Bahagia yang Tercipta di Balik Program Ikoy-ikoyan

Bahagia yang Tercipta di Balik Program Ikoy-ikoyan 10/08/2021 112 view Agama Waqafuangku.com

"Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian saling mencintai." ( H.R.Bukhari ). Hadits yang berstatus sohih ini sejatinya sangat cocok jika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari karena kita adalah makhluk sosial, saling ketergantungan satu sama lainnya. Dan Nabi kita Muhammad SAW sudah mencontohkannya. Selain bernilai pahala, saling memberi hadiah juga melahirkan banyak keuntungan bagi kedua belah pihak sekaligus baik si pemberi maupun yang diberi hadiah.

Terlebih disaat ini Indonesia dilanda Pandemi Covid-19 yang berpengaruh besar dalam berbagai sisi kehidupan. Bidang pendidikan yang menjadi harapan melahirkan generasi tangguh bermartabat dan berkepribadian berhias ilmu pengetahuan, iman, dan takwa ikut terseret karenanya. Selain itu berdampak pula pada bidang perekonomian. Lapangan kerja menyempit sehingga pendapatan berkurang sedangkan pengeluaran dan keperluan tetap bahkan mungkin lebih.

Siswa yang bersekolah di sekolah pemerintah masih aman, namun akan sangat berbeda dengan siswa yang bersekolah di sekolah swasta. Orang tuanya harus memikirkan SPP dan daftar ulang anaknya. Hal ini menjadi pemicu orang tua untuk lebih mencarikan dana demi keberlangsungan sekolah anak-anaknya.

Bukan hanya pandemi Covid-19 yang masih merajai berita di media massa, media elektronik, dan obrolan di warung kopi. Namun, ada pandemi lain yang juga tidak kalah viralnya. Tidak seperti Covid-19, pandemi ini sama sekali tidak membahayakan bahkan mungkin sangat membahagiakan.

Pandemi ini terjadi dikalangan artis dan selebram, meskipun masyarakat non artis tidak sedikit juga yang merasa tidak asing karena sudah menjadikannya sebagai suatu kebutuhan. Hanya karena mereka artis, maka pandemi ini menjadi viral. Pandemi ini diistilahkan dengan program Ikoy- ikoyan, yaitu bagi-bagi uang melalui direct message kepada para follower-nya di Instagram.

Jika program Ikoy-ikoyan ini diikuti oleh seluruh masyarakat Indonesia, maka bukan tidak mungkin menekan garis kemiskinan. Kehidupan masyarakat Indonesia tentunya akan mengalami kemakmuran, karena tiap orang berusaha untuk saling berbagi. Tidak harus menjadi artis dulu atau orang kaya dulu untuk juga bisa Ikoy-ikoyan. Tidak harus bagi-bagi uang Rp.50.000,00 untuk bisa Ikoy-ikoyan. Dengan uang Rp.1.000,00 kita juga bisa Ikoy-ikoyan.

Keuntungan yang bisa diperoleh dari program ikoy ikoyan ini sangat banyak . Dari segi psikologis tentunya si penerima akan merasakan kebahagian. Tterlebih lagi si pembagi, pasti mengalami rasa yang sama yaitu bahagia bahkan mungkin rasa bahagianya setingkat lebih tinggi dibanding si penerima.

Program Ikoy-ikoyan atau sejenisnya ini, jika dipandang dari segi sosial kebangsaan juga berpengaruh positif. Diantara yang terlihat adalah terbentuknya sikap saling menyayangi dan menghormati. Jika kedua sikap ini terus menerus dipupuk, maka akan berkembang menjadi persatuan dan kesatuan.

Jika dilihat dari aspek agama, program Ikoy-ikoyan ini bernilai pahala jika dilakukan dengan niat ikhlas membantu sesama dan atau dengan tujuan mengaplikasikankan hadis nabi di atas. Tentunya program Ikoy-ikoyan ini memunculkan opini bermacam macam. Ada yang pro dan kontra.

Sikap kita sebagai masyarakat, seyogiyanya berada di antara kondisi itu. Berfikir positif adalah di antara langkah tepat yang bisa pakai. Kita manusia tentu tidak bisa membaca isi hati dan niat para artis dan selebram ini dalam melaksanan program Ikoy-ikoyan.

Tidak ada yang dirugikan dalam hal ini. Akan sangat lebih baik, jika kita juga ikut berperan aktif melaksanakan sejenis program Ikoy-ikoyan dengan lingkup yang lebih luas. Kalau para artis dan selebram melaksanakan program Ikoy-ikoyan kepada para follower-nya di Instagram, kita bisa melaksanakan program sejenisnya di lingkungan tempat tinggal, di sekolah, di panti, di masjid-masjid atau di pondok pasantren.

Kalau para artis dan selebram melaksanakan program Ikoy-ikoyan dengan bagi-bagi uang, kita bisa mengubahnya misalnya dalam bentuk makanan pokok, keperluan sekolah, mengganti karpet usang di masjid, mengganti kipas angin rusak di pondok pasantren dan berbagai bentuk lainnya yang dibutuhkan.

Kalau program Ikoy-ikoyan yang dilaksanakan para artis dan selebram dengan membagikan uang dalam jumlah yang cukup besar. Kita bisa memulai melaksanakan program sejenis ini disesuaikan dengan kemampuan kita. Kita bisa melaksanakan program sejenis Ikoi-ikoyan dengan rutin, misalnya satu bulan sekali. Dengan syarat ikhlas, tentu akan tercatat sebagai pahala untuk bekal di alam kubur dan kehidupan di akhirat kelak.

Selain ini, keuntungan nyata yang bisa didapatkan adalah rasa bahagia ketika berbagi. Bahagia ketika melihat senyum mereka dan bahagia yang langsung masuk ke otak kita. Rasa bahagia ini tentu sangat dibutuhkan, apalagi di kondisi pandemi Covid-19 yang saat ini melanda Indonesia. Rasa bahagia akan menaikkan imun kita, sehingga bisa mencegah masuknya virus, minimal bisa dilawan. Tetaplah berbagi dan teruslah bahagia.

Jika anda memiliki tulisan opini atau esai, silahkan dikirim melalui mekanisme di sini. Jika memenuhi standar The Columnist, kami dengan senang hati akan menerbitkannya untuk bertemu dengan para pembaca setia The Columnist.
Artikel Lainnya