untuk bertemu dengan para pembaca setia The Columnist.
Artikel Lainnya