Bahasa Indonesia dan Bahasa Ibu

Bahasa Indonesia dan Bahasa Ibu 15/06/2022 78 view Pendidikan commons.wikimedia.org

Bahasa Indonesia menjadi bahasa persatuan yang menyatukan semua ras, suku, agama, dan golongan di Indonesia. Sebelum secara sah menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), bahasa Indonesia telah diikrarkan menjadi bahasa persatuan Indonesia. Ini bisa dilihat pada peristiwa Sumpah Pemuda yang terjadi pada 28 Oktober 1928. Pada waktu itu para pemuda utusan dari Sabang-Merauke mengikrarkan dengan jelas bahwa bahasa persatuan adalah bahasa Indonesia. Kemudian ketetapan bahasa Indonesia dituangkan dalam UUU 1945 pasal 36 yang menyatakan bahwa bahasa negara adalah ialah bahasa Indonesia.

Hadirnya bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan sesungguhnya berhubungan erat dengan eksistensi bahasa ibu. Bahasa ibu itu sendiri dapat diartikan sebagai suatu bahasa yang digunakan oleh sekelompok orang dalam suatu daerah dan umumnya hanya dimengerti oleh mereka sendiri.

Para pemuda tempo dulu menyadari bahwa Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan kaya akan bahasa. Oleh karena itu para pemuda Indonesia berusaha menjadikan satu bahasa sebagai bahasa persatuan yang bisa merangkum dan menyatukan semua bahasa yang ada di Indonesia. Bahasa itulah yang kemudian dikenal sebagai bahasa Indonesia dan terus mengalami perkembangan sampai saat ini.

Pengikraran bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, nyatanya belum diterapkan secara efektif dan efisien. Di usia senjanya ini, Bangsa Indonesia terus menggencarkan agar bahasa Indonesia dikenal oleh semua kalangan dari Sabang-Merauke. Di dunia pendidikan, bahasa Indonesia menjadi mata pelajaran wajib yang diajarkan kepada seluruh generasi penerus Bangsa Indonesia. Ini merupakan salah satu cara untuk melestarikan bahasa Indonesia, sekaligus memperkuat posisi bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

Tidak efektif dan efisiennya penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari dipicu oleh dua faktor, yaitu faktor dari dalam diri Bangsa Indonesia sendiri (internal) dan faktor dari luar atau pengaruh bahasa dari luar (eksternal). Akan tetapi dalam tulisan kecil ini penulis hanya fokus pada faktor internalnya. Hal ini disebabkan oleh adanya realitas yang dirasakan sendiri oleh penulis dan menjadi masalah yang membutuhkan hembusan spirit dalam mengatasinya.

Sebagai suatu negara yang besar dan kaya akan budaya, tidak mengherankan apabila Indonesia memiliki ratusan bahasa ibu. Bahasa-bahasa itu tersebar dari Sabang-Merauke dan menjadi bahasa lingua franca bagi masing-masing daerah dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Hal yang menjadi permasalahan serius sekarang adalah ketika seseorang kesulitan dalam menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ini tentunya memberi dampak negatif bagi yang bersangkutan, terutama dalam menjalin komunikasi dengan orang lain.

Salah satu alasan kenapa orang sulit menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah menguatnya penggunaan bahasa ibu dalam diri setiap orang. Ini disebabkan oleh kebiasaan sehari-hari dan latar belakang orang-orang tersebut. Memang tak dapat dimungkiri bahwa sudah sewajarnya seorang anak lebih fasih menggunakan bahasa yang digunakan oleh keluarga atau orang-orang terdekatnya. Akan tetapi ini tidak semestinya dibiarkan secara terus menerus. Sebab ini memberi dampak negatif bagi si anak tatkala ia terus bertumbuh dan mulai bepergian ke daerah lain.

Di samping itu, bahasa ibu pun mendapat perhatian dari negara yang ditegaskan dalam pasal 32 ayat 2 UUD 1945 yang menyatakan bahwa negara memelihara dan menghormati bahasa daerah (bahasa ibu) sebagai kekayaan budaya nasional. Senada dengan hal tersebut, dalam UU nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, pemerintah juga telah mengatur penggunaan bahasa daerah (bahasa ibu) sebagai pendukung bahasa indonesia dalam penyelenggaraan pendidikan.

Namun ini bukan berarti warga Indonesia lebih menggunakan bahasa ibu daripada bahasa Indonesia. Dengan kata lain warga Indonesia mengutamakan bahasa ibu dan menyepelekan penggunaan bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia tetaplah diutamakan. Sebab bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan nasional yang menyatukan semua warga negara Indonesia.

Akhirnya bahasa Indonesia dan bahasa ibu adalah dua bahasa yang sama-sama penting dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara. Bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa persatuan yang menyatukan seluruh bahasa yang ada di Indonesia dan bahasa ibu adalah salah satu kekayaan dan identitas bangsa yang perlu dijaga dan dilestarikan oleh segenap warga negara Indonesia. Hal yang perlu diperhatikan hanyalah bagaimana kita segenap warga negara Indonesia menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa ibu sesuai konteks dan waktunya.

Jika anda memiliki tulisan opini atau esai, silahkan dikirim melalui mekanisme di sini. Jika memenuhi standar The Columnist, kami dengan senang hati akan menerbitkannya untuk bertemu dengan para pembaca setia The Columnist.
Artikel Lainnya